Jakarta, TopBusiness – Perumdam Tirta Senentang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menunjukkan kinerja yang semakin solid dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kombinasi inovasi, efisiensi operasional, dan penguatan tata kelola, perusahaan daerah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Direktur Perumdam Tirta Senentang, Jane Elizabeth Wuysang, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembenahan menyeluruh yang dilakukan manajemen dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami sempat tidak mengikuti ajang ini karena fokus melakukan perbaikan internal secara menyeluruh. Setelah berbagai improvement dilakukan, hari ini kami kembali dengan perkembangan yang bisa kami sampaikan,” ujar Jane kepada dewan juri saat mengikuti penjurian TOP BUMD Awards 2026 secara daring, Senin (8/4/2026) yang digelar Majalah TopBusiness.
Improvement yang telah dillakukan tersebut, terlihat dari beberapa kinerja positif yang sudah diraihnya. Tren positif tersebut terlihat di tahun 2025 lalu. Perusahaan mencatat pendapatan operasional mencapai Rp23,6 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp22,3 miliar atau tumbuh sekitar 6 persen.
Dari sisi profitabilitas, capaian juga menunjukkan lonjakan signifikan. Laba komprehensif pada 2025 tercatat sebesar Rp1,93 miliar, meningkat tajam atau melejeit 1.131% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp157 juta.
Peningkatan kinerja ini ditopang oleh ekspansi layanan dan optimalisasi operasional. Hingga saat ini, perusahaan telah melayani 13.901 pelanggan (SR) yang tersebar di 9 kecamatan dan 23 desa dari total 14 kecamatan di Kabupaten Sintang.
Dengan ditopang 13 unit PDAM dan total kapasitas sebesar 300 liter/detik. Dalam periode 2018 hingga 2025, Perumdam Tirta Senentang juga berhasil menambah jaringan perpipaan sepanjang 408 kilometer, serta meningkatkan jumlah sambungan rumah secara signifikan.
“Kami juga menjalankan program percepatan sambungan rumah serta memanfaatkan hibah air minum perkotaan selama beberapa tahun terakhir untuk memperluas layanan,” kata Jane.
Dengan sumber air bakunya dari Sungai Kapuas, Sungai Melawi, Sungai Ketangau, dan Sungai Kayan. Serta sumber air baku mata air yaitu Bukit Sada (Serawai), Sungai Ensema Bukit Panggilan (Merakai).
Efisiensi dan Penguatan Operasional
Untuk menjaga kinerja tetap berkelanjutan, perusahaan menerapkan strategi efisiensi di berbagai lini. Dari sisi teknis, langkah yang dilakukan meliputi efisiensi energi, pengendalian kehilangan air (non-revenue water/NRW), serta peningkatan kualitas dan kontinuitas distribusi. Saat ini tingkat NRW tercatat sekitar 21,92%, yang tergolong cukup baik.
Sementara itu, dari sisi administrasi dan keuangan, perusahaan menitikberatkan pada efisiensi biaya serta peningkatan efektivitas penagihan yang kini berada di kisaran 90 hingga 98 persen.
“Kami membagi strategi efisiensi ini dalam tiga aspek utama, yaitu teknik, administrasi-keuangan, dan pengawasan internal,” jelas Jane.
Upaya tersebut juga didukung oleh fungsi pengawasan internal yang terus diperkuat untuk memastikan operasional berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Digitalisasi dan Inovasi Jadi Kunci
Salah satu pilar utama transformasi Perumdam Tirta Senentang adalah pengembangan inovasi berbasis teknologi. Perusahaan secara aktif mengembangkan berbagai sistem digital secara internal tanpa ketergantungan pada pihak ketiga.
Beberapa inovasi yang telah diterapkan antara lain:
- Sistem e-presensi berbasis geotagging
- e-surat untuk mendukung paperless office
- e-arsip untuk manajemen dokumen digital
- Dashboard operasional untuk monitoring kinerja
- Sistem manajemen risiko terintegrasi (SMART)
Selain itu, inovasi teknis juga dilakukan di lapangan, seperti penggunaan inverter untuk mengatasi ketidakstabilan listrik, serta monitoring tekanan dan kualitas air secara mobile.
“Kami mengembangkan sistem secara mandiri agar lebih adaptif dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Jane.
Diversifikasi Usaha dan Tata Kelola
Tidak hanya berfokus pada layanan air minum, Perumdam Tirta Senentang juga mulai melakukan diversifikasi usaha. Di antaranya melalui pengembangan depot air minum berbasis reverse osmosis (RO) serta pemanfaatan aset lahan untuk sarana olahraga.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan pendapatan sekaligus optimalisasi aset perusahaan.
Di sisi lain, penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Perusahaan BUMD ini mendorong peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan dan sertifikasi, termasuk di bidang manajemen risiko.
Dari sisi tata kelola, Perumdam Tirta Senentang telah melengkapi berbagai instrumen penting, seperti dokumen Jakstrada, RISPAM, sistem pengendalian internal, hingga infrastruktur manajemen risiko.
Penilaian GCG mandiri menunjukkan skor 79,04 dengan kategori “baik”. Selain itu, tingkat kehilangan air (NRW) berhasil dijaga di angka sekitar 21,92 persen, yang relatif kompetitif.
Dalam penilaian kinerja, perusahaan juga mencatatkan hasil positif. Hingga tahun buku 2023, status kesehatan perusahaan berada pada kategori “sehat” dengan skor 3,46, sementara penilaian Kementerian Dalam Negeri menunjukkan kategori “baik.”
Pengakuan
Berbagai upaya transformasi yang dilakukan turut membuahkan hasil dalam bentuk penghargaan. Perumdam Tirta Senentang meraih sejumlah apresiasi, antara lain di bidang CSR, keterbukaan informasi publik selama tiga tahun berturut-turut, serta penghargaan kinerja dari BPKP.
Menurut Jane, capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kinerja ke depan.
“Kami akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Perumdam Tirta Senentang akan terus memperkuat inovasi, efisiensi, dan tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat memperluas layanan sekaligus menjaga kinerja tetap positif.
Transformasi yang dijalankan menunjukkan bahwa BUMD tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang melalui inovasi dan pengelolaan yang tepat.
