Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power (NP) UP Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026.
Sebagai perusahaan yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 2.725 MW dan menjadi bagian penting dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) melalui jaringan 500 kV ini, dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Rabu (15/4/2026).
Hadir dalam Penjurian, Assistant Manager Lingkungan, Riski Aditya, dan Officer Umum, Andika Widiantoro. Selain itu, hadir pula Analyst Lingkungan, Geovanni Ilham; CDO PLN NP UP Muara Tawar, Nabilla Izaz dan Arul; serta Officer Umum, Widianto Dwi Ari Irawan.
Dalam Penjurian, Riski Aditya menyatakan jika perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai agent of development yang aktif menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Hal ini sejalan dengan regulasi nasional dan strategi perusahaan berbasis ESG (Environment, Social, Governance).
“Salah satu bentuk peran aktif dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang telah dihadirkan perusahaan adalah program CSR Rebon Lestari,” kata Riski.
Latar Belakang
Program CSR Rebon Lestari, merupakan program CSR unggulan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini lahir dari kondisi riil masyarakat pesisir, khususnya di Desa Segarajaya.
Ada sejumlah persoalan mendasar menjadi pemicu utama, lahirnya program ini:
- Alih fungsi lahan pesisir yang memperpanjang jarak melaut dan meningkatkan biaya operasional hingga 50%.
- Ketergantungan nelayan pada tengkulak dengan bunga pinjaman tinggi.
- Akses terbatas terhadap teknologi perikanan modern.
- Tingginya biaya bahan bakar serta keterbatasan air bersih dan sanitasi.
- Adanya potensi sektor perikanan yang besar belum dimanfaatkan secara optimal.
Dari sinilah muncul kebutuhan akan transformasi menuju nelayan rendah karbon yang adaptif dan berkelanjutan. Karena itu, perusahaan kemudian menghadirkannya menjadi sebuah program yang terukur.
Program CSR Terintegrasi
Dalam menghadirkannya menjadi sebuah program yang terukur, program CSR Rebon Lestari salah satunya menggunakan pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Di mana pada program tersebut, dimulai dengan adanya perencanaan, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, hingga tindak lanjut dan keberlanjutan program.
Pada perencanaan program, dilakukan melalui pendekatan social mapping yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan sejak awal.
Hasil pemetaan ini kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) yang sebelumnya telah diselaraskan dengan: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Strategi ESG perusahaan, serta kebutuhan lokal masyarakat pesisir.
Pada perencanaan pula, target program disusun menggunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Selain itu, untuk memperkuat kesiapan sumber daya juga melalui kolaborasi dengan akademisi (IPB dan UGM), pemerintah daerah, serta koperasi lokal.
Untuk pelaksanaan, implementasi program dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat.
Beberapa langkah utama dalam pelaksanaan di antaranya adalah melakukan sosialisasi dan implementasi skema green loan melalui koperasi nelayan serta melakukan pengembangan teknologi perahu listrik (Reboat) dan gasifikasi (Gaspol).
Dalam implementasi program, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama. Koperasi nelayan, kelompok UMKM, dan warga lokal dilibatkan langsung dalam pengelolaan program, menciptakan rasa kepemilikan (ownership) yang kuat.
Sementara itu pada monitoring dan evaluasi, semua dilakukan secara terukur dan transparan. Hal ini karena program juga dilengkapi dengan sistem monitoring yang ketat seperti misalnya melalui kunjungan lapangan rutin setiap triwulan, maupun melalui laporan berkala terkait progres, anggaran, dan kendala.
Khusus terkait evaluasi, dicatat banyak capaian yang melampaui target. Seperti misalnya, penurunan biaya BBM nelayan hingga 71%, penurunan emisi karbon mencapai 15,2 ton CO₂/tahun (perahu listrik) dan 34,05 ton CO₂/tahun (gas), dan partisipasi green loan meningkat hingga 96 nelayan.
Di samping itu, tingkat kepuasan masyarakat tercatat tinggi dengan skor IKM 3,64 (kategori sangat baik) dan nilai SROI dicatat sebesar 1,87.
Terakhir pada tindak lanjut dan keberlanjutan program, PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar dicatat melakukan berbagai langkah strategis.
Seperti misalnya: Penguatan kelembagaan koperasi nelayan sebagai pusat ekonomi lokal, Pengembangan UMKM dan sertifikasi produk, Pemanfaatan energi terbarukan untuk efisiensi jangka panjang, dan pengelolaan program berbasis masyarakat (community ownership).
“Terkait keberlanjutan program, perusahaan juga telah menyusun SOP dan dokumentasi untuk replikasi program, hal ini karena program CSR Rebon Lestari memiliki potensi untuk dapat direplikasi di wilayah pesisir lain di Indonesia,” kata Riski.
Dampak Nyata
Secara umum, program Rebon Lestari dijadikan program CSR unggulan karena mengintegrasikan berbagai sub-program dalam satu ekosistem pemberdayaan. Di mana sub-program tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:
- Reboat & Gaspol (Energi Bersih Nelayan). Sub-program ini bertujuan menghadirkan efisiensi biaya operasional hingga 71% serta penurunan emisi karbon signifikan.
- Green Loan Koperasi. Sub-program bertujuan mengurangi ketergantungan pada rentenir dan meningkatkan akses pembiayaan inklusif.
- UMKM Kerupuk Rajungan. Sub-program ini bertujuan menambah penghasilan masyarakat dam meningkatkan nilai tambah hasil laut.
- Air Bersih Berbasis Energi Surya. Sub-program ini bertujuan menjangkau ratusan KK serta menurunkan biaya air hingga 29%.
- Konservasi Lingkungan Pesisir. Sub-program ini bertujuan meghadirkan penyerapan karbon mencapai 267,6 ton CO₂ eq/tahun dan melakukan pelestarian mangrove dan ekosistem pesisir.
Sebagai program yang mengintegrasikan berbagai sub-program, banyak dampak nyata yang berhasil dibukukan program Rebon Lestari bagi masyarakat.
Dampak nyata tersebut adalah sebagai berikut:
- Dari sisi ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya nelayan.
- Dari sisi sosial, konflik berkurang, kohesi sosial meningkat, dan dukungan masyarakat kuat.
- Dari sisi lingkungan, terjadi penurunan emisi dan pelestarian ekosistem pesisir.
- Dari sisi kelembagaan, berhasil mendukung hadirnya koperasi yang mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, hubungan antara perusahaan dan masyarakat semakin harmonis, menciptakan social license to operate yang kuat.
“Melalui Rebon Lestari, PT PLN Nusantara Power UP Muara Tawar membuktikan bahwa program CSR dapat menjadi motor transformasi sosial yang berdampak luas. Dengan pendekatan kolaboratif, berbasis data, dan berorientasi keberlanjutan, program ini tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membangun masa depan masyarakat pesisir yang lebih mandiri dan berdaya,” pungkas Riski.
