Hari Pertama PSBB, IHSG Berpotensi Bullish

Penulis Busthomi

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan penguatannya. Kendati masuk hari pertama pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di DKI Jakarta, Indeks dirasa masih akan rebound.

Menurut analis dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, pada perdagangan Jumlat lalu, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 2.56% di level 5016.71. Padahal sehati sebelumnya sempat terjun bebas hingga turun 5%.

“Namun pada hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Meskipun demikian, untuk Stochastic dan RSI juga telah meninggalkan area oversold atau jenuh jual,” tutur dia di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Di sisi lain, kata dia, terlihat pula pola bullish piercing candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Dengan kondisi tersebut, disebut Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua akan memiliki rentang pada level 4778.71 hingga 4865.27. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua bakal berada di kisaran 5097.14 hingga 5172.37.

Berikut sejumlah saham yang layak koleksi di perdagangan hari ini:

– BBCA, dengan daily (29525). Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 28100 – 29600, dengan target harga secara bertahap di level 30500, 34050 dan 37600. Support: 27775 & 26950.

– BBNI, dengan daily (4870). Terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area 4650 – 4870, dengan target harga di level 5175, 5350, 6025 dan 6675. Support: 4650, 4350 & 4125.

– BBRI, dengan daily (3250). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 3010 – 3250, dengan target harga secara bertahap di level 3500, 3650, 3780 dan 4320. Support: 3010 & 2830.

– BJTM, dengan daily (560). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 515 – 560, dengan target harga secara bertahap di level 590, 650 dan 710. Support: 515 & 500. 

– BMRI, dengan daily (5475). Terlihat pola long white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 5175 – 5475, dengan target harga secara bertahap di level 5600, 6400, 6575 dan 7550. Support: 5175, 4860 & 4630.

– CTRA, dengan daily (660). Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level 620 – 660, dengan target harga secara bertahap di level 695, 720, 745, 840 dan 870. Support: 610 & 575.

– ELSA, dengan daily (220). Terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 202 – 220, dengan target harga secara bertahap di level 230, 260 dan 290. Support: 202 & 194.

– MEDC, dengan daily (418). Terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 410 – 418, dengan target harga secara bertahap di 444, 505, 560 dan 620. Support: 400 & 384.

– PGAS, dengan daily (1105). Terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1060 – 1110, dengan target harga secara bertahap di level 1160, 1260 dan 1360. Support: 1060 & 960. 

– PTBA, dengan daily (1970). Terlihat pola bullish piercing pattern candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1880 – 1970, dengan target harga secara bertahap di level 2010, 2250, 2490 dan 2730. Support: 1880 & 1770.

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

BACA JUGA

Tinggalkan komentar