Jakarta, TopBusiness – Sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan material konstruksi masih menjadi rekomendasi utama analis pada perdagangan pekan ini. Berdasarkan laporan riset Mandiri Riset dalam Investor Digest yang dirilis 20 April 2026, pasar saham Indonesia dinilai masih memiliki ruang penguatan meskipun di tengah dinamika global dan tekanan arus dana asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 7.634 pada 17 April 2026. Secara valuasi, pasar saham domestik diperdagangkan pada rasio price to earnings ratio (PER) sekitar 11 kali untuk 2026, dengan potensi pertumbuhan laba emiten sekitar 14,3%.
Di sektor perbankan, beberapa saham bank besar masih direkomendasikan buy dengan potensi kenaikan harga yang menarik. Saham Bank Central Asia (BBCA) misalnya memiliki harga saat ini sekitar Rp6.425 dengan target harga Rp8.600. Sementara Bank Negara Indonesia (BBNI) diperdagangkan di kisaran Rp3.710 dengan target Rp4.600.
Rekomendasi positif juga diberikan untuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp4.100 dari posisi Rp3.430 saat ini. Adapun saham Bank Tabungan Negara (BBTN) dinilai masih memiliki ruang kenaikan menuju Rp1.600 dari level Rp1.310.
Selain bank-bank besar, sejumlah bank lain juga masuk daftar rekomendasi beli, antara lain Bank BTPN Syariah (BTPS), Bank Syariah Indonesia (BRIS), serta bank digital Bank Jago (ARTO). Analis menilai sektor perbankan masih menarik didukung pertumbuhan kredit dan stabilitas fundamental industri keuangan.
Sementara itu, pada sektor konstruksi dan material bangunan, beberapa emiten juga dinilai memiliki potensi kenaikan harga yang cukup besar. Saham Avia Avian (AVIA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp550 dari posisi Rp372.
Di industri semen, saham Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan target harga Rp9.380 dari posisi Rp5.500. Adapun saham Semen Indonesia (SMGR) direkomendasikan beli dengan target harga Rp3.090.
Untuk sektor konstruksi, saham PP (Persero) (PTPP) menjadi salah satu pilihan dengan target harga Rp700 dari level Rp274 saat ini.
Secara keseluruhan, analis menilai pasar saham Indonesia masih didukung fundamental yang cukup solid. Proyeksi menunjukkan pertumbuhan laba emiten tetap positif, didukung perbaikan kinerja korporasi dan stabilitas ekonomi domestik.
Dengan valuasi yang relatif menarik dibandingkan pasar global serta potensi dividen yang cukup tinggi, pasar saham Indonesia diperkirakan tetap memberikan peluang investasi menarik bagi investor sepanjang 2026.
