Jakarta, TopBusiness – PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) meresmikan layanan Stemcell Clinic by Prodia sebagai pusat terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca bagi masyarakat. Klinik ini berlokasi di Prodia Senior Health Centre, Pondok Indah, Jakarta Selatan, dan diharapkan memperkuat layanan kesehatan preventif serta terapi inovatif berbasis teknologi dan evidence-based medicine.
Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, bersama Direktur PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM), Cynthia Retna Sartika. Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen Prodia Group, ProSTEM, mitra medis, mitra korporasi, komunitas kesehatan, serta pelanggan Prodia.
Dewi Muliaty mengatakan, pembukaan Stemcell Clinic by Prodia merupakan kelanjutan dari langkah strategis perusahaan setelah mengakuisisi 30% saham ProSTEM pada 2025. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Prodia menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan terapi regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine.
“Pembukaan Stemcell Clinic by Prodia merupakan bentuk kolaborasi Prodia dan ProSTEM dalam menyediakan solusi kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif, regeneratif, dan mendukung wellness masyarakat secara menyeluruh,” ujar Dewi dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, layanan tersebut didukung tenaga medis profesional dan berpengalaman sehingga diharapkan mampu memperkuat posisi Prodia sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi terdepan di Indonesia. Ke depan, kolaborasi Prodia dan ProSTEM juga akan diperluas ke kota-kota strategis lainnya serta menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan Prodia secara menyeluruh.
Layanan Stemcell Clinic by Prodia menghadirkan terapi sel punca dengan standar medis dan keamanan tinggi yang dilakukan oleh dokter berpengalaman. Beberapa terapi yang tersedia antara lain untuk penyakit ortopedi seperti lesi osteochondral, osteoarthritis, osteoporosis, reparasi dan rekonstruksi tendon atau ligamen, serta cedera meniskus lutut.
Pelanggan dapat memperoleh layanan ini dengan datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan dokter, atau melalui rujukan dari jaringan Klinik Prodia sebelum menjalani terapi sel punca.
Sementara itu, Cynthia Retna Sartika menjelaskan bahwa ProSTEM memiliki kapabilitas riset dan pengembangan terapi sel punca, sel, dan turunannya dengan dukungan teknologi serta standar pengolahan yang ketat. Perusahaan juga telah mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan serta izin operasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk penyimpanan dan pemrosesan sel punca.
Selain itu, ProSTEM juga mengacu pada standar internasional seperti Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy (FACT-NetCord) dan Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB), terutama dalam aspek pengendalian mutu, traceability, dan keamanan produk berbasis sel. Sistem manajemen mutu perusahaan juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015.
“Kolaborasi ini merupakan sinergi antara keahlian ProSTEM dalam pengembangan dan pemrosesan produk berbasis sel dengan kapabilitas Prodia dalam layanan diagnostik serta jaringan klinik yang luas. Kami optimistis kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan terapi regeneratif melalui advanced medicine di Indonesia,” jelas Cynthia.
Sebagai bagian dari peresmian layanan tersebut, Prodia juga menggelar seminar edukasi tentang teknologi sel punca dan penerapannya secara klinis di Indonesia yang menghadirkan dokter spesialis ortopedi dr. Yanuarso. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan terhadap hadirnya layanan terapi sel punca yang dinilai berpotensi membantu regenerasi jaringan, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara aman dan terstandar.
Prodia sendiri terus memperkuat inovasi layanan berbasis diagnostik, preventif, dan wellness. Bersama ProSTEM, perusahaan juga mengembangkan berbagai inisiatif seperti pengembangan biomarker, uji genetik, integrasi data diagnostik, serta edukasi bagi masyarakat dan tenaga medis melalui webinar, workshop, dan kongres berskala nasional maupun internasional.
Di sisi komersial, kolaborasi kedua perusahaan juga mencakup strategi pemasaran dan branding secara terintegrasi, dengan rencana ekspansi layanan terapi regeneratif ke kawasan Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dan transfer teknologi.
