Jakarta, TopBusiness – PT SKS Listrik Kalimantan sebagai bagian dari Grup Sinar Mas tidak hanya berperan menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Tengah, tetapi juga aktif mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terintegrasi dengan strategi bisnis, PT SKS Listrik Kalimantan mengembangkan inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, hingga pelestarian budaya.
Komitmen tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan memperkuat praktik keberlanjutan dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat sekitar operasional PLTU Kalteng-1 yang beroperasi di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
Direktur PT SKS Listrik Kalimantan, Ikhlas Mappatunru, mengatakan bahwa perusahaan memandang CSR sebagai bagian penting dari upaya menciptakan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Seluruh inisiatif CSR perusahaan dikembangkan melalui enam pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya. Pendekatan tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Kami berkomitmen agar setiap program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat,” kata Ikhlas. ujar Ikhlas dalam sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Majalah TopBusiness, Senin (20/4/2026).
Hadir pula dalam penjurian ini, Presiden Direktur SKS Listrik Kalimantan, Chang Xiantong, Head of Public Affairs (Membawahi Divisi CSR) Maulana Muhammad, Head of Technical Support Gatot Widiyanto, Head of Operation Napolin Siregar, Head of Mechanical Anton Hidayat, serta Miranda Puspita R dari tim CSR SKS Listrik Kalimantan.
Tim dari PT SKS Listrik Kalimantan membawakan materi presentasi berjudul: “Strategic Judging Session TOP CSR Awards 2026: Driving LongTerm Value Through CSR–ESG Alignment”.
Kontribusi Kelistrikan di Kalimantan
Secara operasional, PT SKS Listrik Kalimantan mengelola pembangkit listrik PLTU Kalteng-1 dengan kapasitas 2 x 100 MW. Pembangkit ini memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan regional.
Miranda Puspita R dari tim CSR perusahaan menjelaskan bahwa kontribusi pembangkit tersebut cukup signifikan terhadap sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan.
“PLTU Kalteng-1 berkontribusi sekitar 12,22 persen terhadap sistem kelistrikan Kalimantan dan sekitar 47,39 persen terhadap kebutuhan listrik di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Menurut Miranda, peran strategis tersebut juga diikuti dengan tanggung jawab besar perusahaan dalam mengelola dampak operasionalnya secara berkelanjutan.
“Setiap listrik yang kami hasilkan membawa dua hal, yakni manfaat besar bagi masyarakat sekaligus tanggung jawab besar bagi lingkungan. Karena itu, kami tidak menghindari dampak tersebut, tetapi mengelolanya dan mengubahnya menjadi nilai keberlanjutan,” kata Miranda.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi energi, perusahaan juga mulai mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di area operasional.
Total kapasitas PLTS yang telah terpasang mencapai sekitar 494,50 kWp, yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik internal perusahaan sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
Program CSR Unggulan Pendidikan dan Lingkungan
Dalam menjalankan program CSR, perusahaan mengacu pada standar internasional seperti International Organization for Standardization melalui pedoman ISO 26000 Social Responsibility, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendekatan ini memastikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya bersifat filantropi, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan di bidang pendidikan adalah SLK Mengajar, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitar operasional perusahaan. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru serta kegiatan pembelajaran interaktif bagi siswa.
Program yang dimulai sejak 2022 ini melibatkan sekitar 70 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA, dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan pedagogik, kelas Fun English, serta pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics).
Menurut Miranda, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gunung Mas, di mana rata-rata lama sekolah masih berada di kisaran 8,5 tahun.
Di bidang kesehatan, perusahaan menjalankan program CERIA (CEgah malnutrisi, RIngankan risiko ibu hamil, Anak sehat) yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mencegah kasus stunting di masyarakat.
Program ini dijalankan melalui kegiatan edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, dukungan vaksinasi, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita.
Program CERIA juga mendorong partisipasi masyarakat melalui penguatan kegiatan posyandu di desa sekitar perusahaan. Melalui intervensi di tiga posyandu, program ini berhasil menurunkan risiko malnutrisi hingga sekitar 40–50 persen dalam satu tahun.
Di bidang lingkungan, perusahaan mengembangkan program BATARA (Batako untuk Rakyat) yang memanfaatkan limbah pembakaran batubara berupa fly ash dan bottom ash (FABA) menjadi produk konstruksi seperti batako dan paving block.
Program ini mampu menghasilkan sekitar 450 unit produk per hari dengan melibatkan masyarakat lokal, sehingga tidak hanya membantu pengelolaan limbah industri tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pemanfaatan FABA menjadi material konstruksi merupakan bagian dari upaya kami mendukung ekonomi sirkular sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” ungkap Miranda.
Masih terkait lingkungan, perusahaan juga menjalankan program NURANI (Nursery Tanaman Lestari) yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati melalui penanaman flora endemik Kalimantan.
Program yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan lembaga lingkungan ini berhasil meningkatkan keanekaragaman hayati dan populasi flora endemik hingga sekitar 70 persen dalam periode 2024–2026.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Di bidang ekonomi, PT SKS Listrik Kalimantan mengembangkan program TUMBUH (Tumbuhkan Mandiri Usaha Masyarakat untuk Kesejahteraan) yang bertujuan memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM.
Program ini mencakup penguatan manajemen usaha, akses pasar, hingga pengembangan produk berbasis potensi lokal melalui konsep One Village One Product (OVOP).
Salah satu contoh implementasi program ini adalah pengembangan UMKM makanan ringan Transy Snack yang dikelola oleh kelompok perempuan di desa sekitar perusahaan. Pada 2024, usaha tersebut mencatat rata-rata omzet sekitar Rp16,26 juta.
Selain itu, melalui penguatan BUMDes, program ini juga berhasil mendorong perputaran ekonomi lokal dengan rata-rata omzet usaha mencapai sekitar Rp147,9 juta pada 2024.
Perusahaan juga menjalankan program PETRA BABI, yaitu program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan babi berbasis komunitas yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus pendapatan keluarga.
“Program pemberdayaan ekonomi kami dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang berkelanjutan,” jelas Miranda.
Pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal juga diwujudkan melalui program PETRA BABI (PEnguatan TRAnsformasi BudidayA Bisnís ‘Berkelanjutan dan Inklusif), yaitu program budidaya ternak babi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Program ini diikuti oleh tujuh peserta dengan total 15 ekor ternak dan tingkat partisipasi masyarakat mencapai sekitar 85 persen. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga memanfaatkan limbah organik sebagai pakan ternak sehingga menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan lingkungan, perusahaan juga memberikan perhatian pada pelestarian budaya lokal melalui program PESONA (PElestarian PeSOna budaya NusantarA) yang membina Sanggar Kambang Pancarungan.
Program ini melibatkan sekitar 100 anggota komunitas lokal dan berhasil melestarikan sekitar 75 persen kegiatan budaya tradisional di wilayah tersebut.
Selain program masyarakat, perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif pengembangan sumber daya manusia melalui program Engineering Development Program (EDP) dan Pendidikan Tenaga Pembangkit Listrik (PTPL) yang telah melibatkan lebih dari 180 peserta.
Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi pada capaian perusahaan di bidang keberlanjutan. Perusahaan berhasil meraih peringkat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia serta sejumlah penghargaan kinerja pembangkit listrik dari PT PLN (Persero).
Dalam ajang TOP CSR Awards, PT SKS Listrik Kalimantan tercatat meraih penghargaan TOP CSR Awards Star 4 pada tahun 2024 dan 2025. Tahun ini, perusahaan juga masuk kandidat peraih TOP CSR Awards 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Majalah TopBusiness atas kesempatan yang diberikan kepada PT SKS Listrik Kalimantan untuk berpartisipasi dalam ajang TOP CSR Awards 2026 ini. Bagi kami, kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Ikhlas Mappatunru,
