TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tenang, APBN Indonesia Punya Pertahanan Berlapis

Nurdian Akhmad
22 April 2026 | 11:42
rubrik: Ekonomi
APBN Instrumen Pengelola Kebahagiaan Rakyat?

Ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia memiliki pertahanan berlapis untuk menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia saat ini masih tergolong kuat jika dibandingkan dengan standar internasional. Defisit anggaran tetap dijaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara rasio utang pemerintah masih sekitar 40 persen dari PDB.

“Kalau kita lihat standar internasional, defisit kita masih di bawah 3 persen dan utang sekitar 40 persen. Jadi kondisi kita masih aman,” ujar Purbaya dalam Simposium yang digelar oleh PT Sarana Multi Infrastruktur di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan pemerintah juga memiliki sejumlah instrumen penyangga fiskal yang dapat digunakan jika terjadi tekanan terhadap APBN.

Salah satunya adalah saldo anggaran lebih (SAL) yang masih tersedia dalam jumlah besar. “Saya masih punya sekitar Rp40 triliun dalam bentuk SAL. Jadi pertahanan APBN kita berlapis-lapis,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat penerimaan negara melalui perbaikan sistem pengumpulan pajak.

Purbaya mengungkapkan dalam dua bulan pertama tahun ini penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ini indikasi awal bahwa tax collection kita membaik. Saya akan pertahankan sampai akhir tahun,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan realokasi belanja negara agar anggaran lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Belanja yang dinilai kurang produktif akan dikurangi, sementara program yang memiliki dampak besar terhadap sektor riil akan diprioritaskan.

Purbaya juga menegaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi, termasuk mempertahankan subsidi bahan bakar minyak bagi masyarakat. “BBM bersubsidi tetap kita jamin sampai akhir tahun. Itu bagian dari menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:   APBN Instrumen Pengelola Kebahagiaan Rakyat?

Ia menambahkan kredibilitas fiskal menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Menurutnya, ketika investor melihat kebijakan fiskal yang disiplin dan kredibel, biaya pendanaan negara akan lebih rendah dan arus investasi akan semakin kuat.

“Di ekonomi modern credibility is everything. Kalau Indonesia dianggap kredibel, yield akan turun, cost dana lebih murah, dan investor akan masuk,” ujarnya.

Dengan berbagai lapisan perlindungan fiskal tersebut, pemerintah optimistis APBN tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan nasional di tengah dinamika global.

Tags: apbn
Previous Post

Purbaya: RI Harus Keluar dari Kutukan Pertumbuhan 5%

Next Post

Midtrans Terapkan ESG dalam Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR