Jakarta, TopBusiness — PT Midtrans, perusahaan payment gateway terkemuka di Indonesia, terus memperkuat tata kelola bisnis berkelanjutan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai bagian dari ekosistem GoTo Financial, Midtrans berkomitmen menghadirkan dampak positif tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Perusahaan yang bergerak di sektor layanan keuangan digital ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring dengan upayanya mengintegrasikan ESG dalam berbagai aspek operasional, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR). Midtrans juga berupaya mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Salah satu bentuk implementasi nyata terlihat dari dukungan Midtrans terhadap ekosistem transportasi digital, baik roda dua maupun roda empat. Perusahaan turut mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.
Head of Sales Midtrans, Rosanti Carolina Mas Oen, menegaskan bahwa perusahaannya mengadopsi strategi ESG GoTo yang dikenal dengan komitmen “Tiga Nol”, yaitu nol emisi, nol sampah, dan nol hambatan.
“Komitmen nol emisi kami diwujudkan melalui target platform net-zero di seluruh rantai nilai, termasuk transisi penuh ke energi terbarukan untuk seluruh kantor operasional,” ujar Rosanti dalam presentasinya di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, komitmen nol sampah dilakukan dengan mengurangi hingga mengeliminasi limbah dari kegiatan operasional. Midtrans juga menerapkan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab di seluruh kantor.
Sementara itu, prinsip nol hambatan difokuskan pada upaya mendorong inklusivitas dan pertumbuhan sosial-ekonomi di seluruh ekosistem GoTo, sehingga seluruh pemangku kepentingan dapat merasakan manfaatnya secara merata.
Dalam aspek internal, Midtrans mengintegrasikan nilai ESG sebagai bagian dari budaya perusahaan. Pendekatan ini diwujudkan melalui internalisasi CSR dan ESG sebagai perilaku sehari-hari karyawan.
Melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), berbagai program sosial dijalankan, antara lain pemberian beasiswa berkelanjutan bagi anak mitra pengemudi, bantuan cepat bagi mitra yang terdampak krisis, serta distribusi satu juta voucher makanan setiap minggu untuk para driver.
Di bidang ketenagakerjaan, Midtrans juga menekankan pentingnya kesetaraan dan inklusivitas melalui penerapan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Perusahaan berkomitmen menghapus kesenjangan gender, menciptakan lingkungan kerja inklusif, serta memberikan kesempatan pengembangan kompetensi yang merata bagi seluruh karyawan.
Untuk mendukung kualitas sumber daya manusia, Midtrans menjalankan berbagai program pelatihan internal dan eksternal, termasuk pelatihan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta sertifikasi internasional seperti ISO.
Dalam strategi keberlanjutan, Midtrans juga mengembangkan inisiatif green jobs serta mendorong mobilitas listrik. Salah satunya melalui strategi akuisisi perusahaan Green SM guna mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia.
Selain itu, perusahaan menghadirkan program Car Ownership Program (COP) khusus kendaraan listrik bagi karyawan sebagai bentuk dorongan adopsi energi bersih di lingkungan internal.
Di sektor lingkungan, Midtrans bekerja sama dengan Waste4Change untuk pengelolaan limbah operasional, termasuk jaket dan helm. Langkah ini diharapkan mampu menekan jumlah limbah sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.
Dari sisi sosial, perusahaan mengukur dampak melalui Social Return on Investment (SROI), yang mencerminkan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat serta penurunan risiko kecelakaan kerja.
Midtrans juga memberikan perlindungan kesehatan komprehensif bagi karyawan melalui integrasi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan asuransi swasta, sehingga memberikan jaminan keamanan yang lebih optimal.
Dalam aspek layanan, perusahaan terus menjaga standar pelayanan yang responsif, ramah, dan solutif kepada konsumen. Kecepatan serta ketepatan dalam menangani permasalahan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan reputasi perusahaan.
“Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya menjadi strategi bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh ekosistem,” tutup Rosanti.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Midtrans menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan fintech yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang.
