Jakarta, TopBusiness – Perusahaan tambang emas Pani Gold Mine (PGM) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat di sekitar wilayah operasional. Beroperasi di Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, perusahaan yang terafiliasi dengan Merdeka Gold ini berupaya memastikan masyarakat lokal dapat memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja.
Melalui program unggulan bertajuk Bernas PGM (Program Pohuwato Merdeka), perusahaan menginisiasi pendekatan terintegrasi dalam membangun talenta lokal. Program ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat di lingkar wilayah kerja operasional produksi (WKP) agar mampu terserap langsung di industri pertambangan, khususnya di PGM.
Deputy Manager PGM, Irwan Hasri Lupoyo, menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan SDM lokal.
“Program ini berfokus pada investasi sumber daya manusia yang terintegrasi dalam membangun talenta lokal Pohuwato melalui pendekatan berjenjang, mulai dari penguatan pendidikan hingga kesiapan kerja. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” ujarnya dalam presentasi di ajang TOP CSR Awards 2026, Selasa (28/4/2026).
Turut hadir Mahesha Lugiana sebagai Manager CSR Pani Gold Mine, Reza Sjafirman (Sr. Spv Comdev Pani Gold Mine), dan Ezra Melita Sitanggang – Spv Corcom Pani Gold Mine.
Dalam implementasinya, Bernas PGM mencakup sejumlah program strategis. Salah satunya adalah Pengajar Merdeka Pohuwato, yang berfokus pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan metode pembelajaran. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama pengembangan talenta lokal dalam jangka panjang.
Selain itu, terdapat program Talenta Merdeka Pohuwato, yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan kerja masyarakat melalui pelatihan teknis dan pengembangan perilaku kerja. Program ini mencakup kegiatan pelatihan, On-the-Job Training (OJT), serta sertifikasi kompetensi agar peserta siap bersaing dan terserap di dunia industri.
PGM juga menerapkan metode pembelajaran yang komprehensif, mulai dari pelatihan terstruktur, fasilitasi diskusi kelompok, hingga mentoring jangka panjang. Pendekatan ini memungkinkan transfer pengetahuan dan keterampilan berjalan optimal, sekaligus mendorong pengembangan kapasitas individu secara berkelanjutan.
Program pengembangan talenta lokal ini disusun berbasis batch dan jenjang, sehingga peserta dapat mengikuti tahapan pembelajaran secara sistematis sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Melalui pendekatan tersebut, PGM menargetkan terbentuknya tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi teknis, disiplin kerja, serta pengalaman lapangan yang memadai.
Irwan menambahkan bahwa keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga kerja, tetapi juga memberikan dampak sosial yang lebih luas.
“Dengan meningkatnya kesiapan kerja masyarakat, diharapkan konflik sosial yang disebabkan oleh isu ketenagakerjaan dapat diminimalkan,” jelasnya.
Selain fokus pada pengembangan SDM, PGM juga menjalankan berbagai program unggulan lain yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program tersebut meliputi penyediaan makanan bergizi melalui inisiatif “Makan Baik”, renovasi sekolah, dukungan sarana dan prasarana pendidikan, pemberian makanan tambahan bagi masyarakat, renovasi kios dan warung makan, serta penguatan ketahanan pangan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pani Gold Mine berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosialnya. Program CSR yang terarah dan berkelanjutan ini diharapkan mampu menjadi katalis dalam mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
