Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT/ IPC Car Terminal) akan melepas 30% sahamnya ke publik (initial public offering/IPO) pada akhir paruh pertama 2018. Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) ini berharap bisa meraih dana Rp 1 triliun dari IPO tersebut.
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan perusahaan.
“Dalam 5 tahun ke depan, kami ingin menambah kapasitas terminal dari yang saat ini 700.000 unit mobil per tahun menjadi 2,5 juta unit mobil per tahun. Kami juga akan memperluas lahan area terminal dari 31 hektar saat ini menjadi 89,5 hektar, dan juga ikut berekspansi mengoperasikan terminal kargo kendaraan di pelabuhan lainnya di seluruh Indonesia,” tutur Chiefy dalam konferensi pers di Graha CIMB Niaga, Rabu (11/4/2018).
Terkait proses IPO, menurut dia, saat ini dalam proses registrasi tahap pertama di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga diharapkan akhir semester I sudah bisa listing. Saat ini, pihaknya sudah mendapat persetujuan dari Komite Kementerian BUMN dan tinggal mennggu persetujuan Menteri BUMN.
“Dalam IPO ini, kami akan menggandeng Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, dan BNI Sekuritas sebagai joint lead underwriter serta PWC dan dilanjutkan oleh Danareksa sebagai penasihat keuangan,” tutur Chiefy.
Sepanjang 2017 IKT mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 34,3% menjadi Rp 422,1 miliar dari Rp 314,3 miliar di tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 32,2% menjadi Rp 130,1 miliar dari 98,4 miliar di tahun 2016.
“Rasio laba bersih terhadap aset (RoA) perusahaan tercatat sebesar 39%, rasio laba bersih terhadap ekuitas (RoE) sebesar 55%, dan rasio ekuitas terhadap aset sebesar 70%. Dari laporan keuangan 2017, total aset kami hingga saat ini tercatat sebesar Rp 336 miliar, dengan CAGR (compound annual growth rate) dari sisi revenue 30,7% dan dari sisi income 37,8%,” ujar Direktur Keuangan & SDM Sugeng Mulyadi.
