TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Dunia: Waktunya Negara Berkembang di Asia Naikkan Suku Bunga

Nurdian Akhmad
12 April 2018 | 14:56
rubrik: Finance
Bank Dunia: Waktunya Negara Berkembang di Asia Naikkan Suku Bunga

Pemaparan Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update di Kantor Bank Dunia, Jakarta Kamis (12/4). Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Bank Dunia (World Bank) mengingatkan negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik untuk memperketat kebijakan moneternya dengan menaikkan suku bunga.  Hal ini perlu dilakukan lantaran risiko global lebih banyak. Selain itu, The Fed diperkirakan akan naikkan suku bunganya lebih cepat.

“Waktunya sudah tiba bagi bank sentral di negara berkembang di kawasan untuk menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter yang longgar negara berkembang di kawasan sudah seharusnya berakhir,” kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudhir Shetty saat memaparkan laporan WB East Asia and Pacific Economic Update di Kantor Bank Dunia, Jakarta Kamis (12/4).

Sudhir melihat, suku bunga Indonesia memang cenderung rendah. Namun, Bank Indonesia diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya. “Masih ada negara lain yang sudah suku bunganya rendah, tingkat utangnya tinggi,” ucap Sudhir.

Ia menilai, era suku bunga yang longgar di negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik sudah usai. “Untuk mengatasi risiko terhadap stabilitas ekonomi makro, negara-negara kawasan perlu mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter dan melanjutkan penguatan peraturan makroprudensial,” kata Sudhir.

Pengetatan kebijakan moneter ini, kata Sudhir, sangat penting khususnya bagi negara-negara dengan tingkat utang yang tinggi atau pertumbuhan kredit yang cepat bisa memperburuk kerentanan sektor keuangan mereka saat suku bunga di negara maju dinaikkan.

 

BACA JUGA:   Bank Dunia: 171,9 Juta Masyarakat Indonesia Masuk Kategori Miskin
Tags: Bank Dunia
Previous Post

MAS Group Gandeng Projek dan 7 Master Franchise untuk Pasarkan Bali Resort Bogor

Next Post

Pembangunan Infrastruktur Dongkrak Penjualan Mobil pada Kuartal I 2018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR