TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MAS Group Gandeng Projek dan 7 Master Franchise untuk Pasarkan Bali Resort Bogor

Nurdian Akhmad
12 April 2018 | 13:15
rubrik: Capital Market, Ekonomi
MAS Group Gandeng Projek dan 7 Master Franchise untuk Pasarkan Bali Resort Bogor

Foto: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Setelah sukses memasarkan Bali Resort Serpong di Serpong, kini PT Mekar Agung Sejahtera (PT MAS) kembali ingin mengulang kesuksesan tersebut dengan meluncurkan Bali Resort Bogor.

Anak usaha MAS Group, salah satu pengembang perumahan terkemuka di Indonesia ini, mengembangkan proyek perumahan Bali Resort Bogor yang berlokasi di Jl. Letkol Atang Sanjaya, Desa Bantarjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

“Bali Resort Bogor dikembangkan dengan konsep bernuansa Bali, dimana di dalamnya ada taman-taman tematik, ornamen-ornamen Bali yang melengkapi berbagai fasilitas di dalamnya,” ujar Direktur Utama PT MAS Sengkono Dharmawan dalam acara Penandatanganan Kerjasama MAS Group dengan Projek-Proviz dan 7 Master Franchise untuk Pemasaran Bali Resort Bogor, Rabu (11/4/2018) di Premier Mal Alam Sutera, Serpong, Rabu (11/4/2018).

Untuk mengembangkan proyek ini, PT MAS menyiapkan investasi sebesar Rp500 miliar dengan membidik segmentasi pasar millenial.

Guna mempercepat pemasaran Bali Resort Bogor, PT MAS menggandeng aplikasi PROJEK dan tujuh master franchise agen properti yakni Century21, ERA, Harcouts, LJ Hooker, Promex, Remax, dan Ray White. “Berbagai strategi kami jalankan dalam melakukan pemasaran proyek Bali Resort Bogor. Kami optimis dengan dibantu pemasarannya oleh PROJEK dan 7 Master Franchise, proyek Bali Resort Bogor akan sukses dipasarkan dalam waktu singkat, karena mereka memiliki pengalaman panjang dan telah sukses memasarkan proyek properti. Kami menargetkan dari kerjasama ini bisa menjual habis 2 cluster, minimal 90 persen hingga akhir tahun ini,” kata Sengkono.

Menurut founder Projek-Proviz yang juga bertindak sebagai konsultan pemasaran Bali Resort Bogor, Andy Natanael, bahwa pasar landed house di Bogor sangat baik. “Karena Bogor merupakan daerah penyanggah Jakarta, dengan jangkauan yang masih cukup luas, transportasinya cukup tersedia, dan merupakan daerah yang sedang berkembang, sehingga ceruk pasar perumahan masih cukup tinggi, terutama keluarga muda atau millenial,” ujar Andy.
Andy menambahkan, bahwa Bali Resort Bogor memiliki berbagai keunggulan. “Antara lain merupakan satu-satunya perumahan komersial yang sangat terjangkau di kawasan Bogor dengan memakai granit tile untuk lantainya, dan sanitari Toto, tentunya dengan taman-taman tematik dan ornamen bernuasa Bali,” paparnya. Selain itu, sambung Andy, memiliki akses yang mudah dijangkau. “Bali Resort Bogor sangat dekat dengan pintu exit tol Lingkar Luar Bogor (BORR 2),” tuturnya.

BACA JUGA:   BEI Hentikan Perdagangan Saham BDMN dan BBNP

Proyek perumahan Bali Resort Bogor ini dikembangkan di atas lahan seluas 13 hektar yang rencananya akan dibangun 801 unit Rumah, dan 31 unit Ruko (rumah toko), serta 1 Club House (kolam renang), juga kantor marketing yang megah. Bali Resort Bogor terdiri dari 4 cluster yakni Kintamani, Uluwatu, Jimbaran, Tabanan dan 1 Boulevard dengan ROW jalan 12 meter dan dilengkapi area komersial.

Adapun rumah di Bali Resort Bogor terdiri dari berbagai type yaitu: 33/66, 38/77, 45/90, 45/102, 62/66, 62/77, 79/90, 79/102, 93/105, 101/119 dan Ruko 2 lantai. Harganya mulai Rp300 jutaan sampai Rp1 miliaran. Cara pembayarannya flexible, bisa cash keras, cash bertahap 18 kali, dan KPR (kredit perumahan rakyat) dengan DP (uang muka) 15% dapat dicicil 18 kali.

“Untuk tahap awal kami akan membangun cluster Kintamani pada April ini yang secara bertahap akan diserahterimakan kepada konsumen pada awal tahun 2019,” ujar Sengkono.

 

Tags: MAS Grouppengembangproperti
Previous Post

Harga Minyak Mentah Melonjak, Catat Rekor Tertinggi

Next Post

Bank Dunia: Waktunya Negara Berkembang di Asia Naikkan Suku Bunga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR