TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Strategi CSR PT Berdikari yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

Fauzi
8 May 2026 | 22:51
rubrik: CSR, Event
Ini Strategi CSR PT Berdikari yang Berdampak Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Hadir di sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, PT Berdikari mengungkap berbagai gebrakannya sebagai BUMN yang fokus memperkuat industri peternakan nasional. Mulai dari melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi, penguatan ketahanan pangan, hingga implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berdampak langsung bagi masyarakat.

General Manager Corporate Secretary & SR PT Berdikari, AS. Hasbi Al-Islahi mengatakan, perusahaan saat ini tengah memasuki fase transformasi besar seiring penugasan strategis pemerintah di sektor pangan nasional.

“Visi besar kami adalah menjadi perusahaan agroindustri terbaik yang inovatif, kompetitif, tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Hasbi di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026 antara lain Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), Ben de Haan (MSI), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia), Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, perubahan besar tersebut akan semakin diperkuat pada 2026, ketika Berdikari kembali berada di bawah holding Danantara dan difokuskan sebagai perusahaan unggas yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Berdikari di 2026 ini ada penugasan yang luar biasa. Penugasan itu dua, pertama penugasan dalam importasi. Yang kedua penugasan dalam membangun infrastruktur hilirisasi,” katanya.

Core Business

Dalam menjalankan usahanya, PT Berdikari menegaskan tiga core business utama perusahaan, yakni perunggasan, ruminansia, serta trading dan retail.

Pada sektor perunggasan, perusahaan ingin memastikan kontribusi nyata dalam penyediaan protein hewani berbasis unggas sekaligus memperkuat posisi korporasi di industri tersebut.

“Perunggasan ini tentunya kita ingin memastikan bahwa Berdikari bisa berkontribusi dalam penyediaan protein hewani yang berasal dari unggas,” ujar Hasbi yang pada sesi penjurian ini didampingi oleh Lisna S. Siregas, selaku Manager Corporate Communication PT Berdikari.

Selain unggas, Berdikari juga mendapat mandat memperkuat sektor ruminansia atau daging merah sebagai bagian dari ketahanan protein nasional.

“PT Berdikari juga ingin ditugaskan untuk bisa berperan aktif dalam penyediaan protein hewani yang berasal dari ruminansia atau daging merah,” katanya.

Sementara itu, sektor trading masih menjadi penopang utama bisnis perseroan. Menurut Hasbi, hampir 90 persen basis bisnis Berdikari saat ini masih berasal dari trading dan retail.

BACA JUGA:   Dari Lahan Sekitar Tambang Jadi Lumbung Produktif, Begini Cara CSR PT Cipta Kridatama Bangkitkan Ekonomi Desa

Perusahaan yang berdiri sejak 1966 tersebut resmi menjadi persero pada tahun 2000 dan terus melakukan transformasi untuk memperjelas arah bisnis serta memperkuat peran sebagai BUMN pangan nasional.

Berdikari mendapat penugasan besar pemerintah dalam sektor importasi bahan baku pakan, daging, dan live cattle atau sapi hidup.

Menurut Hasbi, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi nasional menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global.

“Ini menjadi bagian strategi besar dalam ketahanan pangan nasional, dalam ketahanan protein nasional, untuk memastikan bahwa pakan untuk sumber input dari produksi peternakan itu bisa lebih murah, lebih stabil,” ujarnya.

Importasi bahan baku pakan meliputi gandum dan soybean meal (SBM). Pemerintah, kata dia, ingin memastikan industri peternakan nasional memperoleh pasokan bahan baku yang stabil sehingga harga produk peternakan tetap terkendali.

Kinerja perusahaan pun mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan Berdikari tercatat meningkat dari Rp2,1 triliun pada 2023 menjadi Rp6 triliun di 2024, lalu naik menjadi Rp9,1 triliun pada 2025. Pada 2026, perusahaan memproyeksikan pendapatan dapat menembus Rp42 triliun seiring besarnya penugasan pemerintah.

Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi

Selain importasi, Berdikari juga mendapat mandat membangun ekosistem hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dengan nilai investasi hampir Rp20 triliun.

Investasi tersebut mencakup pembangunan pembibitan, pabrik pakan, pabrik obat hewan, pengolahan produk, hingga penguatan logistik dan pemasaran.

“Tujuan dilakukan investasi hampir Rp20 triliun ini adalah membuktikan, memastikan bahwa negara turun tangan di industri hulu peternakan,” kata Hasbi.

Ia menjelaskan, sektor hulu peternakan selama ini kurang diminati industri karena membutuhkan investasi besar dan bersifat jangka panjang. Karena itu, negara hadir untuk memperkuat fondasi industri peternakan nasional.

Pendanaan investasi tersebut didukung Danantara, sementara pemerintah juga menyiapkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga 3 persen senilai Rp50 triliun yang dapat diakses koperasi, UMKM, serta peternak rakyat.

“Harapannya, inovasi-inovasi yang sudah dibangun, yang sudah dilakukan baik di pusat riset nasional ataupun di kampus, ini bisa diimplementasikan dalam membangun sistem hilirisasi ayam terintegrasi,” ujarnya.

Berdikari juga menggandeng Kementerian Pertanian, BRIN, serta perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan pengembangan sistem peternakan modern yang lebih efisien dan produktif.

BACA JUGA:   PPM KEI Membangun Ekonomi Pulau Pagerungan

Menurut Hasbi, langkah strategis tersebut diperlukan untuk mendukung kebutuhan Program MBG yang diperkirakan membutuhkan tambahan telur hampir 0,7 juta ton per tahun serta tambahan kebutuhan daging mencapai 1,1 juta ton.

“Kalau tidak dilakukan langkah-langkah strategis ini, dikhawatirkan harga telur akan naik dan kontraproduktif dengan kesuksesan MBG yang menjadi agenda besar Bapak Presiden,” katanya.

Program hilirisasi tersebut juga diproyeksikan mampu menyerap hampir 1,4 juta tenaga kerja.

Tahap awal pembangunan hilirisasi telah dimulai melalui groundbreaking serentak pada 6 Februari 2026 di sejumlah wilayah, seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Lampung, Gorontalo, NTB, hingga Kalimantan Timur.

“Tiga ini sudah dalam tahap land clearing lahan. Jadi on progress,” ujar Hasbi.

Secara keseluruhan, terdapat hampir 323 unit fasilitas yang akan dibangun dalam tiga tahun ke depan di berbagai daerah Indonesia.

“Ini peran Berdikari dalam menata membangun hilirisasi ayam terintegrasi,” katanya.

TJSL yang Berdampak Nyata

Di luar penguatan bisnis, Berdikari juga menempatkan program TJSL sebagai bagian penting strategi perusahaan.

Hasbi mengatakan, tujuan utama TJSL Berdikari adalah menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui empat strategi utama, yakni fokus pada dampak, peningkatan tata kelola, peningkatan kolaborasi, dan engagement pegawai.

“Tujuan dan strategi TJSL Berdikari itu untuk mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, perusahaan menerapkan prinsip tepat sasaran, terukur, berkelanjutan, dan transparan.

“Berkelanjutan, memberi dampak jangka panjang, bukan hanya bantuan sesaat,” kata Hasbi.

Ia menambahkan, seluruh pelaksanaan TJSL dilaporkan melalui sistem informasi yang dikelola Kementerian BUMN sehingga prosesnya dapat dipantau dan dievaluasi secara akuntabel.

Gerakan Pangan Murah hingga Edukasi Gizi

Salah satu program CSR unggulan Berdikari adalah Gerakan Pangan Murah Berdikari yang dilaksanakan di berbagai titik bersama pemerintah dan ID Food Group.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya stabilisasi pangan nasional sekaligus menunjukkan kehadiran BUMN di tengah masyarakat.

Selain itu, Berdikari juga aktif mengampanyekan pentingnya konsumsi protein hewani melalui Program Makan Gizi Gratis.

BACA JUGA:   Tali Asih Pensiunan Jadi Pilar CSR, Dorong Kinerja BPR DP Taspen yang kian Melesat

“Program Makan Gizi Gratis ini memang sifatnya campaign. Kita ingin mengedukasi publik bahwa pentingnya makan bergizi,” ujar Hasbi.

Ia menyoroti masih rendahnya konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia dibanding negara lain.

“Konsumsi ayam kita ini masih 11 kilogram per tahun per kapita. Rata-rata global sudah 25 kilogram,” katanya.

Menurutnya, peningkatan konsumsi protein hewani memiliki korelasi kuat terhadap kualitas sumber daya manusia dan kemajuan suatu negara.

“Negara-negara maju itu cenderung konsumsi protein hewani tinggi,” ujarnya.

Bangun Kandang hingga Pengelolaan Sampah

Program CSR lain yang dijalankan Berdikari adalah pembangunan kandang dan penyediaan pakan ternak berbasis pemanfaatan material bekas produksi.

Perusahaan membangun model kandang murah yang tahan lama dan dapat direplikasi masyarakat.

“Kandang ini luar biasa dampaknya, dan ini dijadikan role model,” kata Hasbi.

Di bidang lingkungan, Berdikari juga menjalankan bantuan sarana pengelolaan sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap sanitasi lingkungan sekitar operasional perusahaan.

“Ke depan kita akan lebih banyak, tidak hanya menyiapkan tong sampahnya, gerobak sampahnya, tetapi proses pengolahannya pun akan menjadi bagian penting dalam TJSL Berdikari,” ujarnya.

Perusahaan juga menjalankan program Tebar Kebaikan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan nilai kebersamaan di masyarakat.

Tata Kelola CSR Berbasis ESG

Dalam aspek tata kelola, Berdikari menegaskan bahwa seluruh program CSR dirancang berdasarkan prinsip environmental, social, governance (ESG).

Perencanaan program mengacu pada SDGs, Asta Cita pemerintah, aspirasi pemegang saham, serta kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin bahwa proses ini bisa akuntabel, transparan, dan tentunya terbuka,” kata Hasbi.

Perusahaan juga telah menerapkan sistem monitoring berbasis dashboard yang memungkinkan perkembangan program dipantau para pemangku kepentingan.

Hasbi menegaskan, tantangan besar penugasan negara yang diterima Berdikari pada 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat kontribusi bisnis sekaligus sosial.

“Tahun ini adalah tahun yang luar biasa karena penugasan yang besar. Risiko hukumnya besar, risiko tanggung jawabnya besar. Tetapi karena ini penugasan negara, kami tetap harus confident, harus optimis,” ujarnya.

Menurutnya, Berdikari ingin memastikan bahwa keberhasilan bisnis perusahaan berjalan seiring dengan kontribusi terhadap lingkungan, masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Tags: PT berdikariTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Laba Bersih Melejit 236% di Kuartal I, Sun Life Bidik Pasar Asuransi Syariah dengan Merilis SHIFA Signature

Next Post

Perkuat Kolaborasi, BTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara kian Modern

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR