PT Kutai Energi terus menguatkan komitmennya terhadap Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang selaras dengan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Selama dua tahun terakhir, banyak program CSR yang telah dan sedang dijalankan secara berkelanjutan, terutama di wilayah operasional pertambangannya (ring 1).
Jakarta, TopBusiness – PT Kutai Energi merupakanperusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Perusahaan ini beroperasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan memproduksi batu bara untuk kebutuhan pasar ekspor maupun ungtuk pasar dalam negeri. Perusahaan memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) seluas 6.892 hektare di Kecamatan Loa Janan dan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atas operasionalnya, PT Kutai Energi juga konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Dalam menjalankan program CSR, PT Kutai Energi berpedoman pada Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM) yang disahkan bersama dengan para stake holder (pemangku kepentingan). Perusahaan bahkan juga telah mengimplementasikan sistem manajemen terintegrasi berbasis International Organization for Standardization (ISO) 26000, untuk memastikan efektivitas dari program CSR dan dampaknya agar lebih optimal dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Program-program CSR disusun dengan mengacu pada prinsip International Organization for Standardization tentang tanggung jawab sosial, khususnya pada aspek pengembangan masyarakat, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya.
Secara regulasi, pelaksanaan CSR di antaranya mengacu Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, khususnya pasal 74 yang mewajibkan perusahaan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Se;lain itu juga Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.
Komitmen dan konsistensi dalam menjalankan program CSR yang sejalan dengan strategi bisnis secara berkelanjutan, kembali menghantarkan perusahaan tambang yang beroperasi di Kutai Karta Negara (Kaltim) ini, kembali masuk nominasi untuk penghargaan TOP CSR Award 2026. Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan secara daring pada Senin (18/05/2026) yang dihelat Majalah TopBusiness melalui aplikasi zoom meeting. Kali ini, Tim PT KUtai Energi membawakan materi presentasi bertajuk “Investasi Pendidikan Lingkungan Untuk Generasi Emas”.
Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Kepala Teknik Tambang PT Kutai Energi, Widya Habsara bersama tim. Di antaranya Bonny Irvan Faizal, Supervisor Business Project, Irvan Faizal, Supervisor Business Project, Parwito, Supervisor Ekonomi Kreatif, serta Amran (0fficer). Sedang tim juri penilai, terdiri Nurdizal M Rachman (Corebest Indonesia), Dwinda Ruslan -Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro -Pakem), Anies J Boesra (Yayasan Kepak Sayapku), Nurul Yakin Setiabudi (IDTUG), serta Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks) /MSI Group) sekaligus sebagai moderator.
Dalam sesi tanya jawab dengan tim juri, Widya Habsara menegaskan bahwa program CSR PT Kutai Energi tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat sekitar wilayah operasional, tetapi juga mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan sesuai dengan SDGs. Di antaranya diarahkan melalui pendidikan lingkungan, penguatan ekonomi warga, hingga pengurangan emisi karbon.
Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian ialah program pendidikan lingkungan “SERULING” atau Sekolah Ramah Untuk Lingkungan. Program ini mendorong pembentukan budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah.
Melalui program tersebut, PT Kutai Energi mengembangkan berbagai kegiatan edukasi lingkungan, penyediaan fasilitas sekolah hijau, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penerapan pola hidup sehat dan ramah lingkungan.
Program SERULING juga mendorong penggunaan transportasi bersama untuk mengurangi emisi karbon serta edukasi pertanian dan peternakan berkelanjutan kepada para siswa dan masyarakat. “Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, bank sampah, dan sejumlah sekolah di wilayah Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Hasilnya, sejumlah sekolah berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi hingga nasional. Salah satunya SMPN 2 Loa Janan yang meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2023 dan dipersiapkan menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri 2024.
Selain bidang pendidikan, perusahaan juga fokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui program peternakan lebah madu kelulut dan pengembangan UMKM berbasis pangan lokal. “Program peternakan lebah madu kelulut dikembangkan untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar secara berkelanjutan dengan modal yang relatif kecil,” terang Bonny Irfan Faizal, menambahkan.
Sementara itu, program pengembangan UMKM Tani Barokah melibatkan kelompok ibu rumah tangga dan anggota PKK untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi produk makanan dan minuman bernilai ekonomi.
Raih PROPER Hijau KLHK
Di sektor lingkungan, PT Kutai Energi juga menjalankan penghijauan melalui penanaman bibit tanaman buah dan tanaman penutup tanah (cover crop), termasuk mendukung pengelolaan sampah organik dan anorganik di masyarakat. Terkait lingkungan, salah satu capaian yang juga membangakan yakni mendapatkan peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari KLHK dari sebelumnya Proper Biru.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sudah melampaui standar ketaatan dasar, berhasil menjalankan inovasi ramah lingkungan serta pemberdayaan masyarakat yang lebih berdampak. Dengan PROPER Hijau: perusahaan telah berhasil naik kelas karena dinilai tidak hanya mematuhi hukum, tetapi telah melakukan berbagai pengelolaan lingkungan yang jauh melebihi standar yang diwajibkan.
Perusahaan juga turut menunjukkan komitmen terhadap pengurangan emisi karbon melalui penggunaan sistem photo cell untuk penerangan jalan otomatis. Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan listrik sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
