Jakarta, TopBusiness – Yayasan Ngakarya Bakti Indonesia Foundation membawa program sosial berbasis seni visual “Kelas Kanvas” dan “Kata Tembok” dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Senin (18/5/2026). Program tersebut dinilai menjadi upaya nyata dalam membangun kreativitas generasi muda sekaligus menghadirkan dampak sosial dan lingkungan melalui pendekatan seni yang kolaboratif.
Direktur Yayasan Ngakarya Bakti Indonesia Foundation, Ipung Purwanto, menjelaskan bahwa “Kelas Kanvas” merupakan program kelas menggambar gratis yang ditujukan bagi anak-anak kurang mampu, mulai dari anak jalanan, penghuni panti asuhan, rumah yatim piatu hingga kampung pemulung. Program itu menjadi ruang belajar kreatif sekaligus wadah pengembangan sumber daya manusia berbasis seni visual.
Sementara “Kata Tembok” merupakan bentuk praktik pembelajaran mural dari “Kelas Kanvas” yang mengangkat tema lingkungan dan kampanye pesan-pesan positif di ruang publik maupun tempat kegiatan sosial. Program ini tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menghidupkan lingkungan melalui pesan edukatif yang dekat dengan masyarakat.
“Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda yang mempunyai minat di bidang kreatif untuk menjadi volunteer sebagai pendamping maupun sebagai narasumber,” terang Ipung Purwanto
Ngakarya sendiri merupakan komunitas pegiat seni visual yang berdiri sejak 10 April 2018. Komunitas tersebut aktif menghadirkan berbagai program kreatif dan sosial melalui kolaborasi dengan komunitas, brand, instansi pemerintah hingga lembaga masyarakat. Yayasan ini mengusung visi “Kreatif, Berkarya, Bermakna dan Berdampak Positif” sebagai dasar pelaksanaan program-program sosialnya.
Dalam pemaparannya, Ipung Purwanto menyebut kegiatan “Kelas Kanvas” dan “Kata Tembok” yang dijalankan sejak 2018 hingga 2026 telah memberikan dampak sosial sekaligus nilai ekonomis bagi masyarakat. Program tersebut juga dinilai relevan dengan pengembangan SDM, khususnya generasi muda yang aktif dan kreatif.
“Melalui program tersebut, yayasan menargetkan peningkatan kreativitas generasi muda di bidang seni visual atau hard skill, menciptakan lingkungan yang lebih estetik dan dekat dengan masyarakat, meningkatkan awareness perusahaan melalui program CSR, serta menyampaikan pesan visual yang positif kepada publik,” ujar Ipung.
Program dijalankan melalui sejumlah tahapan mulai dari pemetaan area, pemilihan lokasi, koordinasi dengan brand atau perusahaan, penyusunan anggaran, pembukaan volunteer, pelaksanaan kegiatan hingga evaluasi. Dalam setahun, kegiatan dilakukan sekitar empat sampai enam kali dengan dukungan lima tenaga profesional dan 10 hingga 20 volunteer. Keberhasilan program diukur dari peningkatan keterampilan SDM, tersampaikannya pesan visual dan branding perusahaan kepada masyarakat.
Menurut Ipung, kekuatan utama program tersebut terletak pada kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Kegiatan tidak hanya diikuti volunteer dan komunitas kreatif, tetapi juga warga sekitar hingga internal perusahaan atau brand yang menjadi mitra kegiatan.
“Program ini melibatkan volunteer, warga sekitar, hingga internal perusahaan atau brand, sehingga tercipta kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” jelas Ipung.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, yayasan juga melakukan koordinasi bersama instansi pemerintah mulai tingkat kelurahan, kecamatan hingga provinsi. Program tersebut dinilai fleksibel dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lapangan sesuai kebutuhan lokasi dan peserta yang terlibat.
Pada aspek monitoring dan evaluasi, yayasan melakukan pemantauan secara berkala terhadap jalannya program, mulai dari proses pelaksanaan, keterlibatan peserta, kondisi lapangan hingga koordinasi antar pihak. Tingkat kepuasan peserta, volunteer, warga sekitar dan perusahaan juga menjadi bagian penting dalam evaluasi program. Penilaian efektivitas dilakukan berdasarkan dampak visual, peningkatan interaksi sosial serta relevansi program terhadap kebutuhan lingkungan.
Yayasan Ngakarya Bakti Indonesia Foundation menilai program “Kelas Kanvas” dan “Kata Tembok” memiliki dampak sosial dan visual yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program tersebut juga disebut mampu memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat melalui aktivitas yang lebih humanis dan partisipatif. Selain itu, kegiatan ini dianggap memiliki nilai dokumentasi dan publikasi yang kuat untuk kebutuhan branding perusahaan maupun kampanye sosial.
Yayasan Ngakarya Bakti Indonesia Foundation menegaskan program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial seremonial, tetapi juga bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif.
“Dengan konsep yang fleksibel dan adaptif, program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari strategi branding, social impact, dan sustainability perusahaan secara berkelanjutan,” pungkas Ipung.
