TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Saham Perbankan dan Komoditas

Agus Haryanto
20 May 2026 | 09:29
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Rabu (20/5/2026) dibuka melemah 18,48 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.352,20.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 masih mampu bertahan di zona hijau setelah naik tipis 0,19 poin atau 0,03 persen ke posisi 635,01.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi di BEI terpantau cukup aktif. Frekuensi perdagangan tercatat mencapai sekitar 112 ribu kali transaksi dengan volume perdagangan sekitar 1,9 miliar saham dan nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp1 triliun.

Pelemahan IHSG pada awal sesi perdagangan dipicu tekanan jual pada sejumlah saham kapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan komoditas yang menjadi penopang utama indeks.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat turun 1,2 persen ke level Rp8.150 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 1,5 persen ke posisi Rp4.020 per saham, sedangkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 1,3 persen menjadi Rp5.175 per saham.

Tekanan juga terjadi pada saham sektor pertambangan dan energi. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun sekitar 2 persen ke level Rp1.485 per saham, sementara saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah ke posisi Rp6.050 per saham. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut bergerak di zona merah dan menjadi salah satu pemberat indeks pada awal perdagangan.

Secara sektoral, pelemahan terbesar terjadi pada sektor keuangan, energi, dan barang baku. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung setelah pasar saham domestik mengalami penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.

Selain faktor teknikal, sentimen eksternal juga masih mempengaruhi pergerakan pasar. Pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta potensi perlambatan ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan dunia.

BACA JUGA:   OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 11,16%, Premi Sektor Asuransi Malah Stagnan

Di sisi lain, penguatan tipis pada indeks LQ45 menunjukkan masih adanya minat beli selektif pada saham-saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi. Beberapa investor institusi terlihat mulai melakukan akumulasi pada saham defensif di tengah meningkatnya volatilitas pasar.

Analis memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini dengan kecenderungan melemah terbatas. Level support diproyeksikan berada di kisaran 6.300 hingga 6.320, sedangkan resistance berada pada area 6.400 sampai 6.450.

Pelaku pasar juga menunggu sejumlah sentimen domestik, termasuk perkembangan arus dana asing, stabilitas rupiah, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal berikutnya yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

JCI Diperkirakan Turun Hari Ini

Next Post

Inilah Performa Ekonomi Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR