Jakarta, BusinessNews Indonesia – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat total produksi batu bara Indonesia sepanjang kuartal pertama 2008 ini mencapai 69,33 juta ton. Realisasi produksi tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu 74,73 juta ton.
“Produksi batu bara untuk Januari sampai Maret 2018 turun 7 persen dibanding Januari sampai Maret 2017,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Senin (16/4/2018).
Selain produksi, ekspor batu bara pada kuartal I-2018 pun mengalami penurunan. Tercatat, sepanjang periode tersebut, ekspor batu bara sebesar 50,78 juta ton atau 10 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 55,73 juta ton.
Menurut Agung, penurunan ekspor batu bara ini menyesuaikan permintaan batu bara dari negara lain. Khususnya China yang menjadi konsumen batu bara Indonesia setelah musim dingin berakhir.
Di sisi lain, pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri justru mengalami kenaikan. Pada periode Januari sampai Maret 2018, pasokan batu bara domestik mencapai 21,94 juta ton atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 21,50 juta ton.
