Dalam penjurian TOP CSR Awards 2026, Evermos memaparkan strategi keberlanjutan yang terintegrasi dengan model bisnis digital commerce untuk memberdayakan UMKM, perempuan, dan masyarakat di kota-kota kecil Indonesia.
Jakarta, TopBusiness — Di tengah meningkatnya tuntutan praktik bisnis berkelanjutan, perusahaan teknologi connected commerce Evermos menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan tidak sekadar menjadi pelengkap bisnis, melainkan bagian inti dari pertumbuhan perusahaan.
Hal itu disampaikan dalam ajang penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring, Rabu (20/5/2026), saat PT Setiap Hari Dipakai atau Evermos mempresentasikan materi bertajuk “Mengintegrasikan Komitmen Perusahaan dalam Inovasi Keberlanjutan”.
Presentasi dibawakan oleh Head ESG & Sustainability Evermos Andika Dwi Saputra, didampingi Impact & Sustainability Officer Evermos Muhammad Hafizhuddin. Penjurian dihadiri sejumlah dewan juri, yakni Ermon Idrus dari LKN Asta Cita, Benyamin Dehaan dari MSI Group, Melani K. Harriman dari Melani K. Harriman Associates, serta Teguh Imam Suyudi dari TopBusiness.
Menurut Andika, keberlanjutan di Evermos dibangun dari level kepemimpinan tertinggi perusahaan atau tone from the top. Strategi ESG tidak berdiri sendiri, melainkan diturunkan ke seluruh departemen perusahaan sebagai bagian dari arah bisnis jangka panjang.
“Chief of Sustainability Evermos yang juga merupakan Co-Founder dan tergabung dalam Board of Directors mengawasi pengembangan, penentuan prioritas, dan pelaksanaan strategi perusahaan,” ujar Andika.
Mendorong Inklusi Ekonomi dari Akar Rumput
Didirikan pada 2018 dan berbasis di Bandung, Evermos hadir sebagai platform digital connected commerce yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan individu di kota-kota kecil Indonesia. Perusahaan menyediakan solusi berbasis teknologi, komunitas, dan edukasi agar masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan melalui aktivitas penjualan produk.
Model bisnis Evermos mempertemukan pelaku UMKM yang membutuhkan akses pasar dengan para reseller yang sebagian besar berasal dari daerah tier bawah. Platform ini dinilai mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif.
Andika menjelaskan, inklusi ekonomi dan pemberdayaan komunitas menjadi prioritas utama perusahaan karena selaras dengan strategi bisnis perusahaan.
“Strategi dampak sosial Evermos bukan inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan menyatu dalam model bisnis,” kata dia.
Evermos juga memiliki sejumlah kebijakan internal untuk menjaga transparansi dan integritas perusahaan, antara lain kebijakan perlindungan data pribadi, conflict of interest, whistleblowing system, pengelolaan limbah, hingga kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja.
Mayoritas Reseller Perempuan
Dalam paparannya, Evermos membeberkan dampak sosial yang telah dibangun melalui ekosistem digital perusahaan. Hingga 2025, Evermos memiliki lebih dari satu juta reseller yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 200 ribu reseller aktif setiap bulan.
Menariknya, sebanyak 89 persen reseller Evermos merupakan perempuan, sebagian besar ibu rumah tangga dan kelompok masyarakat dengan penghasilan tidak tetap.
Selain itu, sekitar 78,5 persen reseller berasal dari kategori non-fixed income. Kondisi ini menunjukkan bahwa platform digital dapat menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang sebelumnya memiliki akses ekonomi terbatas.
Perusahaan juga aktif memberikan pelatihan digital dan kewirausahaan. Tercatat lebih dari 7.000 jam pelatihan telah diberikan secara daring maupun luring. Dari sekitar 28.000 peserta pelatihan, sebanyak 72 persen di antaranya berhasil meningkatkan transaksi usaha mereka.
“Keberlanjutan bagi kami bukan hanya bicara lingkungan, tetapi bagaimana menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Andika.
Rata-rata pendapatan reseller Evermos pada 2025 bahkan mencapai Rp 2,5 juta per bulan atau mendekati rata-rata pendapatan nasional.
Program CSR Berbasis Pemberdayaan
Evermos juga menjalankan sejumlah program CSR unggulan yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Salah satunya adalah Silaturahmi Reseller, forum tahunan yang menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penyampaian masukan dari reseller kepada perusahaan.
Program lainnya adalah Workshop Digitalisasi Usaha yang dijalankan bersama ILO Jakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membantu masyarakat terdampak PHK dan para pencari kerja memperoleh keterampilan digital baru.
Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan ESG Assessment untuk UMKM guna meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap prinsip keberlanjutan. Melalui program ini, UMKM memperoleh evaluasi dan rekomendasi agar bisnis mereka lebih kompetitif sekaligus berkelanjutan.
Evermos turut menjalankan program “Ada Untuk Ibu” yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan edukasi pengelolaan limbah rumah tangga serta kegiatan penanaman pohon.
Green Operation dan Penguatan ESG
Sebagai perusahaan teknologi, Evermos mengakui emisi operasional perusahaan relatif kecil, terutama pada scope 1. Meski demikian, perusahaan tetap menjalankan strategi green operation melalui efisiensi penggunaan listrik dan air, serta pengelolaan limbah operasional.
Saat ini, sebanyak 70 persen limbah operasional Evermos telah berhasil dialihkan agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Perusahaan juga mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 3.500 tCO₂e melalui berbagai inisiatif keberlanjutan.
Untuk memastikan implementasi ESG berjalan terukur, Evermos memiliki ESG dashboard dan metabase yang diperbarui secara berkala sebagai bagian dari sistem pengukuran kinerja perusahaan.
Menyatukan CSR dan ESG
TOP CSR Awards 2026 sendiri bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program CSR dan TJSL secara efektif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat.
Ajang ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas implementasi CSR di Indonesia. TOP CSR Awards diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), bekerja sama dengan berbagai asosiasi CSR, praktisi GCG, akademisi, dan pakar tata kelola perusahaan.
Tema tahun ini ialah “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, yakni penyelarasan CSR dan ESG dalam menciptakan nilai jangka panjang perusahaan sekaligus mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Bagi Evermos, keberlanjutan bukan lagi sekadar program sosial perusahaan, melainkan strategi bisnis untuk menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
“Ketika akses ekonomi dibuka lebih luas dan teknologi digunakan untuk memberdayakan masyarakat, maka keberlanjutan akan tumbuh bersama bisnis,” tutur Andika.
