Jakarta, TopBusiness – Huayou Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan hilirisasi nikel berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia.
Dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026 secara daring, Rabu (20/5/2026), perusahaan memaparkan berbagai capaian dan program CSR unggulan yang mencakup pengurangan emisi karbon, pengembangan SDM lokal, hingga restorasi mangrove di sekitar kawasan industri perusahaan.
Tim Huayou Indonesia yang hadir dalam penjurian ini: Stevanus selaku Director of Public Affairs, Zhang Xing sebagai Director of ESG and Sustainability Center, Ma Chengzuo sebagai ESG Supervisor, serta Richy Sabila selaku PR Supervisor. Mereka membawakan materi presentasi berjudul “Huayou Indonesia: Driving Sustainable Growth Through Green Innovation, Credible ESG Governance, and Inclusive Community Impact.”
Dalam perkenalan kepada dewan juri, Stevanus menyatakan bahwa Huayou Indonesia hadir bukan hanya sebagai perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel, tetapi juga bagian penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik global yang mendukung transisi energi di Indonesia.
“Huayou Indonesia di sini merupakan grup dari Huayou yang ada di Tiongkok, yang membuka usaha atau bisnis di bidang pengolahan dan pemurnian nikel, yang utamanya adalah menjadi bahan baku untuk material baterai listrik yang punya tempat yang cukup spesial dalam rangka transisi energi kita,” ujar dia.
Mulai beroperasi di Indonesia pada 2018, Huayou Indonesia terus memperluas investasi hilirisasi di berbagai kawasan industri strategis di Sulawesi dan Maluku Utara. Hingga 2025, total investasi perusahaan di Indonesia telah mencapai US$ 11 miliar dengan proyeksi ekspor tahunan sebesar US$ 5 miliar.
Saat ini Huayou Indonesia telah menciptakan sekitar 22 ribu lapangan kerja lokal dan menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 100 ribu tenaga kerja dalam lima tahun mendatang. Operasi perusahaan tersebar di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Malili, hingga kawasan industri Buli di Halmahera Timur.
PR Supervisor Huayou Indonesia, Richy Sabila, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam TOP CSR Awards 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi CSR dan ESG perusahaan.
“Ini adalah pertama kalinya kami bergabung dalam TOP CSR Awards. Kami berharap kesempatan ini bukan hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan inisiatif CSR kami, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar bagaimana kami bisa melakukan lebih baik lagi dalam strategi CSR kami,” ujar Richy.
Ia menegaskan bahwa sejak awal kehadirannya di Indonesia, Huayou memiliki misi untuk mengembangkan industri hilirisasi nikel yang rendah karbon dan bertanggung jawab melalui praktik ESG yang terintegrasi.
“Misi kami sangat jelas, yaitu mengembangkan full-chain nickel processing from laterite ore to cathode materials yang rendah karbon, sekaligus membangun shared prosperity bersama masyarakat Indonesia melalui responsible ESG practices,” katanya.
Richy juga memaparkan model strategi ESG perusahaan yang dikenal dengan FRIENDS ESG Strategy Model. Menurut dia, ESG di Huayou tidak diposisikan sebagai aktivitas tambahan, tetapi menjadi bagian inti dari operasional perusahaan.
“Di Huayou Indonesia, ESG tidak dianggap hanya sebagai supporting activity, tetapi benar-benar terintegrasi ke dalam operasi kami,” ujar Richy.
Model FRIENDS ESG Strategy terdiri atas tujuh pilar utama yakni Footprint, Resource, Integrity, Quality, Nurturing, Developing, dan Sustainable. Strategi tersebut diterapkan melalui ESG Leadership Group, ESG Center Indonesia, serta sistem pengawasan berbasis KPI dan asesmen internasional seperti ESIA, AMDAL, dan Biodiversity Impact Assessment (BIA).
Perusahaan juga menerapkan mitigation hierarchy berbasis prinsip avoid, minimize, restore, dan offset dalam pengelolaan dampak lingkungan seluruh proyek operasional.
ESG Supervisor Huayou Indonesia, Ma Changzuo, menambahkan, pada Mei 2025, Huayou Indonesia bersama UN Global Compact (UNGC) dan 18 institusi lainnya meluncurkan China-Indonesia Community Sustainable Development Action Network yang fokus pada pengembangan masyarakat berkelanjutan di sekitar kawasan industri perusahaan.
Di bawah jaringan tersebut, Huayou menjalankan dua program utama, yakni Migrant Children Education bersama Save the Children dan Biodiversity Card Games Program untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap biodiversitas lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Kepercayaan kami sederhana, kami tidak hanya mengukur keberhasilan dari apa yang kami produksi, tetapi juga dari apa yang kami tinggalkan,” kata Ma Changzuo.
Program CSR Unggulan
Salah satu flagship CSR programme Huayou Indonesia adalah Mangrove Restoration & Green Community Development. Program ini diluncurkan pada International Mangrove Day 2025 dan hingga kini telah menanam lebih dari 22.000 mangrove di kawasan IPIP, KNI, dan Sopura Village.
Program tersebut menggunakan drone-assisted native species planting dan mendapat pengakuan sebagai benchmark Belt and Road Initiative (BRI) overseas ecological practice pada Juni 2025.
Selain restorasi lingkungan, program ini juga mencakup pelatihan masyarakat mengenai pengelolaan mangrove dan pengembangan ekonomi berbasis kawasan pesisir.
“Program ini menggabungkan ecological restoration dengan livelihood improvement bagi masyarakat sekitar,” ujar Ma Changzuo.
Selain itu, Huayou Indonesia juga mengembangkan Industry–Academia Collaboration yang melibatkan 19 institusi pendidikan dengan tujuh jenis program beasiswa, magang, dan pertukaran internasional. Program ini mendukung lebih dari 500 mahasiswa Indonesia dan menjadi bagian dari pengembangan talenta nasional di industri hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik.
Huayou Indonesia tercatat telah menginvestasikan Rp 30,75 miliar untuk mendukung program pengembangan akademik tersebut. Sejumlah kampus yang terlibat antara lain ITB, UGM, Universitas Hasanuddin, hingga Northeastern University.
“Kami ingin membangun sustainable pipeline of Indonesian specialists untuk mendukung industri hilirisasi Indonesia,” kata Ma Ma Changzuo.
Program CSR unggulan lainnya adalah IPIP Driving Skill Training yang diluncurkan pada Januari 2025. Program ini memberikan pelatihan operator alat berat dan kendaraan industri kepada masyarakat sekitar kawasan industri di Pomalaa.
“Hingga saat ini delapan batch pelatihan telah dilaksanakan dengan total 419 beneficiaries yang mendapatkan pelatihan teori dan praktik secara langsung,” ujar Ma Changzuo.
Menurut dia, program tersebut mendukung komitmen perusahaan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus membuka jalur karier jangka panjang bagi masyarakat sekitar kawasan industri.
Di bidang lingkungan, Huayou Indonesia juga memaparkan keberhasilan program dekarbonisasi melalui waste heat power generation dan clean electricity transition.
Pada 2025, perusahaan berhasil mencapai 70% clean electricity share dengan penghematan listrik sebesar 961 million kWh dan pengurangan emisi karbon hingga 785.300 tons CO2.
Perusahaan juga berhasil menurunkan water withdrawal intensity sebesar 33% dan wastewater discharge intensity sebesar 48% sejak 2023 melalui sistem water recirculation dan rainwater harvesting.
Dalam aspek ketenagakerjaan, tingkat localization rate tenaga kerja Indonesia di Huayou mencapai 82,84% pada 2025. Perusahaan juga mencatat lebih dari 5.656 pekerja memperoleh skill certifications dan lebih dari 137 ribu safety training person-times sepanjang 2025. Selain itu ada 333 pekerja yang mendapat promosi jabatan.
Komposisi tenaga kerja Huayou Indonesia pada 2025 tertdiri atas pekerja laki-laki sebanyak 22.040 orang atau 83,28 persen, sementara pekerja perempuan mencapai 4.426 orang atau 16,72 persen, dari total 26.466 karyawan di seluruh grup.
“Atas berbagai upaya tersebut, kami menerima penghargaan HR Asia Best Employer in Indonesia, Human Rights Leadership Rating dari IMIP, serta pengakuan UN Global Compact terkait program kesetaraan gender,” ujar Richy.
