Jakarta, BusinessNews Indonesia – Gubernur BI Agus Martowardojo Bank Indonesia (BI) mengaku masih optimistis, pertumbuhan kredit sepanjang 2018 berada pada kisaran 10-12%, kendati pada Maret lalu kredit hanya tumbuh 8-9%.
“Pertumbuhan kredit lebih baik dibandingkan Februari. Pertumbuhan kredit di Maret 8-9%,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di gedung Mahkamah Agung usai menghadiri pelantikan Dody Budi Waluyo sebagai Deputi Gubernur BI, Rabu (18/4/2018).Angka tersebut,
Pertumbuhan kredit tersebut diharapkan dapat membantu menggairahkan kembali perekonomian Indonesia. “Ini adalah bentuk dari recovery Indonesia. Mungkin pertumbuhan DPK masih lebih rendah, tapi kredit lebih baik,” ucap dia.
Sementara itu, Hasil Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit baru pada triwulan II 2018 secara triwulanan (qtq) akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pada triwulan I 2018 tercatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pertumbuhan kredit baru sebesar 75,9%, lebih rendah dari 94,3% pada triwulan sebelumnya.
“Pertumbuhan triwulanan (qtq) kredit baru diperkirakan menguat pada triwulan II 2018 sebagaimana terindikasi dari SBT sebesar 93,1%,” tulis BI dalam laporannya di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Menguatnya pertumbuhan kredit didukung oleh kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar, terutama pada aspek suku bunga kredit yang lebih rendah dan biaya persetujuan kredit yang lebih murah.
“Penurunan suku bunga kredit diperkirakan terjadi pada kredit modal kerja sebesar 3 bps menjadi 11,78% dan suku bunga kredit konsumsi turun 8 bps menjadi 14,50,” ungkap BI.
