TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lego 11,8% Saham, Hermina Incar Dana Rp 1,75 Triliun

Nurdian Akhmad
18 April 2018 | 13:40
rubrik: Business Info
Lego 11,8% Saham, Hermina Incar Dana Rp 1,75 Triliun

Salah satu gedung RS Hermina/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pemilik Rumah Sakit Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk, berencana menjual sebagian sahamnya ke publik melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Dalam aksi itu, perseroan melego sebanyak 351,4 juta lembar saham baru atau setara dengan 11,8%.

Dengan harga penawaran di kisaran Rp 3.700-5.000 per saham, perseroan berharap bisa meraup dana Rp 1,30 triliun-Rp 1,75 triliun dari IPO.

Perseroan pun mempercayakan PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai pelaksana emisi efek (joint lead underwriters/JLUs).

“Harga saham yang kami tawarkan di kisaran 3.700-5.000 rupiah per saham.” kata Presiden Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Hendra Purnama, di Jakarta, Rabu (18/04/2018).

Selain itu, perseroan juga menjatahkan saham kepada karyawan sebanyak-banyaknya 2 juta lembar dari saham IPO melalui program Employee Stock Allocation (ESA).

“Kami juga memberikan opsi saham kepada manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya 3% dari modal disetor dan ditempatkan setelah IPO melalui program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP),” imbuhnya.

Hermina berencana mengalokasikan dana hasil IPO, masing-masing sebesar 25% untuk pengembangan rumah sakit baru, pembelian peralatan medis, serta penurunan utang.

“Kemudian dana juga akan dipakai untuk pembiayaan kegiatan operasional sehari-hari perseroan,” ungkapnya.

Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilaksanakan pada 18-26 April 2018. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat terbit pada 7 Mei 2018. Sementara pelaksanaan penawaran umum akan dilaksanakan pada 9-11 Mei 2018 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Mei 2018.

Selain menerbitkan saham baru untuk publik, perusahaan juga akan melepas 6% saham lama yang dimiliki oleh founder. Saham tersebut akan ditempatkan kepada investor strategis dan dilepas dengan harga penawaran umum.

BACA JUGA:   Resmi Tercatat di Bursa, YUPI Gaet Dana Segar Rp2,04 Triliun

Kemudian, usai penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), perusahaan juga akan menerbitkan saham baru untuk mengkonversi obligasi yang pernah diterbitkannya menjadi mandatory convertible notes (MCN).

“Jadi nanti kita akan melepaskan 6% saham founder (pendiri) untuk investor strategis dan juga menerbitkan saham baru 3% dari total modal. Jadi total saham floating-nya sebanyak 21%,” kata Aristo Setiawidjaja, Direktur Independen Hermina Medikaloka di kesempatan yang sama.

Tags: herminaipo
Previous Post

Pembatasan Transaksi Tunai Tak Akan Pengaruhi Bisnis

Next Post

BI Masih Optimistis Pertumbuhan Kredit 2018 Berkisar 10-12%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR