Jakarta, BusinessNews Indonesia – Guna membudayakan iptek di tengah masyarakat, Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar Indonesia Science Day (ISD) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
ISD 2018 yang digelar 20-22 April 2018 ini merupakan ajang unjuk penemuan riset dan inovasi dari berbagai perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri di Indonesia kepada masyarakat. Selain itu, ISD 2018 juga menjadi wadah bagi perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri untuk memberikan pendidikan iptek dan membuat lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan sekolah dan mahasiswa sebagai calon inovator iptek.
Direktur PP-Iptek, Mochammad Syachrial Annas menjelaskan kegiatan ini sesuai dengan fungsi utama PP-Iptek sebagai wahana untuk membudayakan iptek ke anak didik agar bisa mencintai sains dan teknologi, sehingga kelak bisa tertarik menjadi seorang saintis.
Tak hanya itu, ISD 2018 akan menampilkan berbagai program sains seperti kompetisi sains, pelatihan sains, talkshow, pertunjukan seni dan berbagai pertunjukan program sains interaktif. PP-Iptek akan menampilkan Puppet show, Science show, Robo Soccer show, Water Rocket Show, Gastronomi molekuler dan Eco Garden sebagai salah satu program baru.
“ISD ini sebagai ajang untuk promosi berbagai aktifitas perguruan tinggi kepada pengunjung, khususnya siswa sekolah SMA yang hendak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi,” katanya dalam Coofee Morning pembukaan pameran ISD 2018, di Jakarta, Rabu (18/4).
Kegiatan ISD 2018 akan diresmikan oleh Menristekdikti Muhamad Nasir pada 20 April 2018. Pada kesempatan tersebut, Menristekdikti akan meresmikan 2 wahana baru, yakni Self Balancing Wheel dan Stereo Visual.
Stereo Visual merupakan wahana bertema penglihatan manusia (stereo vision) yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada pengunjung tentang teknologi visual. Wahana ini memiliki 24 peraga agar pengunjung dapat belajar prinsip penglihatan secara stereo dan prinsip animasi 2D-4D.
Peragaan dimulai dari mata melihat suatu benda dan membentuk bayangan dalam 1-3 dimensi, mengenal vector dan raster, menentukan kedalaman suatu benda dan jarak benda bidang pandang. Pengunjung juga bisa mempelajari bagaimana warna terbentuk dan prinsip filterisasi warna serta membentuk obyek dengan printer 3D yang saat ini sedang tren.
Wahana self balancing merupakan alat peraga transportasi personal beroda satu atau lebih dengan menggunakan teknologi pintar untuk mengatur keseimbangan orang yang menaikinya. Wahana ini memiliki 5 peragaan dengan sensor giroskop untuk membaca orientasi dan mengatur keseimbangan.
Menurut Syachrial, PP Iptek saat ini memiliki 400 alat peraga iptek yang diharapkan dapat membuat anak tertarik pada sains. PP-Iptek juga mengandeng 13 pemerintah kabupaten/kota di 10 provinsi membuat pusat-pusat peragaan iptek di daerah. Selain peresmian dua wahana baru, akan dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara PP-IPTEK dengan 7 lembaga industri untuk pengembangan Wahana Inovasi Indonesia di PP-IPTEK tahun 2019 mendatang dan penandatanganan BAST antara PP-IPTEK dengan PT. Kalbe.
ISD 2018 juga akan menampilkan pameran yang diikuti 41 lembaga, baik pemerintah maupun swasta yang terdiri atas 9 kementerian/lembaga, 16 Perguruan Tinggi, 14 Industri, dan 2 komunitas. Industri yang terlibat antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Inka, PT Inti, PT Len Industri, PT Inuki, PT Dahana, PT Bio Farma, PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Kalbe Farma, Tbk, Pinhantanas, PT Asuransi Jiwasraya, dan PT Inatek Nusatama. Acara ini juga melibatkan Komunitas Food Truck, dan Komunitas Harley Davidson Indonesia.
Syachrial mengungkapkan melihat animo dan antusiasme yang tinggi dari para perguruan tinggi, lembaga litbang dan industri strategis di Indonesia maka PP-Iptek akan menyelenggarakan kegiatan ISD sebagai program tahunan. “Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk penerapan fungsi PP-Iptek sebagai science center pertama di Indonesia dalam mendukung tumbuhnya masyarakat yang inovatif dan sumber pembelajaran iptek masyarakat, khususnya generasi muda,” pungkasny
