TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tekanan Asing dan Kekhawatiran Ekonomi Seret IHSG ke Zona Merah

Agus Haryanto
5 June 2026 | 16:25
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 245,02 poin atau 4,20% ke posisi 5.594 pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi tajam yang terjadi sepanjang pekan dan membawa indeks ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG ditutup di level 5.839, sehingga pada perdagangan hari ini indeks kehilangan 245 poin dan kembali menembus sejumlah level psikologis penting.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh lini pasar. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 108 saham menguat, sedangkan 626 saham melemah dan 81 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi tetap tinggi dengan volume perdagangan mencapai 37,01 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp31,10 triliun.

Pelemahan yang terjadi menunjukkan investor masih cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan domestik maupun global.

Meski pasar berada dalam tekanan kuat, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan. Di antaranya:

  • PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) naik 37 poin atau 34,58% menjadi Rp144 per saham dari sebelumnya Rp107.
  • PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menguat 64 poin atau 32,99% menjadi Rp258 per saham dari Rp194.
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) naik 112 poin atau 24,45% menjadi Rp570 per saham dari Rp458.

Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan masih adanya aksi spekulatif dan pembelian selektif di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatat penurunan tajam dan menjadi pemberat utama pergerakan indeks.

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 285 poin atau 15% menjadi Rp1.615 per saham dari sebelumnya Rp1.900.
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) melemah 125 poin atau 14,97% menjadi Rp710 per saham dari Rp835.
  • PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) turun 900 poin atau 14,93% menjadi Rp5.125 per saham dari Rp6.025.
  • PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) terkoreksi 265 poin atau 14,92% menjadi Rp1.510 per saham dari Rp1.775.
  • PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melemah 27 poin atau 14,91% menjadi Rp154 per saham dari Rp181.
BACA JUGA:   IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

Penurunan saham-saham tersebut memperlihatkan tekanan jual yang masih dominan, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar dan menengah.

Dengan penutupan di level 5.594, IHSG telah kehilangan lebih dari 640 poin hanya dalam tiga hari perdagangan terakhir. Sebelumnya indeks turun tajam ke level 5.941 pada Rabu dan kembali melemah ke 5.839 pada Kamis.

Kondisi ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase koreksi yang cukup agresif. Mayoritas sektor saham mengalami pelemahan, terutama sektor energi, bahan baku, industri, infrastruktur, dan keuangan yang selama ini menjadi penopang utama kapitalisasi pasar BEI.

Empat Faktor

Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu sentimen terbesar yang membayangi pasar. Depresiasi rupiah meningkatkan kekhawatiran terhadap biaya impor, tekanan inflasi, dan risiko terhadap kinerja emiten yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Kondisi tersebut membuat investor asing cenderung mengurangi kepemilikan aset berdenominasi rupiah dan memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Selain itu, pelemahan pasar juga dipicu aksi jual investor asing yang masih berlangsung. Ketika ketidakpastian meningkat, investor global biasanya melakukan rebalancing portofolio dengan mengurangi eksposur pada pasar negara berkembang. Saham-saham perbankan besar, energi, dan komoditas yang memiliki bobot besar dalam indeks menjadi sasaran utama aksi profit taking maupun pengurangan risiko.

Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi domestik, termasuk prospek pertumbuhan, kondisi fiskal, inflasi, dan kebijakan moneter. Ketidakpastian tersebut membuat investor memilih menunggu kepastian sebelum kembali masuk ke pasar saham.

Di sisi lain, penurunan tajam dalam waktu singkat memicu efek psikologis yang memperbesar tekanan jual. Banyak investor memilih menjual saham untuk membatasi kerugian sehingga koreksi menjadi semakin dalam.

Prospek Pekan Depan

BACA JUGA:   Pasca Pilpres, Saham-saham Ini Layak Koleksi

Secara teknikal, penutupan di bawah level 5.600 menunjukkan tren bearish masih sangat kuat. Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 5.400–5.500.

Namun setelah mengalami penurunan tajam selama beberapa hari berturut-turut, peluang terjadinya technical rebound juga mulai terbuka. Investor akan mencermati stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan dana asing, serta respons otoritas pasar keuangan dalam menjaga kepercayaan investor.

Untuk jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih tinggi dan pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen makroekonomi serta kondisi pasar global. Pelemahan 4,2% dalam sehari menjadi sinyal bahwa pasar masih berada dalam fase kehati-hatian tinggi, sementara investor menunggu katalis positif yang dapat mengembalikan optimisme di pasar modal Indonesia.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

WIKA Beton Garap Proyek Underpass Grup Adaro di Sumsel

Next Post

Di Tengah Isu Depresiasi Rupiah dan Geopolitik, PBRX Optimistis Penjualan bisa Bertumbuh Double Digit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR