
Jakarta, businessnews.id — Real Estate Indonesia (REI) meminta Pemerintah Indonesia menimbang rencana akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. Sebab, BTN saat ini dinilai sebagai satu-satunya bank yang fokus ke perumahan, khususnya perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR ).
Menurut Ketua umum REI Eddy Hussy, di Jakarta hari ini, pihaknya merasa keberatan bahkan menolak akuisisi itu.
“BTN memiliki komitmen dengan fokus membiayai perumahan. Bahkan saat krisis tetap menyalurkan kredit dan terbukti tahan banting karena agunannya tidak susut,” kata dia.
Bahkan ia menilai, akuisisi ini merupakan langkah mundur dalam penyediaan kredit kepemilikan rumah (KPR). Indonesia masih membutuhkan bank yang fokus dalam penyaluran KPR, dan dikhawatirkan jika proses akuisisi itu terjadi, tidak ada jaminan misi pembiayan perumahan rakyat akan tetap berjalan .
Eddy melanjutkan, jika belajar dari pengalaman akuisisi perbankan, maka peran utama bank yang diakuisisi akan hilang karena anak usaha harus mengikuti perusahaan induk. “Hal serupa bisa juga terjadi di BTN,” kata dia. (ABDUL AZIZ)
EDITOR: DHI