Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat pagi dibuka melemah 10,88 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.161,46. Sejalan dengan itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,37 poin atau 0,38 persen ke level 614,55.
Pelemahan pada awal perdagangan menunjukkan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah berbagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan. Tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar sehingga membuat indeks bergerak di zona negatif sejak pembukaan.
Pada beberapa menit awal perdagangan, aktivitas transaksi tetap berlangsung cukup aktif. Volume perdagangan tercatat mencapai sekitar 1,6 miliar saham dengan frekuensi transaksi mendekati 140 ribu kali. Adapun nilai transaksi mencapai sekitar Rp1 triliun di pasar reguler.
Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten bergerak melemah, meskipun masih terdapat sejumlah saham yang mampu mencatatkan penguatan dan menahan tekanan indeks lebih dalam. Investor masih mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta prospek kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi aliran modal ke pasar saham domestik.
Meski dibuka di zona merah, peluang pemulihan indeks masih terbuka apabila saham-saham berkapitalisasi besar kembali menarik minat beli investor. Saham sektor perbankan diperkirakan menjadi penopang utama IHSG, terutama saham Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang memiliki bobot besar dalam perhitungan indeks.
Selain perbankan, saham telekomunikasi Telkom Indonesia (TLKM), Astra International (ASII), serta saham-saham berbasis komoditas seperti Amman Mineral Internasional (AMMN), Merdeka Copper Gold (MDKA), Aneka Tambang (ANTM), dan Adaro Andalan Indonesia (AADI) berpotensi menjadi katalis positif apabila bergerak menguat pada sesi perdagangan berjalan.
Secara teknikal, pelaku pasar akan mencermati area support IHSG di kisaran 6.130–6.150 dan resistance pada rentang 6.200–6.250. Jika saham-saham unggulan berhasil mempertahankan momentum beli, pelemahan pada pembukaan berpeluang terbatas dan indeks dapat bergerak menuju zona hijau pada sesi berikutnya.
Data AI
