Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (24/6/2026) di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 26,94 poin atau 0,44 persen menjadi 6.128,27 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.101,33.
Sejalan dengan penguatan IHSG, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga bergerak positif dengan kenaikan 2,70 poin atau 0,45 persen ke level 601,13 dari posisi sebelumnya 598,43.
Pada awal perdagangan, aktivitas pasar menunjukkan sentimen beli yang cukup dominan. Berdasarkan data transaksi awal sesi, volume perdagangan mencapai sekitar 866 juta saham, dengan frekuensi transaksi 76.845 kali dan nilai transaksi sebesar Rp599 miliar. Sementara itu, sebanyak 248 saham menguat, 111 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan.
Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang pergerakan indeks pada pembukaan perdagangan antara lain sektor perbankan dan saham-saham unggulan lainnya. Di antaranya:
| Saham | Perubahan | Harga Pembukaan |
|---|---|---|
| BBCA | naik Rp25 | Rp6.150 per saham |
| BBRI | naik Rp40 | Rp2.950 per saham |
| BMRI | naik Rp20 | Rp4.140 per saham |
| BBNI | naik Rp10 | Rp3.440 per saham |
| TLKM | naik Rp10 | Rp2.550 per saham |
| ASII | naik Rp90 | Rp4.770 per saham |
Penguatan saham-saham perbankan tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG mengingat bobot kapitalisasi pasarnya yang besar dalam perhitungan indeks.
Secara sektoral, penguatan didorong oleh sektor keuangan, energi, dan saham-saham berbasis komoditas yang kembali menarik minat investor setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai mereda.
Kenaikan IHSG pada pembukaan perdagangan menunjukkan adanya upaya pasar melanjutkan fase pemulihan setelah indeks sempat tertekan dan ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Secara teknikal, area 6.100 menjadi level dukungan (support) jangka pendek yang cukup kuat, sementara area 6.150–6.200 menjadi zona resistensi yang akan diuji selama perdagangan berlangsung.
Penguatan saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi sinyal positif karena sektor keuangan masih menjadi tulang punggung pergerakan IHSG. Jika saham-saham tersebut mampu mempertahankan penguatannya hingga akhir sesi, peluang IHSG bergerak menuju kisaran 6.180–6.220 masih terbuka.
Di sisi lain, investor tetap mencermati sentimen eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana asing yang masih menjadi faktor utama penentu arah pasar. Aksi beli pada saham-saham unggulan mengindikasikan mulai munculnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek pasar saham domestik.
Dengan pembukaan yang positif dan dukungan saham-saham berkapitalisasi besar, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan sepanjang sesi perdagangan selama mampu bertahan di atas level psikologis 6.100.
Data AI
