Jakarta, TopBusiness—Saat ini, ruang perkantoran premium memimpin pemulihan pasar perkantoran di Jakarta. Sementara, di waktu yang sama, situasi tenant market yang membuat para penyewa di posisi tawar-menawar yang lebih baik, masih berlangsung.
Hal itu dikatakan oleh konsultan properti dari Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset terbaru, hari ini, di Jakarta.
Kepada para wartawan, Ferry menjelaskan sejumlah penyebab ruang perkantoran premium lebih diminati untuk saat ini. Antara lain, pertama, para penyewa kini lebih mementingkan kualitas sebuah ruang kantor daripada harga sewa.
Kemudian, para penyewa pun banyak mencari ruang kantor yang siap pakai. Di sini pun, pengelola ruang kantor premium banyak menawarkan insentif biaya fit out dan proses pindah yang lebih cepat.
“Hal-hal itu membuat pengelola ruang kantor premium lebih yakin dalam menaikkan harga sewa,” kata Ferry.
Dalam paparannya, Ferry pun menjelaskan kondisi terkini pasokan ruang kantor di Jakarta. Pada akhir kuartal dua 2026, total pasokan properti tersebut stabil di 11 juta m2. Dan, sebanyak 65% dari pasokan itu ada di kawasan CBD Jakarta.
Adapun ruang kantor yang kosong, kini di kisaran angka 3 juta m2. Dari situ, sebanyak 1,76 juta m2 ada di CBD Jakarta. Sementara, di kawasan non-CBD, kekosongan itu di angka 1,23 juta m2.
