TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Global yang Beragam

Agus Haryanto
30 July 2026 | 08:18
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (30/7/2026), seiring masih bercampurnya sentimen dari pasar global dan regional.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam publikasi hariannya menjelaskan bahwa pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Rabu (29/7/2026). Indeks Dow Jones turun 2,19%, S&P 500 terkoreksi 1,52%, dan Nasdaq melemah 2,06%.

Pelemahan tersebut dipicu oleh keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 7,11 basis poin menjadi 4,677%, sementara US Dollar Index turun 0,52% ke level 100,89.

Di pasar komoditas, harga mayoritas komoditas menguat. Minyak mentah WTI naik 6,56% menjadi USD 84,46 per barel dan Brent melonjak 7,91% menjadi USD 90,74 per barel. Harga batu bara menguat 3,55% ke USD 135,50 per ton, minyak sawit mentah (CPO) naik 0,47% menjadi MYR 4.664 per ton, dan emas menguat 0,94% ke USD 4.068 per ons.

Sementara itu, bursa Asia pada Rabu ditutup bervariasi. Indeks Hang Seng naik 1,96%, Shanghai Composite menguat 0,40%, sedangkan Nikkei turun 1,49%.

Di dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0,64% ke level 6.091,39. Investor asing mencatatkan net buy Rp8,97 triliun, yang terdiri dari net sell Rp183,3 miliar di pasar reguler dan net buy Rp9,16 triliun di pasar negosiasi.

Saham-saham dengan aksi jual asing terbesar di pasar reguler adalah BBRI sebesar Rp50,8 miliar, EMAS Rp50,8 miliar, dan BMRI Rp44,9 miliar. Sebaliknya, pembelian asing terbesar tercatat pada BBCA Rp94,2 miliar, DSSA Rp34,3 miliar, dan BRPT Rp29,6 miliar.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini

Adapun saham yang menjadi penggerak utama IHSG adalah BBCA, BRPT, dan TPIA, sedangkan saham yang paling menekan indeks antara lain MPRO, BREN, dan MORA.

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, indeks KOSPI turun 0,75%, sementara Nikkei dibuka menguat 0,85%. Dengan kondisi tersebut, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways sepanjang perdagangan hari ini, didorong oleh momentum regional yang masih campuran.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

BEI Suspensi RGAS hingga Pengumuman Lebih Lanjut

Next Post

Anak Usaha Beli Tanker, Wintermar Jaminkan Jutaan USD ke Bank Mandiri

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR