TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Penguatan IHSG Didukung Sentimen Positif Pasar Domestik

Agus Haryanto
4 August 2026 | 16:30
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (4/8/2026). IHSG melonjak 1,37% atau naik 85,52 poin ke level 6.319,61 pada akhir sesi perdagangan.

Penguatan indeks terjadi seiring dominasi saham-saham yang berada di zona hijau. Dari seluruh saham yang diperdagangkan di BEI, tercatat 339 saham menguat, 224 saham melemah, dan 170 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 32,96 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,75 triliun.

Analisis Perdagangan

1. Sentimen domestik membaik

Kenaikan IHSG mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap pasar saham domestik. Penguatan serentak pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menunjukkan adanya akumulasi dana pada sektor keuangan yang memiliki bobot besar terhadap indeks.

2. Sektor komoditas kembali diminati

Penguatan ANTM dan MDKA mengindikasikan meningkatnya minat investor terhadap saham berbasis logam dan pertambangan. Kenaikan harga komoditas global serta ekspektasi permintaan industri baterai kendaraan listrik menjadi katalis positif bagi sektor ini.

3. Volume transaksi tinggi mendukung reli

Nilai transaksi Rp12,75 triliun tergolong cukup solid dan menunjukkan partisipasi investor yang luas. Penguatan indeks yang disertai volume besar umumnya dianggap lebih sehat dibanding kenaikan dengan volume tipis.

4. Saham teknologi masih tertekan

Pelemahan GOTO menandakan investor masih cenderung berhati-hati terhadap saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan prospek profitabilitas jangka panjang.

Namun investor tetap perlu mencermati beberapa faktor eksternal, antara lain:

  • arah kebijakan suku bunga global,
  • pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,
  • serta perkembangan harga komoditas internasional.

Untuk perdagangan berikutnya, area 6.280–6.300 diperkirakan menjadi level penopang terdekat, sedangkan 6.350–6.400 menjadi area yang berpotensi menjadi target penguatan selanjutnya.

BACA JUGA:   Tren IHSG Masih Sideway, Saham Ini Layak Koleksi

Secara keseluruhan, perdagangan Selasa (4/8/2026) menunjukkan momentum positif bagi pasar saham Indonesia dengan dukungan kuat dari sektor perbankan dan komoditas, sementara investor masih selektif terhadap saham teknologi dan konsumer defensif.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

PDSI Andalkan GRC untuk Mendorong Efisiensi, Profitabilitas, dan Ekspansi Bisnis

Next Post

PGEO Torehkan Laba Bersih US$ 79,605 Juta, Meningkat 15,48% di Semester I

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR