Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (4/8/2026). IHSG melonjak 1,37% atau naik 85,52 poin ke level 6.319,61 pada akhir sesi perdagangan.
Penguatan indeks terjadi seiring dominasi saham-saham yang berada di zona hijau. Dari seluruh saham yang diperdagangkan di BEI, tercatat 339 saham menguat, 224 saham melemah, dan 170 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan juga terpantau ramai. Total volume transaksi mencapai 32,96 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,75 triliun.
Analisis Perdagangan
1. Sentimen domestik membaik
Kenaikan IHSG mencerminkan membaiknya sentimen investor terhadap pasar saham domestik. Penguatan serentak pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menunjukkan adanya akumulasi dana pada sektor keuangan yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
2. Sektor komoditas kembali diminati
Penguatan ANTM dan MDKA mengindikasikan meningkatnya minat investor terhadap saham berbasis logam dan pertambangan. Kenaikan harga komoditas global serta ekspektasi permintaan industri baterai kendaraan listrik menjadi katalis positif bagi sektor ini.
3. Volume transaksi tinggi mendukung reli
Nilai transaksi Rp12,75 triliun tergolong cukup solid dan menunjukkan partisipasi investor yang luas. Penguatan indeks yang disertai volume besar umumnya dianggap lebih sehat dibanding kenaikan dengan volume tipis.
4. Saham teknologi masih tertekan
Pelemahan GOTO menandakan investor masih cenderung berhati-hati terhadap saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan prospek profitabilitas jangka panjang.
Namun investor tetap perlu mencermati beberapa faktor eksternal, antara lain:
- arah kebijakan suku bunga global,
- pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,
- serta perkembangan harga komoditas internasional.
Untuk perdagangan berikutnya, area 6.280–6.300 diperkirakan menjadi level penopang terdekat, sedangkan 6.350–6.400 menjadi area yang berpotensi menjadi target penguatan selanjutnya.
Secara keseluruhan, perdagangan Selasa (4/8/2026) menunjukkan momentum positif bagi pasar saham Indonesia dengan dukungan kuat dari sektor perbankan dan komoditas, sementara investor masih selektif terhadap saham teknologi dan konsumer defensif.
Data AI
