Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya melakukan penanganan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino melalui penyediaan air bersih bagi masyarakat serta penyiapan kebutuhan air irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Penyaluran air bersih ini juga diharapkan dapat menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau berkepanjangan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, layanan air berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan akibat El Nino.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering (Kekeringan) melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor 968 Tahun 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar percepatan langkah penanganan oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melaksanakan rapat koordinasi penanganan kekeringan pada Minggu (2/8) dan dilanjutkan rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana Kabupaten Aceh Besar pada Senin (3/8) yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Besar. Rapat ini juga dihadiri Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, dan BPBPK Aceh, kemudian PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, BPBD Aceh Besar, dan instansi terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut disepakati beberapa langkah penanganan untuk mendukung sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Melalui BWS Sumatera I, Kementerian PU menyatakan kesiapannya dalam menyediakan 9 pompa air guna mendukung pasokan air pertanian. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan mengatur kembali tata kelola distribusi air irigasi.
Untuk penanganan kebutuhan air bersih masyarakat, BPBPK Aceh juga telah menyiapkan 8 personel dengan dukungan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter, 2 unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 4.000 liter, serta 1 unit kendaraan operasional double cabin. Sementara, PDAM Tirta Mountala mendukung dalam penyediaan sumber air baku, yang dibantu oleh BPBD Aceh Besar untuk proses penyaluran kepada masyarakat terdampak.
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap pada Selasa (4/8) di Komplek Kota Reuntang yang dihuni oleh masyarakat dari Desa Ujong Keupula, Desa Lampanah, dan Desa Ujong Mesjid di Mukim Lampanah, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar. Total 18.000 liter air bersih berhasil tersalurkan kepada sekitar 170 Kepala Keluarga (512 jiwa) yang terdampak krisis air bersih di kawasan tersebut. Penyaluran akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, BPBD, serta instansi terkait agar distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kementerian PU terus berkomitmen dalam mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi kering melalui penyediaan layanan dasar bagi masyarakat. Koordinasi akan terus dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi bantuan berlangsung optimal serta menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.
