TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN Nusantara Power Construction Perkuat GRC untuk Dukung Keberlanjutan Bisnis dan Proyek Strategis

Mi’roji
7 August 2026 | 07:49
rubrik: Business Info, Event, GCG
PLN Nusantara Power Construction Perkuat GRC untuk Dukung Keberlanjutan Bisnis dan Proyek Strategis

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menegaskan komitmennya memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai fondasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mendukung penyelesaian proyek-proyek strategis nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, Kamis (6/8/2026), melalui Zoom Meeting, dengan narasumber Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria beserta jajaran manajemen.

Dalam pemaparannya, PLN NPC menjelaskan bahwa perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari 21 tahun di bidang Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terus mengembangkan sistem tata kelola yang terintegrasi guna menjawab tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Perusahaan juga mengelola proyek pembangkit listrik, jaringan transmisi, gardu induk, serta Availability Improvement Programs (AIP) untuk meningkatkan kinerja pembangkit listrik yang telah beroperasi. Selain menangani lebih dari 325 proyek nasional, PLN NPC juga memiliki pengalaman mengerjakan proyek di Malaysia.

Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Construction, Hendra Fitria, menegaskan bahwa implementasi GRC bukan hanya bertujuan memenuhi aspek kepatuhan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.

“Bagi PLN NPC, GRC bukan sekadar instrumen kepatuhan administratif, melainkan navigasi utama Direksi dalam menilai peluang, mengendalikan risiko kompleksitas eksekusi proyek EPC, dan menjamin pertumbuhan perusahaan yang sehat serta berkelanjutan,” ujar Hendra Fitria.

PLN NPC memandang penerapan GRC sebagai solusi untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah tantangan eksternal maupun dinamika internal. Melalui sistem GRC yang terintegrasi, perusahaan berupaya meningkatkan kualitas keputusan bisnis, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, mengurangi risiko kerugian proyek, memperkuat pengendalian internal, menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan, melindungi nilai perusahaan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.

BACA JUGA:   Menkeu Purbaya: Peran Anda Nggak Main-main

Dalam aspek tata kelola, perusahaan menerapkan model pengawasan berlapis yang melibatkan RUPS, Dewan Komisaris dan Komite, Direksi, hingga fungsi GRC dan process owner. Setiap tingkatan memiliki peran berbeda, mulai dari penetapan arah strategis, pengawasan, penetapan risk appetite, hingga implementasi, monitoring, dan assurance terhadap seluruh proses bisnis.

PLN NPC juga mengembangkan One Integrated GRC Operating System yang mengintegrasikan strategi perusahaan dan RKAP, manajemen risiko korporat maupun proyek, kepatuhan dan integritas, pengendalian internal, audit dan assurance, pengelolaan kinerja, teknologi dan data, serta aspek ESG dan sustainability. Sistem tersebut menjadi titik integrasi dalam mendukung keputusan Direksi sekaligus pengendalian proyek secara menyeluruh.

Di bidang manajemen risiko, perusahaan telah menetapkan parameter risk appetite berdasarkan karakteristik bisnis. Pendekatan zero tolerance diterapkan pada aspek keselamatan kerja, fraud, legal, dan integritas. Sementara itu, risiko keuangan dan likuiditas dikelola secara konservatif, risiko pelaksanaan proyek EPC berada pada kategori moderat, sedangkan ekspansi pasar dan inovasi ditempatkan dalam kategori strategis yang tetap terkendali.

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pendapatan tahun 2025 sebesar Rp1,264 triliun dengan laba bersih Rp8,34 miliar. Penurunan sales order dipengaruhi mundurnya sejumlah tender PLN Group maupun non-PLN, namun perusahaan menyatakan tetap mampu mempertahankan kinerja keuangan yang dinilai cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk 2026, PLN NPC memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 1,408 triliun dengan pipeline proyek strategis senilai Rp 3,65 triliun serta fokus memperkuat bisnis inti, mengembangkan pasar di luar sektor kelistrikan, dan mempercepat pencairan aset kontrak melalui pembentukan Cash War Room.

Melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang terintegrasi, PLN NPC menegaskan bahwa GRC menjadi instrumen strategis dalam mendukung penyelesaian proyek secara tepat mutu, tepat waktu, sekaligus menjaga pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Tags: PLN NPCPLN Nusantara Power ConstructionTOP GRC Awards 2026
Previous Post

Lewat GRC, BCA Syariah Perkuat Inovasi dan Ketahanan Bisnis

Next Post

BEI Buka Perdagangan Saham DOOH

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR