Jakarta, TopBusiness – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan bahwa penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) yang terintegrasi menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan perusahaan sekaligus mendorong keberlanjutan bisnis energi nasional.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menyampaikan bahwa GRC tidak lagi dipandang sekadar sebagai mekanisme pengendalian dan kepatuhan, melainkan telah berkembang menjadi strategic enabler yang memastikan setiap keputusan bisnis dilakukan secara terukur, berbasis risiko, berintegritas, dan berorientasi pada penciptaan nilai keberlanjutan.
“Tema yang kami usung tahun ini adalah ‘Driving Sustainable Energy through Integrated Governance, Risk, and Compliance’. Artinya, GRC telah menjadi penggerak strategis perusahaan untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Eri kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2026 secara daring di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Eri, keseriusan PGN dalam penguatan GRC tercermin dari keterlibatan berbagai satuan kerja yang hadir dalam forum tersebut, mulai dari Sekretariat Perusahaan, Risk Management, Internal Audit, Loan Classification Committee (LCC), hingga unit-unit pendukung lainnya. Tercatat sekitar 15 tim mengikuti penjurian TOP GRC Awards 2026.
Eri menjelaskan, PGN saat ini merupakan salah satu pengelola infrastruktur gas bumi terbesar di Indonesia dengan jaringan pipa yang membentang di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota sepanjang lebih dari 33.500 kilometer. Panjang jaringan tersebut setara sekitar 84 persen keliling bumi.
“Untuk kawasan Asia Tenggara, PGN berada di posisi pertama dalam panjang jaringan pipa gas. Secara global, PGN menempati peringkat keempat setelah Rusia, China, dan Kanada, dan berada di atas India,” katanya.
Dengan skala operasi yang sangat luas tersebut, PGN menghadapi kompleksitas bisnis yang tinggi sehingga membutuhkan sistem tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang terintegrasi, serta budaya kepatuhan yang konsisten di seluruh lini organisasi.
Eri menambahkan, implementasi GRC juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Pada tahun 2025, PGN mencatat kenaikan pendapatan sekitar 4,94 persen menjadi 3,98 miliar dolar AS.
“Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan tidak hanya mendukung aspek pengendalian perusahaan, tetapi juga berdampak positif terhadap kinerja bisnis dan keberlanjutan perusahaan,” ujarnya.
Capaian Kinerja
Dalam materi presentasi dijelaskan mengenai capaian kinerja PT PGN pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 dari tiga aspek utama, yaitu kinerja keuangan, ketahanan perusahaan, dan reputasi perusahaan. Ketiga aspek tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga pertumbuhan bisnis, memperkuat kondisi keuangan, serta meningkatkan reputasi tata kelola perusahaan.
Pertama, dari aspek keuangan, PGN menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Pendapatan meningkat 4,94 persen dari 3,79 miliar dolar AS pada tahun 2024 menjadi 3,98 miliar dolar AS pada tahun 2025. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas usaha dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.
Laba bersih perusahaan tetap berada pada posisi positif, yaitu 339 juta dolar AS pada tahun 2024 dan 215 juta dolar AS pada tahun 2025. Meskipun terjadi penurunan laba bersih, perusahaan masih mampu membukukan keuntungan sehingga kondisi profitabilitas tetap terjaga.
Selain itu, earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) tetap berada pada level yang kuat, yaitu 1,08 miliar dolar AS pada tahun 2024 dan 971 juta dolar AS pada tahun 2025. Hal ini menandakan bahwa kemampuan operasional perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan usaha inti masih relatif baik.
Kedua, dari sisi ketahanan perusahaan, PGN berhasil mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan pada kategori “Sangat Sehat”. Predikat ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan, operasional, dan manajemen perusahaan berada dalam kondisi yang baik.
Perusahaan juga berhasil memperbaiki struktur permodalannya. Rasio debt to equity ratio (DER) turun dari 34,63 persen pada tahun 2024 menjadi 30,46 persen pada tahun 2025. Penurunan DER berarti tingkat ketergantungan terhadap utang semakin rendah dan struktur modal perusahaan menjadi lebih sehat.
Di bidang operasional, volume transmisi gas mencapai 1.543 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD), meningkat 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan volume transmisi menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan layanan transmisi gas dan efektivitas pengelolaan infrastruktur energi perusahaan.
Menurut Eri, PGN mencatat peningkatan kinerja operasi sepanjang tahun 2025. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui kenaikan volume gas sekitar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta bertambahnya jumlah kargo gas dari 7 kargo pada 2024 menjadi 11 kargo pada 2025. Dikatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan pengelolaan aset.
“Pencapaian volume gas naik sekitar 5,8 persen, jumlah kargo meningkat menjadi 11 kargo, dan kinerja aset kami juga sangat baik. Asset availability terealisasi sekitar 99,90 persen dari target 99,50 persen, sementara reliability mencapai 99,99 persen dari target 99,50 persen,” ujar Eri.
Eri menegaskan bahwa PGN menerapkan strategi pengelolaan aset yang berfokus pada tingkat reliability dan availability yang sangat tinggi. Selain itu, pencapaian PLO (Aset Layak Operasi) perusahaan mencapai 110 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Ketiga dari aspek reputasi perusahaan. Pada aspek reputasi, PGN memperoleh pengakuan di tingkat regional maupun nasional. Perusahaan masuk dalam Top 50 Companies with Best GCG Implementation in ASEAN serta Top 5 di Indonesia. Penghargaan ini mencerminkan kualitas penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
PGN juga meraih skor ACGS 114,60 dan predikat Leadership in Corporate Governance. Skor tersebut menunjukkan bahwa praktik tata kelola perusahaan telah memenuhi standar tinggi di kawasan ASEAN.
Dari sisi pasar modal, harga saham PGAS meningkat 20 persen pada tahun 2025. Kenaikan harga saham mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis, kinerja, dan tata kelola perusahaan.
PGN juga mencatat sejumlah prestasi di bidang tata kelola perusahaan pada tahun 2025. Salah satunya adalah penghargaan TOP GRC Awards 2025 dengan predikat 5 Star. Selain itu, Direktur Utama PGN Arief Kurniawan memperoleh penghargaan The Most Committed GRC Leader 2025 atas komitmennya dalam penguatan tata kelola perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat implementasi GRC di seluruh lini perusahaan,” kata Eri.
PGN berharap penguatan transformasi GRC dan peningkatan kinerja operasional dapat mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan serta memperkuat perannya dalam penyediaan energi gas nasional yang andal dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, PGN berhasil mempertahankan pertumbuhan usaha dan kondisi keuangan yang sehat, memperkuat ketahanan perusahaan melalui perbaikan struktur modal dan peningkatan kinerja operasional, serta meningkatkan reputasi perusahaan melalui pencapaian tata kelola yang unggul dan peningkatan kepercayaan investor. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa implementasi GRC di PGN berjalan efektif dan mendukung keberlanjutan perusahaan.
PGN menegaskan akan terus memperkuat implementasi GRC sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju bisnis energi yang tangguh, berintegritas, dan berkelanjutan di tengah tantangan energi baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Eri menjelaskan bahwa transformasi GRC PGN dibangun melalui lima pilar utama, yaitu governance, risk management, compliance, anti-fraud, dan ESG.
Pada aspek risk management, PGN melaksanakan pengelolaan enterprise risk management (ERM) yang mencakup risiko strategis, risiko operasional, dan risiko proyek. Perusahaan juga mengembangkan budaya risiko serta menerapkan sistem manajemen kelangsungan bisnis yang telah memperoleh sertifikasi ISO 22301:2019 sejak tahun 2024.
Sementara itu, pada aspek compliance dan anti-fraud, PGN menjalankan berbagai program pencegahan kecurangan, antara lain sosialisasi Code of Conduct dan Conflict of Interest Awareness, penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, e-LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara secara elektronik), serta pemenuhan ketentuan POJK Nomor 51 Tahun 2017.
