Jakarta, TopBusiness – PT BNI Life Insurance menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta keberlanjutan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan dan pertumbuhan bisnis. Hal tersebut disampaikan dalam Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness melalui Zoom Meeting, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam agenda tersebut, Frisca Magdalena Tobing selaku Head of Governance and Corporate Law PT BNI Life memaparkan penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) yang diarahkan tidak hanya untuk memastikan kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kinerja dan keberlanjutan perusahaan.
BNI Life merupakan anak perusahaan BNI yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Perusahaan memiliki visi menjadi perusahaan asuransi terkemuka kebanggaan bangsa, dengan misi memberikan solusi perencanaan masa depan dan perlindungan terpercaya melalui layanan prima serta inovasi berkelanjutan. Nilai perusahaan yang diusung meliputi Focus on Customer, Agility, Solution, Trust, dan Teamwork.
Frisca menjelaskan, penerapan GRC di BNI Life diarahkan untuk menciptakan nilai sekaligus memastikan kegiatan operasional dan bisnis berjalan sesuai ketentuan. “GRC bukan hanya menjadi mekanisme pengendalian, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, memitigasi risiko, serta memastikan operasional dan bisnis tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Frisca berdasarkan materi penjurian BNI Life.
Dalam menjalankan pengendalian internal, BNI Life menerapkan pendekatan three lines of models yang melibatkan seluruh level organisasi. Lini pertama merupakan unit bisnis dan operasional sebagai risk owner yang menjalankan pengelolaan risiko berdasarkan SOP dan tata kelola. Lini kedua memastikan tersedianya tata kelola, kebijakan, serta pengelolaan risiko dan kepatuhan. Sementara lini ketiga menjalankan proses audit untuk memastikan kesesuaian proses bisnis dan operasional dengan SOP serta kebijakan yang berlaku.
Dari sisi infrastruktur GRC, fungsi tata kelola berada di Divisi Corporate Secretary, Legal & Corporate Communication, sedangkan fungsi risiko dan kepatuhan berada di Divisi Risk Management & Compliance. Selain itu, terdapat Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko yang menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangannya.
Penguatan GRC juga dilakukan melalui pemanfaatan data dan teknologi. BNI Life mengintegrasikan data dari berbagai sumber bisnis, operasional, risiko, kepatuhan, dan teknologi untuk membangun sumber informasi yang lebih lengkap dan konsisten. Data tersebut kemudian dimanfaatkan melalui monitoring, risk and compliance insight, audit trail, serta intelligent processing.
“Pemanfaatan data dan teknologi diarahkan agar GRC tidak berhenti pada pengumpulan data, tetapi mampu menghasilkan informasi yang relevan untuk mendeteksi risiko, memantau kepatuhan, meningkatkan transparansi, dan menjadi dasar pengambilan keputusan,” kata Frisca dalam pemaparan tersebut.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan Digital Trust sebagai fondasi Intelligent GRC berbasis data dan teknologi. BNI Life menempatkan transformasi digital bukan sekadar sebagai upaya meningkatkan inovasi dan kecepatan layanan, tetapi juga untuk membangun layanan digital yang resilient, terkontrol, dan berkelanjutan. Implementasinya ditujukan untuk membuat proses bisnis lebih efisien dan terintegrasi, layanan digital lebih aman dan resilient, serta tata kelola dan operasional lebih terkontrol.
Penguatan pengendalian teknologi juga terlihat dalam tata kelola perubahan dan implementasi sistem. Setiap perubahan sistem dilakukan melalui mekanisme governance dan persetujuan lintas fungsi. BNI Life menggunakan Change Control Board untuk keputusan perubahan sistem yang melibatkan Corporate Planning, Finance, Risk Management, dan IT. Sementara implementasi sistem ke lingkungan production dikendalikan melalui Release Control Board untuk menjaga kualitas dan stabilitas layanan.
Di sisi lain, BNI Life menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain meningkatnya klaim kesehatan akibat inflasi biaya medis dan over-utilisasi manfaat, tekanan geopolitik, penyesuaian sistem akibat penerapan IFRS 17/PSAK 117, kewajiban spin off Unit Usaha Syariah, serta tuntutan pelindungan data pribadi. Untuk meresponsnya, perusahaan memperkuat underwriting dan manajemen klaim, melakukan evaluasi kesesuaian produk dan premi, menyiapkan penyesuaian sistem pelaporan, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengalihan portofolio Unit Usaha Syariah.
Aspek sustainability juga ditempatkan sebagai bagian dari corporate strategy. BNI Life menggunakan prinsip “Sustainability by Design”, yang menghubungkan pertumbuhan bisnis, ketahanan, efisiensi, tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, dan inisiatif ESG untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Roadmap keberlanjutan BNI Life dibagi dalam tiga tahapan. Pada 2026, perusahaan memasuki fase Establish the Foundation dengan menetapkan baseline dan target pengurangan emisi, memperkuat governance, SOP, koordinasi ESG, serta mempersiapkan transisi pelaporan keberlanjutan menuju IFRS S1/S2. Periode 2027–2029 diarahkan pada Integrate & Scale, termasuk implementasi dashboard monitoring ESG dan integrasi ESG ke dalam manajemen risiko, kepatuhan, operasional, keputusan bisnis, serta green investment. Selanjutnya pada 2030 ditargetkan fase Optimize & Embed, dengan integrasi ESG dalam produk, investasi, dan core business serta pengukuran dampak ESG yang lebih komprehensif.
Frisca menegaskan bahwa pendekatan tersebut membuat sustainability tidak ditempatkan sebagai program yang berdiri sendiri. “Sustainability menjadi prinsip dasar yang menghubungkan pertumbuhan, ketahanan, governance, operational excellence, kapabilitas SDM, dan dampak bagi stakeholder,” ujarnya berdasarkan materi yang dipaparkan BNI Life.
Implementasi ESG BNI Life mencakup responsible workplace, responsible operations, inclusive business, dan community impact. Perusahaan juga mencantumkan pengurangan sampah plastik dan penggunaan kertas, efisiensi energi dan digitalisasi proses, penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kantor, dukungan perlindungan UMKM, pengembangan green investment, serta program sosial di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kebencanaan.
Dengan pendekatan tersebut, BNI Life mengarahkan GRC untuk menjadi fondasi penguatan ketahanan operasional sekaligus penciptaan nilai jangka panjang. Integrasi governance, risk, compliance, data, teknologi, dan sustainability menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun bisnis yang lebih terkendali, transparan, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
