TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Ditutup Melemah, Investor Cenderung Ambil Untung

Agus Haryanto
24 August 2026 | 16:17
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (24/8/2026). IHSG turun 24,02 poin atau 0,37 persen ke level 6.501,66.

Berdasarkan data perdagangan, pergerakan saham masih didominasi sentimen negatif. Sebanyak 259 saham berhasil menguat, sementara 367 saham melemah dan 166 saham lainnya stagnan.

Total volume perdagangan saham sepanjang hari mencapai 35,56 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,05 triliun. Komposisi saham yang lebih banyak ditutup di zona merah menunjukkan tekanan jual terjadi cukup merata, meskipun masih terdapat sejumlah saham yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan.

Pelemahan IHSG ini terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya berada di level 6.525,69. Dengan demikian, koreksi pada perdagangan awal pekan membawa IHSG kembali ke area 6.500. Pada penutupan Jumat (21/8/2026), IHSG masih tercatat menguat 0,37 persen, sehingga pelemahan pada Senin dapat dibaca sebagai aksi ambil untung setelah kenaikan sebelumnya.

Tekanan Jual dan Aksi Ambil Untung Mendominasi

Secara teknikal, koreksi 0,37 persen menunjukkan IHSG sedang mengalami konsolidasi setelah mencatatkan penguatan pada perdagangan sebelumnya. Area 6.500 menjadi level psikologis penting karena indeks kembali menguji kawasan tersebut setelah gagal mempertahankan posisi di atas 6.525.

Jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan saham yang menguat juga menjadi sinyal bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi pada segelintir saham berkapitalisasi besar. Namun, nilai transaksi Rp14,05 triliun yang masih cukup besar mengindikasikan aktivitas pasar tetap berlangsung aktif.

Kondisi ini dapat diartikan sebagai proses rotasi dan penyesuaian portofolio investor. Setelah IHSG menguat pada akhir pekan lalu, sebagian pelaku pasar berpotensi memilih merealisasikan keuntungan atau profit taking, terutama menjelang perdagangan yang diperkirakan masih dipengaruhi sentimen domestik maupun global. Analis sebelumnya juga telah mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung setelah momentum kenaikan IHSG.

BACA JUGA:   Transaksi EBUS dan Repo di SPPA BEI Capai Rp1.000 Triliun

Ke depan, kemampuan IHSG bertahan di atas level 6.500 akan menjadi perhatian pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level tersebut secara konsisten, ruang koreksi berpotensi semakin terbuka. Sebaliknya, apabila IHSG mampu kembali menguat dan menembus area 6.525, maka peluang pemulihan menuju level yang lebih tinggi masih terbuka.

Dengan demikian, pelemahan IHSG pada awal pekan lebih tepat dibaca sebagai sinyal konsolidasi pasar. Investor diperkirakan akan tetap mencermati arah arus dana, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, kondisi nilai tukar rupiah, serta perkembangan sentimen ekonomi global sebagai penentu arah perdagangan berikutnya.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Dapat Tambahan Kredit Rp40 Miliar dari CIMB, ASSA Perkuat Modal Kerja dan Armada

Next Post

BNI Integrasikan Transaksi dan Pembiayaan Pelaku Usaha Lewat BNIdirect dan wondr Merchant

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR