Jakarta, TopBusiness – Penggabungan dua perusahaan telekomunikasi menjadi satu entitas baru bukan sekadar perkara menyatukan bisnis dan jaringan. Di balik proses tersebut terdapat pekerjaan besar untuk menyelaraskan tata kelola, sistem pengendalian, manajemen risiko, kepatuhan, hingga budaya perusahaan.
Hal itu pula yang menjadi perhatian PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk setelah merger antara XL Axiata dan Smartfren. Memasuki fase sebagai entitas baru, perusahaan menempatkan governance, risk management and compliance (GRC) sebagai salah satu fondasi untuk memastikan proses integrasi berjalan sekaligus menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Bagi XLSMART, GRC tidak ditempatkan sebatas perangkat untuk memastikan perusahaan memenuhi regulasi. Fungsi tersebut mulai diintegrasikan dengan strategi bisnis dan agenda keberlanjutan.
Head of Sustainability XLSMART, Ratu Ommaya mengatakan penerapan GRC menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
“Penerapan governance, risk management and compliance adalah fondasi dalam membangun bisnis berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang sesuai dengan target dan goals yang sudah kami tetapkan,” katanya saat penjurian TOP GRC Awards 2026, Jumat (28/9/2026).
Menurut Ratu, integrasi GRC dan sustainability membuat perusahaan tidak hanya melihat kinerja dari sisi finansial. Dalam setiap proses bisnis, XLSMART juga mempertimbangkan tata kelola, pengelolaan risiko, kepatuhan, dampak lingkungan dan sosial, serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Pendekatan tersebut menjadi relevan bagi XLSMART yang merupakan entitas hasil merger. Proses penggabungan dua perusahaan membawa konsekuensi pada penyelarasan kebijakan dan sistem, sekaligus membutuhkan fondasi tata kelola yang mampu mengakomodasi skala bisnis perusahaan yang lebih besar.
Ratu menjelaskan, penguatan GRC dilakukan melalui sejumlah pendekatan. Dari sisi governance, perusahaan memperkuat tata kelola sustainability melalui pengawasan manajemen dan keberadaan Sustainability Committee.
Sementara dari sisi manajemen risiko, perusahaan melakukan identifikasi serta pengelolaan risiko dan peluang yang berkaitan dengan ESG, termasuk risiko perubahan iklim dan keberlanjutan bisnis.
Pada aspek compliance, XLSMART mengoptimalkan pemenuhan regulasi dan standar keberlanjutan yang berlaku, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan regulasi dan standar pelaporan di masa mendatang.
Adapun aspek sustainable business diintegrasikan ke dalam sejumlah aktivitas, seperti pengelolaan energi dan emisi, rantai pasok, perlindungan pelanggan, ekonomi sirkular, serta pemberdayaan masyarakat.
Mengawal Bisnis Pascamerger
Transformasi GRC tersebut berjalan beriringan dengan proses membangun fondasi bisnis XLSMART sebagai operator telekomunikasi baru.
Head of External Communications & Media Management XLSMART Henry Wijayanto mengatakan XLSMART merupakan perusahaan hasil penggabungan dua entitas telekomunikasi yang memiliki tujuan untuk memperkuat skala bisnis dan menciptakan sinergi.
“Kami merupakan gabungan dari sebelumnya XL Axiata dan PT Smartfren Telecom. Sebagai entitas baru, tentunya bagaimana memaksimalkan skala bisnis pascamerger, merealisasikan potensi sinergi dari penggabungan dua perusahaan, serta memperkuat fondasi jangka panjang untuk pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan ke depannya,” kata dia.
Menurut Henry, proses tersebut telah menunjukkan sejumlah capaian pada tahun pertama. Selain berhasil melakukan merger, perusahaan juga menyampaikan telah merealisasikan target sinergi yang sebelumnya dicanangkan.
Di sisi operasional, kinerja perusahaan tetap tumbuh. Pada saat yang sama, XLSMART memperkuat infrastruktur jaringan sebagai tulang punggung bisnis telekomunikasi, termasuk melalui pengembangan jaringan 5G.
Penguatan fondasi tersebut menunjukkan bahwa proses integrasi pascamerger tidak hanya menyangkut penyatuan organisasi. Tata kelola dan manajemen risiko juga harus mampu mengikuti perubahan skala serta kompleksitas bisnis.
Karena itu, XLSMART membangun struktur GRC yang melibatkan Direksi, Dewan Komisaris, berbagai komite, Corporate Secretary, Internal Audit, serta fungsi Risk and Compliance.
Di tingkat Direksi terdapat sejumlah komite yang mendukung pengelolaan risiko dan keberlanjutan, termasuk Risk and Business Continuity Committee, Gifts, Donations and Sponsorship Committee, Sustainability Committee, Ethics and Integrity Committee, serta People Committee.
Sementara Dewan Komisaris diperkuat dengan komite yang menjalankan fungsi pengawasan, antara lain komite audit, risiko dan kepatuhan, nominasi dan remunerasi, serta investasi.
Struktur tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan proses pengambilan keputusan memiliki mekanisme pengawasan dan pengendalian yang jelas.
Risiko Tak Lagi Berdiri Sendiri
Bagi XLSMART, manajemen risiko juga telah diperluas mengikuti dinamika industri telekomunikasi. Risiko yang dikelola mencakup risiko strategis, bisnis, keuangan, operasional, hukum dan regulasi, pasar, geopolitik, tata kelola, teknologi, siber, sumber daya manusia, hingga lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Dengan cakupan tersebut, risiko ESG juga menjadi bagian dari kerangka Enterprise Risk Management perusahaan.
XLSMART menerapkan Three Lines Model. Lini pertama berada pada fungsi bisnis dan operasional sebagai pemilik risiko. Lini kedua menjalankan fungsi pengawasan risiko dan kepatuhan, sedangkan lini ketiga memberikan assurance secara independen melalui Internal Audit.
Untuk memperkuat budaya risiko, perusahaan juga mengembangkan Risk Champion di setiap direktorat.
Identifikasi risiko didukung sistem Risk Control Self-Assessment (RCSA) berbasis Microsoft SharePoint. Melalui sistem tersebut, karyawan maupun pihak terkait dapat melakukan registrasi risiko secara daring.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan risiko diarahkan agar tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi risk and compliance. Risiko menjadi bagian dari proses bisnis dan tanggung jawab setiap lini organisasi.
Dari Kepatuhan ke Ketahanan Bisnis
Penguatan GRC juga ditopang berbagai kebijakan internal. XLSMART memiliki Governance Manual dan Board Manual yang menjadi pedoman bagi organisasi dalam menjalankan tata kelola, termasuk memperjelas peran dan kewenangan Direksi serta Dewan Komisaris.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kepatuhan, mengurangi risiko hukum dan konflik kepentingan, serta meningkatkan akuntabilitas organ perusahaan.
Dari sisi integritas, XLSMART telah memiliki sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti-Penyuapan dan ISO 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Perusahaan juga menjalankan deklarasi integritas dan konflik kepentingan secara berkala, serta melakukan pelatihan dan awareness mengenai enterprise risk management, data privacy, keselamatan, dan aspek lainnya kepada karyawan maupun organ tata kelola.
Bagi Ratu, integrasi GRC dan sustainability menjadi penting karena keberlanjutan perusahaan tidak bisa hanya dilihat sebagai target akhir.
“GRC dan sustainability ini terintegrasi dalam pertumbuhan bisnis. Jadi, tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga mempertimbangkan governance yang baik, pengelolaan risiko, kepatuhan, dampak lingkungan dan sosial, serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” jelas Ratu.
Dengan fondasi tersebut, perjalanan XLSMART sebagai entitas baru tidak berhenti pada keberhasilan merger. Tantangan berikutnya adalah memastikan organisasi yang telah terintegrasi mampu bergerak dengan tata kelola yang konsisten, risiko yang terukur, dan kepatuhan yang semakin kuat.
Pada saat yang sama, digitalisasi GRC terus dikembangkan untuk mendukung proses bisnis dan pengawasan. Perusahaan memanfaatkan sistem untuk pengelolaan risiko, keuangan, kontrak, proyek, hingga dashboard ESG.
Dengan demikian, GRC perlahan bergeser dari sekadar fungsi pengawasan menjadi bagian dari infrastruktur manajemen perusahaan.
Bagi XLSMART, proses tersebut menjadi semakin penting di tengah transformasi industri telekomunikasi yang berlangsung cepat. Integrasi bisnis pascamerger membutuhkan organisasi yang tidak hanya mampu mengejar pertumbuhan, tetapi juga memiliki kemampuan membaca risiko, menjaga integritas, memenuhi regulasi, dan mengantisipasi tuntutan keberlanjutan.
Di titik itulah GRC ditempatkan sebagai fondasi. Bukan sekadar untuk memastikan bisnis berjalan sesuai aturan, tetapi untuk memastikan pertumbuhan XLSMART tetap memiliki arah, ketahanan, dan nilai jangka panjang.
