Jakarta, TopBusiness – Sejak perubahan status badan hukum menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum, Perumda Tirta Serambi Kota Padang Panjang terus melakukan terobosan dan inovasi untuk peningkatan performa dan daya saing. Salah satu strateginya melalui transformasi digital dengan memanfaatkan dan mengaplikasikan teknologi digital, baik di sistem manajemen, proses produksi, maupun layanan pelanggan.
Berdiri tahun 1979 lalu dan tercatat dalam Lembaran Daerah Nomor: 02 tahun 1980 yang merupakan Seksi Air Minum di bawah koordinasi Bagian Pemerintahan Kantor Walikota Padang Panjang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Serambi Kota Padang Panjang ini telah beberapa kali mengalami perubahan status badan hukum. Sejak Juli (2023) lalu, statusnya berubah dari PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum.
Dan semenjak terjadi perubahan status tersebut, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Padang Panjang yang kini dikendalikan oleh Adrial A. Bakar, S.T sebagai Direktur Utama ini, juga terus melakukan berbagai terobosan pembenahan dan inovasi, baik di sistem manajemen, lini produksi, layanan pelanggan, serta aspek lainnya.
Di sistem manejemen, perusahaan melakukan peningkatan dan perbaikan tata kelola usaha sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai acuan proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan yang lebih profesional sesuai regulasi dan etika dalam dunia usaha pada umumnya. Dengan status baru sebagai Perumdam, Perusahaan diharapkan menjadi lebih professional, baik dari sisi kepemimpinan, manajemen, produktifitas, dan peningkatan pelayanan.
“Dengan menjadi Perumda, kami pun terus melakukan pembenahan untuk perbaikan sesuai prinsip GCG agar makin berdaya saing dan makin professional dalam menjalankan kegiatan usaha untuk kinerja yang lebih baik. Sehingga keberadaanya juga bisa terus memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan daerah,” ungkap Direktur Perumda Air Minum Tirta Serambi Kota Padang Panjang, Adrial A. Bakar, S.T dalam presentasi berjudul “Tata Kelola dan Inovasi Untuk Kinerja Pelayanan Air Minum Terbaik” dalam sesi wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2024” yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta, Rabu (07/02/2024) lalu secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.
Salah satu terobosan dan upaya peningkatan performa yang dilakukan yakni melalui transformasi digital atau pemanfaatan aplikasi teknologi informasi atau digitaliasi. Saat ini, Perumdam Tirta Serambi telah menggunakan Teknologi Informasi di semua sektor, baik di jajaran manajemen (office), produksi dan operasional pelayanannnya. Mulai dari tata kelola Perusahaan, Bagian Administrasi Keuangan sampai ke Bagian Teknik.
Performa pun kian baik yang terlihat dari indeks peraihan GCG, di mana Perumdam Tirta Serambi Kota Padang Panjang mendapatkan nilai evaluasi GCG tahun 2020 dengan nilai 62,18.
“Sistem Teknologi Informasi yang digunakan sebagian besar dirancang dan dibangun serta diaplikasikan sendiri oleh tim internal Perumdam Tirta Serambi. Hanya sebagian kecil yang masih merupakan bantuan atau kerja sama dengan pihak lain. Prinsipnya kita bangun kapasitasnya sesuai kebutuhan agar tepat guna dengan investasi yang juga tidak terlalu mahal,” ujarnya.
Terkait pelayanan, perusahaan telah membangun aplikasi Web GIS SIMPEL (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan). Web GIS SIMPEL merupakan aplikasi berbasis geospasial (GIS) untuk melakukan pemantauan terhadap aspek-aspek operasional dan pelayanan, termasuk jaringan yang dimiliki Perumda Tirta Serambi.
Pada Web GIS SIMPEL terdapat data sumber air, bangunan pengolahan, sistem perpipaan transmisi dan distribusi serta lokasi dan data pelanggan. Hal ini memudahkan Perusahaan dalam melakukan pemantauan dan pengecekan berbagai pekerjaan atau operasional di lapangan.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan aplikasi Smart Water Management System (SWMS). SWMS merupakan sistem untuk memonitoring data tekanan air, water leveling reservoir, serta suhu pompa dan suhu mesin secara real time, tanpa adanya petugas untuk terjun langsung ke lapangan. SWMS ini menggambil data secara real-time menggunakan sensor yang dipasang pada jaringan perpipaan, pompa serta pada bak reservoir.
Inovasi sistem monitoring produksi, distribusi dan pelayanan pelanggan yang terangkum dalam Aplikasi Smart Water Managemen System (SWMS) dan pengembangan dalam Web GIS SIMPEL,meliputi:
- Sistem monitoring dan pengendalian keuangandan persediaan menggunakan aplikasi Sikompak.
- Sistem monitoring dan pengendalian pembacaan meter pelanggan menggunakan aplikasi Ratu Jaya.
- Sistem monitoring dan pengendalian pembayaran digital online menggunakan aplikasi Ratu Jaya.
- Sistem monitoring dan penghitungan debit produksi dan distribusi menggunakan CCTV.
- System monitoring tekanan air jaringan pipa transmisi dan distribusi menggunakan sensor tekanan.
- System monitoring dan pengendalian operasional pompa jarak jauh.
- System monitoring dan pengendalian kualitas air menggunakan sensor kekeruhan.
- Sistem monitoring dan pengendalian tinggi muka air reservoir menggunakan sensor leveling.
- System monitoring pelanggan dan jaringan perpipaan dengan Aplikasi GIS dan WEBGISSIMPEL.
- Sistem monitoring dan pengendalian kinerja pegawai menggunakan aplikasie-Kinerja.
Guna memudahkan pelanggan, juga ada aplikasi yang disediakan bagi pelanggan untuk dapat melakukan pembacaan meter secara mandiri dengan mengupload foto meter dan menginputkan angka meter saat ini. Pembayaran rekening air pun makin mudah dengan adanya sistem pembayaran secara online tanpa hartus antre di loket pembayaran.
Perumda Tirta Serambi Kota Padang Panjang saat ini sudah mengembangkan inovasi serupa zona air minum prima dan rata-rata pelayanan air minum sudah hampir 24 jam bagi masyarakat di daerah ini. Jumlah pelanggan saat ini (SL): 11.231 dengan cakupan layanan keknis mencapai 80,78(%) & administrasi: 70,07(%).
Sehingga hampir tidak ada lagi lokasi di Kota Padang Panjang yang tidak memiliki akses air bersih, karena 80 persen lebih dilayani oleh Perumda Tirta Serambi dan yang lain menggunakan air bersih dari mata air yang diupayakan masyarakat.
Menurut Adrial, pemanfaatan teknologi informasi ini juga mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi yang berdampak pada kinerja usaha dan juga meningkatkan kepuasan pelanggan. Antara lain karena sistem pelayanan terkendali dan jika terjadi gangguan pelayanan PDAM dapat merespons dengan segera, ketaatan pembayaran dari pelanggan juga meningkat dan menekan adanya tunggakan.
Dari performa usaha, kinerja keuangan terus bisa ditingkatkan setiap tahun, meskipun tarif belum ada penyesuaian. Tercatat tahun 2021 perusahaan berhasil meraih laba Rp 156,9 miliar, tahun 2022 naik menjadi Rp 211,5 miliar, dan tahun 2023 sebesar Rp248,4 miliar.
Peningkatan kinerja dilakukan dengan optimalisasi dan efisiensi operasional yang ketat dengan pemanfaatan inovasi teknologi informasi dan tata Kelola keuangan yang semakin baik. Inovasi teknologi informasi membantu pemantauan dan pengendalian tata Kelola operasional pada unit biaya yang besar seperti biaya listrik, operasional dan pemeliharaan teknis, sehingga mendukung efisiensi.
“Tarif Perumdam Tirta Serambi masih sangat rendah hanya Rp.800 per meter kubik, padahal beberapa PDAM lain sudah menetapkan tarif di atas Rp1.500 per meter kubik, bahkan ada yang sudah menetapkan di atas Rp 3.000. Selama 13 tahun tarif kami hanya Rp 800, namun kami tetap bisa meraih laba,” ujarnya yang saat ini sedang diusulkan agar ada penyesuaian.
Dengan kinerja yang kian solid, tahun ini untuk kedua kalinya Perumda Tirta Serambi terpilih dan masuk nominasi 250 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbaik dari 1.000 lebih BUMD yang ada di Indonesia dan lolos mengikuti ajang penilaian untuk penghargaan “TOP BUMD Awards 2024”.
Kegiatan TOP BUMD Awards merupakan ajang corporate rating atau penilaian untuk penghargaan bagi BUMD yang dinilai berhasil atau berprestasi, baik terkait kinerja bisnis maupun layanan bagi masyarakat atau pelanggan yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai. Di antaranya Lembaga Kajian NawaCita (LKN), PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun Tema TOP BUMD AWARDS 2024 yakni ”Penguatan Tata Kelola dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Artinya, selain ingin mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, Dewan Juri juga ingin mendalami kebijakan dan implementasi tata Kelola Perusahaan yang baik (atau GCG) dalam mendukung peningkatan kinerja dan layanan BUMD.
Editor: Busthomi
