Jakarta, TopBusiness — Bagi sebuah perusahaan yang bergerak di industri lifestyle dan entertainment dengan karakter bisnis yang dinamis, manusia bukan sekadar sumber daya, tetapi menjadi salah satu penentu utama keberhasilan bisnis. Hal itu pula yang menjadi perhatian Holywings Group (HW Group) dalam membangun Human Capital (HC).
Hal tersebut disampaikan Chief Human Capital Officer HW Group Adhitiya W. Wibawa dalam Penjurian Top Human Capital Award 2026 yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Hadir pula dalam Penjurian, Personal Assistant Violes, Corporate Business Strategy Manager M. Panji, dan Compensation & Benefit Manager Noviyanti. Selain itu, Fraud Base Investigation Supervisor Setiawan, TA & Employee Experience Manager Maria C., serta Human Capital Integrated System Manager Rizkiansyah.
Menurut Adhitiya kembali, pada saat ini lini bisnis HW Group sangat beragam, mulai dari beer house & dining, live entertainment, night club, quick service restaurant, beach fest, pods, talent management, sport & boxing, clothing, wellness club, hingga coffee shop. Dengan karakter bisnis yang beragam dan ekspansi outlet yang terus berjalan, strategi HC pun diarahkan untuk mengikuti kebutuhan pertumbuhan bisnis, ekspansi outlet, operational excellence, serta transformasi digital.
“Pendekatan tersebut dirangkum dalam gagasan “We scale our people capability together with our business.” Di mana artinya, strategi bisnis diterjemahkan menjadi strategi manusia, kemudian diperkuat melalui keunggulan operasional untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Di dalamnya terdapat workforce planning, komitmen kepemimpinan, kebutuhan terhadap posisi-posisi kritis, ketersediaan talenta, pembukaan outlet baru, hingga restrukturisasi organisasi,” kata Adhitiya.
Lakukan Transformasi HC
Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan kemudian melakukan transformasi HC. Transformasi ini dilaksanakan melalui 3 kebijakan. Pertama. Unlocking Human Potential. Kedua. From Manual HR to Digital Human Capital. Ketiga. Employee Experience & High Performance Culture.
Pada kebijakan Unlocking Human Potential, perusahaan menghadikan pendekatan melalui alur Identify – Develop – Deploy – Perform – Grow. Kerangka ini menunjukkan bahwa perjalanan karyawan tidak berhenti pada proses rekrutmen. Perusahaan berupaya mengidentifikasi talenta melalui talent mapping serta performance and potential assessment, kemudian mengembangkannya melalui leadership development, coaching & mentoring, dan individual development plan.
Selanjutnya, mobilitas talenta didukung melalui perpindahan internal, penugasan lintas fungsi, serta kesempatan memperoleh pengalaman di bisnis baru. Pada tahap berikutnya, kinerja dan karier dikelola melalui KPI, performance management, pengembangan karier, dan pertumbuhan individu. Prinsip yang dibangun sederhana tetapi strategis: right people, right role, right capability, menuju business growth.
Pada kebijakan From Manual HR to Digital Human Capital, perusahaan melaksanakan 4 tahapan: Manual → Digital → Integrated → Automated → Data Driven. Perubahan ini menempatkan teknologi sebagai fondasi untuk membuat pengelolaan manusia menjadi lebih cepat, akurat, efisien, dan mampu menghasilkan insight bagi pengambilan keputusan.
Dalam ekosistem digital tersebut, HW Group mengembangkan HCIS sebagai single source of truth, yang mencakup data karyawan, absensi, payroll, serta pengelolaan talenta dan payroll. Digitalisasi juga menyentuh proses administrasi, payroll integration, employee self-service, serta digital workflow.
Perusahaan selanjutnya menggunakan tools sendiri guna mendukung aspek seperti monitoring berbasis AI dan cost center. Sementara itu, untuk proses seperti absensi, kontrak dan surat-menyurat juga diarahkan ke proses digital. Dengan demikian, transformasi bukan hanya memindahkan dokumen kertas ke sistem elektronik, tetapi membangun ekosistem HC yang terintegrasi dan semakin berbasis data.
Terakhir, kebijakan Employee Experience & High Performance Culture. Di sini, perusahaan menonjolkan empat elemen. Yaitu, employee voice, employee wellbeing, culture, dan performance. Employee voice dibangun melalui komunikasi dan umpan balik, sementara employee wellbeing mencakup kesehatan, kesejahteraan dan keseimbangan kehidupan kerja. Budaya perusahaan diarahkan pada nilai-nilai inti, kolaborasi dan inovasi, sedangkan kinerja dikaitkan dengan KPI, recognition dan akuntabilitas.
HC Menjadi Penggerak Pertumbuhan
Melalui 3 kebijakan tersebut, terjadi perubahan paradigma penting di HW Group. Human Capital tidak lagi diposisikan hanya sebagai fungsi administratif yang mengurus rekrutmen, absensi, payroll atau dokumen karyawan.
HC bergerak menjadi bagian dari strategi bisnis: memahami kebutuhan ekspansi, memastikan ketersediaan talenta, membangun pemimpin, mengembangkan kompetensi, mengelola kinerja, menciptakan pengalaman karyawan, sekaligus memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
Selain itu, HW Group yang berdiri pada 2015 dengan outlet pertama di Kelapa Gading Jakarta, berhasil berkembang menjadi salah satu leading lifestyle & entertainment group di Indonesia. Perusahaan kini dicatat memiliki lebih dari 70 outlet yang tersebar di berbagai kota, dengan lebih dari 5.000 karyawan.
“Semua angka-angka tersebut menjadi gambaran bahwa pertumbuhan bisnis berjalan bersama dengan peningkatan aktivitas pengembangan karyawan dan pengelolaan tenaga kerja,” pungkas Adhitiya.*
