Jakarta, TopBusiness – Pengelolaan sumber daya manusia menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Melalui penguatan talent mobility dan Human Capital Management System (HCMS), perusahaan berupaya memastikan pengembangan karyawan berjalan sejalan dengan kebutuhan bisnis.
Hal itu disampaikan Trisia Indrayani selaku HRM PT Pan Brothers Tbk dalam wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2026 bersama Majalah TopBusiness, Jumat, 4 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Pan Brothers mengangkat tema “One Vision, One Action, One Love, Growing Together” dengan fokus pada peran talent mobility dan HCMS sebagai strategic business partner. Tema ini sekaligus menggambarkan bagaimana fungsi HRM diarahkan untuk ikut mendukung perusahaan, bukan sekadar mengurus administrasi karyawan.
Pan Brothers merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur garmen, mulai dari technical, functional and activewear, woven garment, hingga cut and sewn garment dengan tingkat kompleksitas menengah sampai tinggi. Perusahaan yang berdiri sejak 1980 ini memiliki kapasitas produksi hingga 111 juta pieces per tahun dan lebih dari 22 ribu karyawan.
“Kami melihat human capital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis. Karena itu, pengembangan orang harus berjalan seiring dengan kebutuhan perusahaan. Bukan hanya bagaimana memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga bagaimana membangun kompetensi dan menyiapkan talenta untuk kebutuhan ke depan,” kata Trisia dalam pemaparannya.
Mengembangkan Talenta dari Dalam
Strategi HRM Pan Brothers mencakup sejumlah program, mulai dari talent acquisition, pengembangan dan penempatan karyawan, hingga talent retention. Perusahaan juga menjalankan management development program, vocational competency, disability empowerment, mentorship program, leadership course, multi-skill dan Supervisor Academy.
Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap. Karyawan yang memiliki potensi dapat mengikuti proses assessment, kemudian diarahkan ke program yang sesuai dengan kebutuhannya. Untuk operator, misalnya, tersedia pengembangan multi-skill yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi menghadapi kebutuhan industri 4.0.
Sementara bagi supervisor, Pan Brothers memiliki Supervisor Workshop, Supervisor Development Program dan Supervisor Academy Program. Program tersebut antara lain ditujukan untuk mengembangkan supervisor yang sudah ada sekaligus menyiapkan operator multi-skill yang memiliki potensi menjadi pemimpin.
“Kami tidak ingin pengembangan talenta berhenti pada pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan, ada proses assessment, mentoring, reskill dan upskill. Dari sana kami bisa melihat potensi dan kesiapan seseorang untuk berkembang ke tahap berikutnya,” ujar Trisia.
Pelatihan Jadi Bagian Penting
Untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja, perusahaan juga menjalankan pelatihan vokasi melalui kolaborasi dengan sejumlah Balai Latihan Kerja. Dalam program pelatihan vokasi kolaborasi Pan Brothers dengan BLK selama periode 2021-2026, tercatat 784 peserta.
Program tersebut melibatkan tiga mitra, yakni BLK Solo, BBPVP Semarang dan BLK Boyolali. Dari total tersebut, 464 peserta mengikuti pelatihan melalui BLK Solo, 224 peserta melalui BBPVP Semarang, dan 96 peserta melalui BLK Boyolali.
Selain itu, perusahaan memiliki Prima Training School yang ditampilkan sebagai bagian dari upaya membangun kompetensi tenaga kerja. Program ini juga berkaitan dengan sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pan Brothers dan BNSP.
Menurut Trisia, pengembangan kompetensi menjadi penting karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengikuti tuntutan operasional.
“Yang kami bangun adalah kapabilitas people. Harapannya, kompetensi yang dimiliki karyawan bisa semakin sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan pada akhirnya ikut mendorong produktivitas,” tuturnya.
Menyiapkan Regenerasi
Pan Brothers juga memberikan perhatian pada regenerasi tenaga kerja. Salah satunya melalui sejumlah program pengembangan seperti HRM Associate, PANDAI atau Pan Development Associate Integrated, serta IE Academy.
Program PANDAI diikuti peserta dari Banten dan Jawa Tengah dengan latar belakang pendidikan yang beragam, antara lain Akuntansi, Teknik Informatika, Teknik Industri, Manajemen, Teknik Sipil dan Teknik Elektro. Sementara itu, terdapat 10 peserta IE Academy lulusan Teknik Industri yang ditempatkan di ESGI Sambi dan ESGI Klego.
Program magang juga menjadi salah satu jalur regenerasi. Dalam materi penjurian disebutkan terdapat 285 peserta magang di 15 lokasi produksi. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga batch, yakni 105 peserta pada batch pertama, 134 peserta batch kedua dan 46 peserta batch ketiga.
Dari 285 peserta tersebut, 44 orang direkrut menjadi karyawan, atau setara dengan 15,43 persen peserta magang.
“Program magang memberi ruang bagi kami untuk mengenal potensi peserta sejak awal. Dari proses tersebut, perusahaan bisa melihat siapa yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan kemudian diberikan kesempatan menjadi bagian dari perusahaan,” jelas Trisia.
HRM Makin Digital
Pengelolaan human capital di Pan Brothers juga didukung digitalisasi. Perusahaan mengembangkan HRIS dengan sejumlah sistem yang mencakup manpower fulfillment system & e-recruitment, management report, promotion system, sustainability system, training & e-learning, serta general affair management system.
Digitalisasi juga menyentuh proses mentoring. Melalui Log Book PANJAR EMAS, proses perkembangan karyawan selama periode mentoring dapat dipantau. Sementara matrix skill digunakan untuk memonitor kompetensi di setiap factory dan menjadi dasar pengembangan melalui program reskill maupun upskill.
Karyawan juga dapat mengakses slip gaji secara mandiri melalui sistem tanpa harus meminta langsung kepada HR atau accounting.
“Digitalisasi membuat proses HRM menjadi lebih praktis dan terukur. Kami bisa memonitor proses pengembangan karyawan dengan lebih baik, sementara karyawan juga mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan yang mereka butuhkan,” kata Trisia.
Data Human Capital Business Index Pan Brothers menunjukkan, pada 2025 jumlah full time equivalent sekaligus headcount tercatat 22.794 orang. Pada tahun yang sama, sebanyak 15.458 karyawan mengikuti pelatihan dan jumlah manajemen mencapai 1.736 orang.
Dengan berbagai program tersebut, Pan Brothers berusaha membangun sistem human capital yang terhubung dari proses perekrutan, pengembangan kompetensi, regenerasi, mobilitas talenta, hingga retensi karyawan.
Bagi perusahaan, pengelolaan manusia bukan sekadar mendukung pekerjaan HRM. Lebih jauh, HCMS diarahkan untuk menjadi bagian dari strategi perusahaan agar karyawan dan organisasi dapat terus berkembang bersama, sesuai semangat “One Vision, One Action, One Love, Growing Together.”
