
Jakarta, businessnews.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap agar Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa mendorong perusahaan milik Pemerintah RI melakukan initial public offering (IPO) menyusul PT Wijaya Karya Beton, Tbk.
“Tanya Menteri BUMN, kenapa BUMN sedikit yang IPO? Memang diharapkan BUMN bisa terus melakukan IPO, karena tahun ini baru satu BUMN, Wika Beton saja kemarin yang IPO,” kata Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Pasar Modal II, Noor Rochman, di Jakarta (30/4/14).
Menurut dia, kini sudah tujuh perusahaan yang masuk daftar pipeline pernyataan IPO di 2014 dan diperkirakan terlaksana semester pertama tahun ini. Namun, tak ada satu pun yang berasal dari BUMN.
Dia merincikan, tujuh perusahaan tersebut adalah PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo; PT Blue Bird; PT Link Net; PT Magna Finance; PT Chitose Internasional; PT Batavia Prosperindo Internasional; PT Sitara Propertindo.
“Tahun ini belum ada rencana IPO perusahaan BUMN, maka BUMN perlu didorong untuk IPO,” kata Noor Rachman. (ZIZ)
EDITOR: DHI