TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLTP Gunung Salak Mulai Kembangkan Aset Karbon

Albarsyah
8 September 2026 | 16:52
rubrik: Business Info
Kembangkan 2 Unit PLTP Berkapasitas 140 MW, SEML Amandemen PJBTL dengan PLN

Salah satu PLTP milik PT Supreme Energy. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mulai mengembangkan aset karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak. Potensi pengurangan emisi yang dihasilkan dari peningkatan kapasitas pembangkit tersebut akan dikembangkan menjadi aset karbon yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan aset karbon tersebut ditandai dengan penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia.

Kerja sama ini melanjutkan kolaborasi antara PLN Indonesia Power dan South Pole AG dalam mengembangkan aset karbon yang berasal dari peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak.

Aset karbon yang dihasilkan dari pengurangan emisi tersebut nantinya dapat dimonetisasi dan diperdagangkan, sehingga membuka peluang bagi pembangkit energi bersih untuk memperoleh sumber nilai ekonomi tambahan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pengembangan aset karbon menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan nilai ekonomi dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan,” kata Bernadus dalam keterangan resmi, dikutip Senin (7/9/2026).

Menurut dia, pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak menunjukkan adanya peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

“Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami melihat adanya peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia,” tegasnya.

Langkah tersebut juga memperkuat pemanfaatan potensi pengurangan emisi dari sektor pembangkitan energi. Dengan meningkatnya kapasitas pembangkit panas bumi, PLN Indonesia Power tidak hanya memperoleh tambahan pasokan listrik dari sumber energi bersih, tetapi juga berupaya mengoptimalkan manfaat ekonomi dari penurunan emisi yang dihasilkan.

BACA JUGA:   Kabin Unik di Kintamani Dibangun dari Tumpukan Kayu Bekas

Pengembangan aset karbon ini menjadi salah satu bentuk integrasi antara agenda transisi energi dan penciptaan nilai ekonomi. Melalui mekanisme perdagangan karbon, pengurangan emisi dari proyek energi bersih dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan.

Tags: pltp
Previous Post

Tembaga Babak Baru Garapan Sumber Daya Mineral RI

Next Post

Panas Bumi Cianjur Menyimpan Potensi Energi 85 MW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR