TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Posisi Investasi Internasional: Turun di Triwulan II

Achmad Adhito
11 September 2026 | 08:53
rubrik: Ekonomi
Utang Luar Negeri Pemerintah: Tumbuh Lebih Rendah

Nilai tukar Rupiah terhadap USD. FOTO: Dhi/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan II 2026 mencatat kewajiban neto yang menurun.
“Pada akhir triwulan II 2026, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar 197,4 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan I 2026 sebesar 223,0 miliar dolar AS,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny, dalam keterangan resmi (11/9/2026).

Kewajiban neto yang menurun tersebut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dan peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Posisi KFLN Indonesia menurun tetapi aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio tetap berlanjut. 

Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan II 2026 tercatat sebesar 769,0 miliar dolar AS, turun sebesar 1,9% (qtq) dari 783,7 miliar dolar AS pada akhir triwulan I 2026.

Investasi langsung dan investasi portofolio tetap membukukan surplus sebagai cerminan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik, inflasi yang terjaga, dan imbal hasil investasi yang menarik.

Perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penurunan nilai instrumen keuangan domestik karena faktor revaluasi harga dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah.

Ramdan pun menjelaskan: posisi AFLN Indonesia meningkat didorong oleh transaksi pada berbagai instrumen finansial luar negeri. 

Posisi AFLN pada akhir triwulan II 2026 tercatat sebesar 571,5 miliar dolar AS, naik 1,9% (qtq) dari 560,7 miliar dolar AS pada akhir triwulan I 2026. Sebagian besar komponen AFLN mengalami peningkatan posisi, terutama pada aset investasi lainnya, investasi langsung, dan investasi portofolio.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan II 2026 tetap terjaga sehingga mendukung ketahanan eksternal. 
Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan II 2026 sebesar 13,3%, lebih rendah dibandingkan 15,2% pada triwulan I 2026. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang terutama dalam bentuk investasi langsung.

BACA JUGA:   Ini Kabar Terbaru Posisi Investasi Internasional RI
Tags: posisi investasi internasional
Previous Post

Perkenalkan, Tablet Pintar Ber-AI Seharga Mulai Rp3 Juta

Next Post

Tatkala TOD Menjadi Katalis Properti

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR