TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Produksi Kembali Pulih Pasca Diterjang Banjir

Albarsyah
11 September 2026 | 20:11
rubrik: BUMN
Biaya Operasional Kilang Pertamina Lebih Rendah dari Singapura

Jakarta, TopBusiness – Pertamina EP Rantau Field berhasil bangkit dari nol barel setelah diterjang banjir. Pemulihan produksi yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu tahun atau bahkan lebih, justru dapat dituntaskan dalam waktu kurang dari enam bulan.

Pemulihan tersebut menjadi salah satu capaian penting PEP Rantau Field setelah seluruh kegiatan produksi sempat terdampak banjir. Sebelumnya, banyak pihak memperkirakan pemulihan kegiatan produksi membutuhkan waktu satu hingga tiga tahun untuk dapat kembali seperti kondisi semula.

Namun, berkat kerja cepat dan dukungan lintas wilayah operasi Pertamina, seluruh sumur PEP Rantau Field berhasil kembali beroperasi dalam waktu kurang dari enam bulan.

Dukungan tersebut datang dari berbagai wilayah operasi Pertamina, di antaranya Jambi, Pangkalan Susu, Lirik, Ramba, serta sejumlah lapangan lainnya. Bantuan diberikan untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus memastikan kegiatan operasional dapat kembali berjalan.

“Pertamina itu satu keluarga. Jika satu tertimpa musibah, yang lain datang membantu,” ujar Tomi.

Setelah produksi kembali berjalan, minyak yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui pipa menuju Pangkalan Susu. Pengiriman dilakukan setelah volume minyak mencapai batas minimum pengapalan, yakni 35.000 barel.

Sementara itu, gas hasil produksi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal lapangan, terutama sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan mesin-mesin yang digunakan dalam kegiatan produksi di sumur.

Pemulihan pascabanjir tidak berhenti setelah produksi kembali normal. PEP Rantau Field juga mulai memperkuat infrastruktur dan sistem operasional agar lebih siap menghadapi kemungkinan kondisi serupa di masa mendatang.

Tahap keberlanjutan pemulihan tersebut ditargetkan berlangsung hingga 2029. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas produksi memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai risiko operasional dan kondisi lingkungan.

BACA JUGA:   Hutama Karya dan HKI Bangun Jembatan Gantung

Di tengah proses penguatan tersebut, kegiatan produksi tetap berjalan dengan berbagai program peningkatan kinerja. Pada 2026, sejumlah kegiatan pengembangan sumur baru serta program well integrity di wilayah Sumatera Utara menjadi bagian dari agenda PEP Rantau Field.

Tidak hanya berfokus pada pemulihan produksi, PEP Rantau Field juga terus mendorong inovasi untuk menjawab tantangan operasional di lapangan. Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain We Are Finest, Ultimate Sand Trap (USAT), serta inovasi melalui Continuous Improvement Program (CIP) PEP Rantau.

Berbagai inovasi tersebut dikembangkan untuk mengatasi tingginya produksi pasir atau sanding, yang menjadi salah satu tantangan pada lapangan yang telah memasuki fase mature.

Produksi pasir yang tinggi dapat mengganggu kegiatan operasi dan berpotensi menimbulkan kehilangan peluang produksi. Karena itu, inovasi menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan produksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui inovasi tersebut, PEP Rantau Field berharap dapat memperpanjang umur produktif sumur sekaligus mengurangi frekuensi pekerjaan ring. Dengan demikian, produktivitas sumur dapat dipertahankan secara lebih optimal.

Keberhasilan mempercepat pemulihan produksi pascabanjir juga mendapat apresiasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Pada April 2026, PEP Rantau Field menerima penghargaan atas keberhasilannya melakukan percepatan pemulihan produksi pascabanjir.

Apresiasi tersebut diberikan setelah target pemulihan produksi selama satu tahun yang ditetapkan SKK Migas berhasil dituntaskan PEP Rantau Field hanya dalam waktu tiga bulan.

Bagi Tomi, keberhasilan mengembalikan produksi tidak semata-mata berbicara mengenai capaian angka barel per hari. Lebih dari itu, pemulihan merupakan bagian dari upaya memastikan lapangan kembali beroperasi secara optimal dan terus memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:   Divestasi Saham Vale sebanyak 20 Persen

“Kami optimis target itu tercapai. Harapan kami sederhana. Kembali normal, kembali bangkit, dan kembali memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi Indonesia,” ujar Tomi.

Tags: PT Pertamina EP Rantau Field
Previous Post

Pertamina EP Lirik Kerahkan Fire Brigade hingga Malam Hari Mitigasi Meluasnya Karhutla

Next Post

Djoko Siswanto: ExxonMobil Berhasil Hidupkan Kembali Sumur Idle Banyu Urip

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR