TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CapCut Gelar AI Content Fest 2026, Bawa Talenta Kreatif Indonesia Naik ke Layar Lebar

Albarsyah
12 September 2026 | 06:40
rubrik: HC
CapCut Gelar AI Content Fest 2026, Bawa Talenta Kreatif Indonesia Naik ke Layar Lebar

  • Melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar, CapCut membuka panggung lebih luas bagi kreator Indonesia sekaligus mendorong eksplorasi cara baru dalam berkarya dengan dukungan teknologi berbasis AI.
  • Sepuluh karya kreator terpilih dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan di layar lebar, menghadirkan ragam cerita dan perspektif tentang Tanah Air.

Jakarta, TopBusiness – CapCut, solusi penyuntingan video terpadu, hari ini menggelar puncak AI Content Fest 2026, kompetisi dan festival film pendek berskala nasional yang merayakan kreativitas dan talenta kreator Indonesia. Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival ini menampilkan 10 karya terpilih dari kreator berbagai daerah di Indonesia di layar lebar CGV Grand Indonesia (ScreenX), Jakarta.

Digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, festival film pendek berbasis AI perdana dari CapCut ini mengajak kreator berbagi cerita tentang Indonesia—mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman dan harapan tentang bangsa. Dengan memanfaatkan berbagai fitur penyuntingan berbasis AI di CapCut, para kreator mengembangkan cerita tersebut menjadi karya film pendek.

“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” jelas Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan perhatian Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia terhadap potensi teknologi dalam memperkuat industri kreatif. Pada 2024, sektor ekonomi kreatif berkontribusi lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional. Perkembangan AI turut membuka peluang untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan di berbagai subsektor ekonomi kreatif.

BACA JUGA:   LMI Tampilkan Strategi Beyond Boundaries di TOP Human Capital Award 2025

Sepuluh karya yang tampil pada AI Content Fest 2026 menghadirkan berbagai cerita dari ragam latar belakang, pengalaman, dan karakter yang menggambarkan kekayaan nusantara. Dalam proses pengembangannya, para finalis memanfaatkan sejumlah solusi seperti CapCut Video Studio dan berbagai fitur kreatif di dalam aplikasi, termasuk fitur berbasis AI, untuk mengeksplorasi ide dan visual mereka.

Pada acara puncak, setiap film diputar secara bergiliran di layar lebar dan kemudian mendapat penilaian serta tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif, yaitu Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita. Melalui sesi tersebut, para finalis tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas, tetapi juga menerima perspektif dan masukan langsung dari para profesional industri atas ide, visual, hingga penyampaian cerita dalam film mereka.

“Kami ingin kreator melihat CapCut bukan sekadar sebagai alat untuk menyunting video, tetapi sebagai ruang untuk mengeksplorasi ide dan membawa kreativitas mereka lebih jauh. Lewat berbagai fitur kreatif, termasuk fitur berbasis AI, kami ingin membantu kreator mencoba format, visual, dan cara bercerita yang lebih ambisius—termasuk bagi mereka yang ingin berkembang ke ranah film dan hiburan. Harapannya, semakin banyak ide yang sebelumnya terasa sulit diwujudkan dapat berkembang menjadi karya yang siap dinikmati audiens,” tambah Jessica.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para peserta, AI Content Fest 2026 juga mengumumkan pemenang dalam delapan kategori penghargaan, yaitu Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury’s Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.

Berkarya di Era AI: Saat Teknologi Bertemu Kreativitas Manusia

Acara puncak AI Content Fest turut menghadirkan diskusi bersama pelaku industri kreatif Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita mengenai bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat mendukung kebutuhan yang berbeda dalam proses kreatif. Ketiganya melihat AI sebagai alat pendukung yang dapat memperluas eksplorasi dan membantu proses kerja menjadi lebih efisien. Namun, arah kreatif, rasa, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kualitas SDM, PT Komatsu Remanufacturing Asia Terapkan Model 3P

Dari perspektif aktor, Lukman Sardi melihat teknologi dapat membantu memperkaya proses persiapan dan eksplorasi karakter. “Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan. Dengan proses persiapan yang lebih efisien, aktor punya lebih banyak ruang untuk fokus pada bagaimana karakter tersebut diinterpretasikan dan dihidupkan,” terang Lukman.

Sementara itu, sineas Mouly Surya menyoroti bagaimana AI dapat mendukung produser dan sutradara sejak tahap pengembangan hingga produksi. “Teknologi bisa membantu kita mengeksplorasi ide lebih awal, mencari referensi, memvisualisasikan sebuah konsep, hingga mencoba berbagai arah kreatif sebelum masuk ke produksi. Ketika sejumlah proses dapat dilakukan dengan lebih efisien, tim punya lebih banyak waktu untuk fokus pada visi besar karya dan keputusan-keputusan kreatif yang menentukan hasil akhirnya,” tambah Mouly.

Dari sisi kreator, Gustav Anandhita melihat AI sebagai sarana untuk memperluas eksplorasi sekaligus mempercepat proses kreasi. “AI memberi kreator lebih banyak ruang untuk bereksperimen—mulai dari mengembangkan ide, mencoba berbagai pendekatan visual, hingga melakukan iterasi dengan lebih cepat. Efisiensi ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dan membawa sebuah ide lebih jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun,” tutup Gustav.

Pemanfaatan teknologi dalam proses kreatif juga ditampilkan melalui kolaborasi CapCut bersama musisi Raim Laode dalam pembuatan video musik berbasis AI untuk single terbarunya, “Dunia Yang Nanti.” Video musik tersebut ditayangkan untuk pertama kalinya pada acara puncak AI Content Fest 2026, dilanjutkan dengan sesi berbagi dari Raim mengenai proses kreatif di balik pembuatannya dan penampilan musik secara langsung.

Pengunjung yang hadir langsung di CGV Grand Indonesia juga dapat mencoba pengalaman berkreasi melalui CapCut Poster Lab. Dengan memilih genre atau suasana cerita—mulai dari horor, romansa, aksi, sci-fi, hingga dokumenter—pengunjung dapat memanfaatkan fitur kreatif CapCut untuk membuat poster film bergaya sinematik yang dapat dipersonalisasi sesuai pilihan mereka dan diunduh melalui kode QR yang tersedia.

BACA JUGA:   Melalui HC PINDAI, Pan Brothers Sukses Kembangkan Talenta hingga Pacu Produktivitas

CapCut menghadirkan solusi penyuntingan video terpadu untuk mendukung berbagai kebutuhan kreasi, mulai dari video, audio, teks, hingga visual—dapat dilakukan dengan lebih praktis dan efisien dalam satu aplikasi. Kreator dapat memanfaatkan beragam fitur seperti trimming, transitions, keyframes, filters and effects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, hingga audio enhancement, serta fitur berbasis AI untuk membantu pengembangan ide dan storyboard, eksplorasi visual, hingga proses produksi dan penyempurnaan hasil akhir. CapCut juga menerapkan berbagai langkah transparansi, seperti tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar kreator dapat lebih mudah berkreasi secara bertanggung jawab.

Selain melalui pengembangan produk, CapCut juga terus membuka ruang bagi talenta kreatif Indonesia melalui berbagai inisiatif seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CPP). Berbagai inisiatif ini memberikan kesempatan bagi kreator untuk mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi tools kreatif, mendapatkan apresiasi, serta membawa karya mereka kepada audiens yang lebih luas.

Tags: CapCut
Previous Post

Tinjau Sekolah Rakyat Pontianak, Menteri Dody Beri Perhatian Ketersediaan Air Bersih dan Sistem Drainase

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR