Jakarta, TopBusiness — Emiten teknologi dan media digital, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang periode enam bulan pertama tahun 2026 (6M26).
Dalam keterangan resmi yang diterima media, Jumat (18/9/2026), perseroan berhasil membalikkan rugi bersih menjadi laba bersih seiring lonjakan pendapatan usaha yang melonjak ratusan persen.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis Perseroan, IRSX meraup pendapatan sebesar Rp 275,08 miliar pada 6M26.
Angka ini melonjak 173,91% atau naik sebesar Rp 174,66 miliar secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode 6M25 yang sebesar Rp 100,43 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan Perseroan naik 132,61% (Rp 131,62 miliar) menjadi Rp 230,87 miliar pada 6M26, dari sebelumnya Rp 99,25 miliar pada 6M25.
Meski demikian, IRSX tetap mencatatkan lonjakan laba bruto yang luar biasa sebesar 3.649,09% atau naik Rp 43,04 miliar menjadi Rp 44,22 miliar dibandingkan Rp 1,18 miliar pada Semester I-2025.
Laba usaha Perseroan terakselerasi signifikan menjadi Rp 19,40 miliar pada 6M26. Kinerja ini berbalik arah (turnaround) dari posisi rugi usaha sebesar Rp 1,70 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau mencatatkan kenaikan riil sebesar Rp 21,09 miliar (1.244,05%).
Tren positif berlanjut ke bottom line, di mana IRSX membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 16,06 miliar pada 6M26, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp 1,38 miliar pada 6M25 (naik 1.260,37% atau Rp 17,45 miliar).
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan neto sebesar Rp 8,09 miliar yang melonjak dari beban pajak Rp 201,72 juta di 6M25.
Perseroan sukses mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 7,97 miliar. Hasil ini membalikkan posisi rugi tahun berjalan periode 6M25 yang sebesar Rp 1,59 miliar (mencapai pertumbuhan 602,66% atau Rp 9,56 miliar).
Secara atribusi, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 7,72 miliar pada 6M26, berbalik dari rugi bersih Rp 1,59 miliar pada 6M25. Laba per saham dasar Perseroan pun terkerek naik ke posisi Rp 1,25 per lembar dari sebelumnya rugi per saham Rp 0,32.
Struktur Aset dan Kesehatan Keuangan
Di sisi posisi keuangan, IRSX mencatatkan penguatan struktur modal dan ekspansi aset yang sehat per 30 Juni 2026 dibandingkan posisi per 31 Desember 2025.
Total aset meningkat 43,73% (Rp 157,54 miliar) menjadi Rp 517,77 miliar dari Rp 360,23 miliar pada akhir 2025.
Kas dan Setara Kas: Saldo kas dan bank pada akhir periode 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 57,38 miliar, menyusut 47,91% (Rp 52,77 miliar) dari posisi Rp 110,15 miliar pada akhir tahun 2025, yang mana sebagian dana digunakan untuk aktivitas investasi dan ekspansi operasional Perseroan.
Total liabilitas menjadi Rp 200,49 miliar dari Rp 44,87 miliar per akhir 2025, terutama dipicu oleh lonjakan pos uang muka pelanggan jangka pendek yang mencapai Rp 126,75 miliar. Jumlah ekuitas Perseroan tumbuh tipis 0,61% (Rp 1,92 miliar) menjadi Rp 317,28 miliar per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp 315,36 miliar pada akhir tahun 2025.
