TechConnect memaparkan strategi pengembangan talenta, kepemimpinan, pembelajaran, dan teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Jakarta, TopBusiness — TechConnect mengikuti Wawancara Penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang berlangsung Jumat (25/9/2026). Dalam sesi tersebut, tim TechConnect memaparkan strategi pengelolaan sumber daya manusia yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
Materi yang disampaikan mengangkat tema “Engineering Human Potential into Sustainable Business Excellence”. Pesan utama yang dibawa adalah bagaimana perusahaan membangun kemampuan manusia agar sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan bisnis.
Dalam Wawancara Penjurian TOP Human Capital Awards 2026, TechConnect menghadirkan tim Human Capital yang terdiri atas berbagai fungsi strategis. Tim tersebut dipimpin Swasono Satyo selaku Chief Human Resources Officer TechConnect, bersama Yuni Lasti Faulinda, Executive Vice President of People Strategy; Zoraya Zainal, People Capability Development Head; dan Frodo Noor, Global Talent Mobility Head.
Turut hadir Yasmidar Angreni, CXO Factory & People Engagement & Culture Head; Martha Widjajanti, Performance & Talent Acquisition Strategic Head; Arief Budiman, Organization Effectiveness Head; Handa Zaelana, HR Business Process & Service Management Head; Sarah Shafitri, Employer Branding & Engagement Head; serta Faradilla Nurul Rahma, Employer Branding & Engagement Senior Specialist.
Komposisi tim tersebut mencerminkan berbagai aspek pengelolaan Human Capital yang dipaparkan TechConnect dalam presentasi, mulai dari pengembangan kemampuan dan mobilitas talenta, pengembangan calon pemimpin, akuisisi talenta, efektivitas organisasi, hingga keterlibatan dan budaya karyawan. Ini selaras dengan struktur HCMS TechConnect yang menghubungkan kebutuhan bisnis, strategi talenta, pengembangan, penempatan, dan hasil bisnis.
Dalam presentasinya, TechConnect menempatkan Human Capital bukan hanya sebagai fungsi yang mengelola karyawan, tetapi sebagai bagian dari strategi perusahaan. Pertumbuhan bisnis dinilai harus diikuti dengan kesiapan talenta, kepemimpinan, keterampilan, serta sistem kerja yang mendukung kebutuhan organisasi.
Menghubungkan Pertumbuhan Bisnis dan Talenta
Dalam materi presentasi, TechConnect menjelaskan perkembangan bisnis pada periode 2024–2025. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan 9,4 persen, laba bersih 17,5 persen, serta pendapatan per pekerja sebesar 7,7 persen. Selain itu, terdapat 22 usaha baru dan usaha yang dikembangkan.
Pertumbuhan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebutuhan Human Capital. TechConnect menargetkan pengembangan organisasi dari 40 entitas menjadi 400 entitas pada 2035, dengan jumlah tenaga kerja yang juga meningkat.
Pendekatan itu diperkuat melalui Human Capital Business Index, yang menghubungkan sejumlah indikator sumber daya manusia dengan perkembangan bisnis. Materi tersebut antara lain menunjukkan peningkatan investasi pelatihan dari Rp9,7 miliar pada 2024 menjadi Rp19,9 miliar pada 2025.
HCMS Menjadi Penggerak Pengembangan Talenta
TechConnect juga memaparkan penerapan Human Capital Management System (HCMS). Sistem tersebut menghubungkan kebutuhan tenaga kerja dengan ketersediaan talenta, pengembangan kemampuan, rekrutmen, penempatan, hingga pengembangan karier.
Dalam sistem tersebut, kebutuhan talenta menjadi dasar penyusunan strategi. Prosesnya kemudian diarahkan pada hasil yang diharapkan, seperti kesiapan tenaga kerja, pemimpin masa depan, dan keberlanjutan bisnis.
Keberhasilan penerapan HCMS dirangkum dalam bagian akhir presentasi. TechConnect mencatat empat kontribusi utama, yakni ketersediaan pemimpin untuk memenuhi kebutuhan bisnis, pembelajaran yang diperlakukan sebagai investasi, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengambilan keputusan, serta keterkaitan Human Capital dengan hasil bisnis.
TechConnect mencatat telah membangun 214 CxO dan menyiapkan 160 pemimpin yang dinilai siap menghadapi kebutuhan masa depan. Selain itu, sebanyak 34.400 karyawan mengikuti program pembelajaran, dengan 86 persen peserta pada program tertentu berhasil memperoleh sertifikasi.
Kepemimpinan dan Teknologi
Salah satu pendekatan yang ditonjolkan adalah Talent Council, yang digunakan dalam proses pengembangan dan penempatan pemimpin. Presentasi menyebut tidak ada penempatan C-Level di luar mekanisme Talent Council. Prosesnya mencakup identifikasi talenta, peninjauan, pengembangan, hingga presentasi kepada jajaran pimpinan.
Di sisi teknologi, TechConnect mengembangkan Project Nautilus, sebuah platform Human Capital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengelolaan SDM dan analisis talenta. Platform tersebut juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung prediksi kebutuhan dan pengembangan talenta.
Human Capital untuk Bisnis Berkelanjutan
Pada bagian kesimpulan, TechConnect menegaskan bahwa Human Capital harus dapat terlihat kontribusinya terhadap bisnis. Hal itu ditunjukkan melalui sejumlah indikator, antara lain produktivitas, keterlibatan karyawan, retensi, pengembangan pemimpin, serta penciptaan nilai bisnis.
Presentasi juga menampilkan tiga mekanisme yang dinilai dapat dipelajari dan dikembangkan oleh organisasi lain, yaitu SHIELD untuk mendukung retensi karyawan, Talent Council untuk tata kelola pengembangan pemimpin, serta sertifikasi sebagai bagian dari proses pengembangan talenta.
TOP Human Capital Awards 2026
TOP Human Capital Awards 2026 diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness, bekerja sama dan didukung sejumlah pihak yang memiliki kompetensi serta kepedulian terhadap pengembangan Human Capital di Indonesia, antara lain asosiasi, konsultan, praktisi, dan akademisi dari perguruan tinggi.
Tahun ini, TOP Human Capital Awards mengangkat tema “Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence”, yang menekankan pentingnya kemampuan perusahaan dalam mengembangkan potensi manusia untuk mendukung keberhasilan bisnis yang berkelanjutan.
Dalam proses penjurian tersebut, Dewan Juri yang disebutkan terdiri atas Benyamin De Haan (MSI Institute), M. Lutfi Handayani (MSI Group), dan Eri Sumiarso (Sinergi Daya Prima).
