Jakarta, TopBusiness — Guna memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas jutaan warga Jakarta melalui ekosistem transportasi publik yang terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dinilai sukses dalam mengembangkan Human Capital (HC).
Pengembangan itu sebagai bagian dari upaya menyelaraskan arah organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Penerapan Human Capital di Transjakarta tersebut, pada akhirnya merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang siap menghadapi perubahan. Ketika layanan transportasi publik terus berkembang, kualitas manusia yang menjalankan, mengelola, dan memperbarui sistem akan tetap menjadi elemen penting dalam menjaga profesionalisme pelayanan serta keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Head SDM Transjakarta, Suratman dalam Penjurian TOP HC Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Hadir pula dalam Penjurian, Kadep Pengembangan Organisasi, Fina; Perwakilan Tim Pelatihan dan Pengembangan SDM, Mario; serta Perwakilan Tim Perencanaan Perusahaan, Dizka.
Menurut Suratman kembali, khusus dalam menyelaraskan strategi perusahaan dengan pengembangan SDM, Transjakarta menerapkan strategi Human Capital.
Strategi HC Transjakarta
Dalam menerapkan Strategi Human Capital, Transjakarta mengusung tiga fokus utama, yakni Service, Strategic Partnership, dan Sustainability. Fokus Service menempatkan kualitas pelayanan sebagai perhatian penting dalam pengembangan kompetensi pegawai.
Salah satu programnya adalah Frontliner Development Program (FDP), yang diikuti 2.958 petugas lapangan. Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Pada fokus Strategic Partnership, Transjakarta memperluas kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sekaligus membangun jalur pengembangan talenta.
Bersama Kementerian Ketenagakerjaan misalnya, perusahaan menyelenggarakan TJ Ecosystem Hiring Festival yang mencakup proses penyaringan pelamar, psikotes, dan wawancara langsung. Kegiatan ini mencatat 2.871 pelamar.
Sementara itu untuk fokus Sustainability, Transjakarta melakukan penguatan kepedulian lingkungan dan inklusivitas. Beberapa program yang dijalankan di antaranya adalah: gerakan memilah sampah, pelatihan budidaya maggot untuk pengolahan sampah Transjakarta, pelatihan keterampilan bersama Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia, serta pameran UMKM disabilitas.
Membangun Pemimpin dan Talenta Masa Depan
Untuk memperkuat pengembangan HC, Transjakarta membangun pemimpin dan talenta masa depan. Di sini, Transjakarta menempatkan komitmen kepemimpinan sebagai salah satu fondasinya.
Para pemimpin diwajibkan aktif menetapkan arah strategis, memberikan dukungan nyata, serta mengapresiasi kontribusi pegawai agar pengembangan talenta berjalan selaras dengan tujuan perusahaan.
Salah satu implementasinya adalah Trans-Lead Coaching Drive, program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan coaching di tingkat kepala departemen.
Dalam program pembelajaran selama tiga bulan, tercatat 51 pemimpin mengikuti pelatihan, dengan capaian 96,7% pemimpin melakukan coaching satu lawan satu. Program tersebut mencatat 154 sesi coaching kepada tim dan 161 topik pengembangan.
Selain coaching dan mentoring, Transjakarta melakukan pelatihan serta mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Transjakarta juga menyediakan jalur mobilitas talenta melalui kesempatan rotasi dan promosi. Terkait pelatihan yang telah dilaksanakan, sebanyak 5.988 pegawai pada 2024 mengikuti pelatihan. Tahun 2025 dicatat sebanyak 5.581 pegawai. Sementara itu, biaya pelatihan turun dari sekitar Rp3,54 miliar menjadi Rp3,28 miliar.
Hadirkan Kesetaraan Gender dan Lingkungan Kerja Inklusif
Dalam mengembangkan HC, Transjakarta juga membuka kesempatan yang setara dalam pengembangan kompetensi, karier, dan kontribusi bagi seluruh insan Transjakarta.
Kebijakan ini menunjukkan pengembangan HC mencakup bukan hanya keterampilan dan kinerja, tetapi juga akses yang setara, kenyamanan, keamanan, dan kesempatan berkontribusi bagi tenaga kerja yang beragam.
Berdasar data Agustus 2026, representasi perempuan di Transjakarta mencapai 14,88% dari total pegawai. Total pegawai dicatat sebanyak 6.399, yang terdiri atas 952 pegawai pada kelompok manajer dan 5.447 pada kelompok middle management dan frontliners sesuai klasifikasi dalam presentasi.
Adapun jumlah pramudi perempuan meningkat dari 16 orang pada 2023 menjadi 52 orang pada 2026. Terdapat peningkatan rata-rata sebesar 51% per tahun sepanjang periode tersebut dan dicatat pramudi perempuan mencapai 3% dari jumlah pramudi.
Khusus pelaksanaan inklusivitas, Trasjakarta mewujudkannya melalui kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Banyak pegawai dengan disabilitas telah bekerja dalam sejumlah fungsi, termasuk pengembangan standardisasi layanan, analisis hubungan pelanggan, dan petugas keamanan.
Di samping itu, Transjakarta juga menghadirkan lingkungan kerja inklusif meliputi: toilet inklusif, parkir khusus perempuan, akses ramp dan guiding block di halte, fasilitas ruang tenang, ruang laktasi, akses ramp di kantor, serta fasilitas penitipan anak.
Hadirkan Digitalisasi HC untuk Efisiensi dan Keputusan Berbasis Data
Untuk semakin memperkuat pengelolaan SDM, Transjakarta menghadirkan digitalisasi. Salah satunya dengan mengimplementasikan Human Resources Information System (HRIS) sebagai sistem operasional berbasis analitik untuk memperkuat tata kelola SDM, meningkatkan efisiensi proses, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Beberapa fitur yang tersedia adalah Employee Self-Service (ESS) dan Management Self-Service (MSS). ESS memungkinkan pegawai mengakses data kepegawaian dan mengajukan layanan HR secara mandiri.
Sementara itu, MSS membantu pimpinan meninjau dan menyetujui absensi, lembur, serta cuti anggota tim. Sistem ini juga mendukung pemantauan data kepegawaian dan capaian kinerja tim.
Digitalisasi juga diterapkan melalui alur kerja elektronik atau digital workflow, yang mengotomatisasi proses persetujuan dari awal hingga akhir agar lebih cepat, transparan, dan efisien.
Dan di luar HRIS, Transjakarta mengembangkan sejumlah inovasi digital pendukung HC, yakni e-learning, e-onboarding, e-recruitment, dan Portal Insan Tije. E-learning memungkinkan pembelajaran daring disertai evaluasi yang terukur. E-onboarding memfasilitasi orientasi pegawai baru secara digital, sedangkan e-recruitment mendukung proses rekrutmen yang lebih efisien, terintegrasi, dan transparan.
‘Semua rangkaian teknologi tersebut memperkuat upaya perusahaan membangun layanan HC yang semakin mudah diakses dan mengurangi ketergantungan pada proses manual,” kata Suratman.
Human Capital Initiatif Tansjakarta
Pelaksanaan HC di Transjakarta dicatat berhasil menghadirkan banyak Human Capital Initiative. Beberapa di antaranya adalah SYNTRA, Strategi Mikrotrans sebagai layanan first mile dan last mile, dan Inovasi Halte Efficiency & Route Optimization.
SYNTRA merupakan sebuah sistem kontrol operasional terintegrasi yang dikembangkan secara internal dan berbasis AI. Sistem ini dirancang untuk mengotomatisasi, mengoptimalkan, dan menyatukan operasional bus, mulai dari perencanaan hingga pengiriman secara waktu nyata dan pemantauan kinerja. Pengembangan SYNTRA ditujukan untuk meningkatkan akurasi data, keamanan, serta responsivitas operasional.
Strategi Mikrotrans sebagai layanan first mile dan last mile dilaksanakan pada tahun 2024. Inovasi ini mencakup efisiensi rute dan integrasi tarif, dan menjadi solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurangi emisi karbon.
Terakhir, Inovasi Halte Efficiency & Route Optimization yang dilaksanakan tahun 2025. Inovasi ini menghasilkan banyak capaian.
Seperti misalnya, peningkatan kecepatan headway sebesar 17%, percepatan dwelling time sebesar 31%, serta penurunan durasi perjalanan bus dari Cawang Sentral menuju Cawang sebesar 27% dan menuju Cawang Cililitan sebesar 47%.
Pelaksanaan HC Dorong Pertumbuhan Kinerja Bisnis
Menurut Suratman, pelaksanaan HC berhasil mendorong pertumbuhan kinerja bisnis perusahaan. Pada 2025 misalnya, Transjakarta melayani 413 juta pelanggan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2022.
Dalam periode yang sama, perusahaan mengembangkan jaringan hingga 233 rute dengan dukungan 4.607 bus. Selain itu, Indeks Kepuasan Pelanggan sebesar 4,4 dari 5,0 dan Net Promoter Score sebesar 73%.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan Transjakarta pada 2025 dicatat sekitar Rp4,98 triliun, meningkat 11,38% dibandingkan 2024 yang mencapai sekitar Rp4,47 triliun. Laba bersih juga naik dari sekitar Rp200,56 miliar menjadi Rp207,75 miliar, atau tumbuh 3,58%.
Sementara itu, jumlah pegawai berdasarkan indikator full-time equivalent (FTE) turun dari 5.369 pada 2024 menjadi 5.159 pada 2025. Adapun total headcount meningkat dari 6.465 menjadi 6.515 pegawai. Total biaya kompensasi naik dari sekitar Rp723,20 miliar menjadi Rp837,19 miliar.
“Semua angka tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan HC berlangsung seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan laba, serta perubahan komposisi tenaga kerja dan biaya kompensasi,” pungkas Suratman.*
