TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MKTR Integrasikan Human Capital dengan Strategi Bisnis untuk Dorong Produktivitas Berkelanjutan

Mi’roji
15 October 2026 | 22:23
rubrik: Business Info, Event, HC
MKTR Integrasikan Human Capital dengan Strategi Bisnis untuk Dorong Produktivitas Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) memperkuat pengelolaan sumber daya manusia atau human capital sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan bisnis agribisnis berkelanjutan.

Melalui pendekatan Integrated Workforce Management for Sustainable Agribusiness, perusahaan mengintegrasikan perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga evaluasi kinerja agar sejalan dengan kebutuhan operasional dan target bisnis.

Strategi tersebut dipaparkan dalam wawancara penjurian TOP HC Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness melalui Zoom Meeting, Kamis (15/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Beni selaku Head Human Resources memaparkan penerapan sistem Human Capital Management System (HCMS) yang dirancang untuk mendukung efektivitas organisasi sekaligus meningkatkan produktivitas perusahaan.

Bagi MKTR, pengelolaan human capital tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja. Fungsi tersebut juga diarahkan untuk memastikan organisasi memiliki struktur yang tepat, sumber daya manusia dengan kompetensi sesuai kebutuhan, serta sistem pengukuran kinerja yang mendukung pencapaian sasaran perusahaan.

“Pengelolaan human capital kami integrasikan dengan kebutuhan bisnis. Mulai dari perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga evaluasi kinerja, semuanya diarahkan untuk mendukung produktivitas, efektivitas operasional, dan keberlanjutan bisnis,” terang Beni.

Perencanaan SDM Selaras dengan Kebutuhan Bisnis

Dalam implementasinya, MKTR menerapkan pendekatan pengembangan organisasi yang dimulai dari penetapan arah bisnis, penyelarasan kebutuhan human capital, persetujuan manajemen, pelaksanaan, hingga evaluasi dan tindak lanjut.

Proses tersebut menghubungkan strategi dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dengan struktur organisasi, perencanaan kebutuhan tenaga kerja atau Manpower Planning (MPP), serta analisis jabatan. Dengan mekanisme ini, kebutuhan sumber daya manusia diharapkan dapat direncanakan sesuai prioritas perusahaan.

MPP 2025 ditetapkan sebanyak 1.362 orang, sedangkan realisasi tenaga kerja mencapai 1.353 orang atau sekitar 99 persen dari rencana. Perusahaan juga melakukan peninjauan terhadap 10 jabatan untuk memperjelas peran dan tanggung jawab, serta mengevaluasi struktur organisasi pada Desember 2025.

BACA JUGA:   Skor Penilaian GCG BPRS Lampung Barat Kian Membaik

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesesuaian antara struktur organisasi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Pengembangan Talenta dan Kepemimpinan

Selain perencanaan tenaga kerja, MKTR memberikan perhatian pada pengembangan talenta dan kepemimpinan. Program yang diterapkan mencakup pemenuhan kebutuhan rekrutmen, asesmen, pengembangan kepemimpinan, promosi internal, pembentukan talent pool, serta persiapan suksesi untuk posisi-posisi penting.

Berdasarkan data dalam presentasi, sepanjang 2025 terdapat 312 proses pemenuhan rekrutmen, terdiri atas 273 pria dan 39 wanita. Perusahaan juga mencatat pelaksanaan promosi internal bagi karyawan dari berbagai kelompok jabatan, termasuk staf Jakarta, staf di lokasi operasional, dan nonstaf.

Untuk mendukung kesiapan pemimpin masa depan, program pengembangan kepemimpinan melibatkan direksi dan pihak eksternal. Sementara itu, pemetaan talenta dilakukan untuk mengidentifikasi karyawan yang memenuhi kriteria serta memiliki potensi untuk mengisi jabatan sesuai kebutuhan perusahaan.

“Pengembangan talenta menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, proses identifikasi, pengembangan karier, dan persiapan suksesi perlu berjalan secara terarah,” ujar Beni.

Kinerja Terukur dan Penguatan Kompetensi

MKTR juga menerapkan manajemen kinerja melalui penetapan target, penyusunan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI), pemantauan, evaluasi berkala, hingga pengembangan dan pemberian penghargaan.

Dalam pemaparannya, sebanyak 75 orang staf tercatat memiliki KPI sebagai dasar pengukuran kinerja. Penyelesaian evaluasi kinerja mencapai 93 persen, dengan lima staf belum genap satu tahun bekerja. Hasil pencapaian KPI selanjutnya dikelompokkan berdasarkan kategori penilaian untuk menjadi bahan evaluasi.

Di sisi lain, perusahaan mengembangkan program pelatihan dan penguatan kapabilitas organisasi melalui pelatihan teknis dan fungsional, coaching, mentoring, serta program eksternal. Jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan meningkat dari 182 orang pada 2024 menjadi 231 orang pada 2025. Biaya pelatihan juga naik dari Rp235 juta menjadi Rp335 juta.

BACA JUGA:   TCTI Bangun Human Capital Sejak Greenfield untuk Keberlanjutan Bisnis

Penguatan sistem digital turut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan human capital. MKTR memanfaatkan Plantations Mobile dan OWL Plantations System berbasis ERP untuk mendukung proses kerja dan pengelolaan data operasional.

Produktivitas Menjadi Ukuran Keberhasilan

Upaya pengelolaan SDM tersebut berjalan seiring dengan perkembangan indikator produktivitas perusahaan. Dalam perbandingan 2024–2025, pendapatan per karyawan meningkat 21,47 persen, produksi CPO per karyawan naik 7,58 persen, dan TBS yang diolah per karyawan bertambah 8,07 persen. Laba usaha per karyawan juga meningkat 11,95 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang disajikan perusahaan untuk menunjukkan keterkaitan antara pengelolaan human capital dan hasil bisnis. Meski demikian, indikator produktivitas tersebut merupakan gambaran kinerja perusahaan dalam periode yang dibandingkan, bukan semata-mata hasil dari satu program SDM tertentu.

Melalui penguatan organisasi, pengembangan talenta, sistem kinerja, kompensasi, hubungan karyawan, serta pemanfaatan data digital, MKTR menempatkan human capital sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang adaptif dan produktif.

Tags: MKTRPT Menthobi Karyatama Raya TbkTOP Human Capital Awards 2026
Previous Post

Bantuan 20.000 Liter Air Disalurkan untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan

Next Post

Bukan Sekadar HR! Bina Pertiwi Punya Cara Jitu Menghubungkan SDM dan Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR