Jakarta, TopBusiness—PT BPR Jatim (Perseroda) terus menggelar terobosan strategis untuk sistem manajemen HC (human capital). Termasuk dalam hal itu adalah dengan menaikkan level kompetensi HC agar sesuai dengan kebutuhan bisnis pada masa depan.
Dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC Awards 2026 melalui Zoom (15/10/2026), Direktur Kepatuhan BPR Jatim, Mohamad Amin, menjelaskan bahwa materi e-learning tersebut mengutamakan hal-hal yang menjadi mandatory.
“Jadi, materi mandatory itu bersifat prioritas. Dan e-learning untuk materi tersebut tersebar hingga ke cabang-cabang kami,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Direktur Utama BPR Jatim, Irwan Eka Putra; Direktur Pemasaran BPR Jatim , Agung Soeprihatmanto.
Pun ada PSD SDM BPR Jatim, Bayu Puguh; Pimpinan Sub-Divisi Sekretaris Perusahaan BPR Jatim, Sundari; Pimpinan Divisi Perencanaan BPR Jatim, Marcel Harris; Pimpinan Divisi Umum BPR Jatim, Susan Midiyati; Pimpinan Divisi TI Akuntansi BPR Jatim, Sri Wahyuni; Pimpinan Sub-Divisi TI BPR Jatim, Tezar Tioni.
Mohamad Amin memaparkan bahwa e-learning sangat bermanfaat bagi BPR Jatim. “Kalau harus terus menggelar inhouse training secara bersamaan untuk seluruh cabang, itu tentu sangat tak efisien dan berbiaya mahal buat kami,” kata Amin.
Hasil e-learning tersebut terus dievaluasi. Materi yang ternyata masih memerlukan pendalaman lebih lanjut akan diperdalam di waktu selanjutnya.
“Selain materi yang sifatnya mandatory, untuk ke depan kami akan mengembangkan ke materi lain. Contohnya adalah tentang perkreditan,” kata Amin.
Learning Culture
Pimpinan Divisi Umum BPR Jatim, Susan Midiyati, pada kesempatan itu membeberkan bahwa bank tersebut terus meningkatkan learning culture. Untuk hal itu, ada hal-hal ini: kegiatan pelatihan dan pendidikan pegawai; knowledge sharing; continuous learning.
Adapun bentuk nyata hal itu, kata Susan, adalah: pemberian pelatihan dan pendidikan bagi pegawai di mana di tahun 2025 telah diselenggarakan sebanyak 121 pelatihan.
Lalu, ada budaya knowledge sharing saat briefing pagi dan setiap setelah mengikuti pendidikan.
“Kemudian, ada penggunaan e-learning untuk pendidikan pegawai yang berkesinambungan dan tepat sasaran secara rutin,” Susan mengatakan.
PSD SDM BPR Jatim, Bayu Puguh, memaparkan sejumlah inisiatif HC yang telah berjalan di bank tersebut. Itu antara lain, pertama, digitalisasi aplikasi SDM.
BPR Jatim telah berhasil mengimplementasikan sistem aplikasi absensi berbasis mobile, sehingga pemantauan kehadiran pegawai dapat dilakukan secara real-time.
Kedua, pengembangan kompetensi dan sertifikasi. Sepanjang tahun 2025, BPR Jatim telah menjalankan 121 program pelatihan dan enam program sertifikasi kompetensi (termasuk sertifikasi manajemen risiko, direktur syariah, dan brevet pajak).
Ketiga, pemetaan talenta (talent mapping). BPR Jatim telah melakukan identifikasi dan pemetaan talenta. Itu khususnya untuk mengisi jabatan-jabatan kritikal dalam rangka suksesi manajemen di cabang maupun kantor pusat.
Keempat, kepatuhan dan budaya pembelajaran. BPR Jatim telah menerbitkan surat edaran mengenai komitmen anti-fraud, serta berjalannya budaya knowledge sharing secara rutin pada briefing pagi dan kewajiban penggunaan platform e-learning bagi seluruh pegawai.
