TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Saham Pilihan Pekan Ini Saat Investor Domestik Solid: UNTR, BDMN, dan Lain-lain

Achmad Adhito
26 October 2026 | 07:21
rubrik: Capital Market
Mandiri Sekuritas  Rekomendasi Buy Saham BBTN, BSDE, dan GOTO

Sumber Ilustrasi: Dhi/Open AI

Jakarta, TopBusiness—Dalam sepekan terakhir 19–23 Oktober 2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) IHSG ditutup di level 5.439 atau menguat 4,90% dibandingkan pekan sebelumnya dan di tengah penguatan tersebut investor asing mencatatkan aksi jual bersih (outflow) mencapai Rp 8 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menegaskan penguatan IHSG dalam sepekan terakhir dipengaruhi sejumlah sentimen dari global dan domestik. Dari global ada sentimen suku bunga dan Dolar AS, di mana ketegangan di pasar moneter global relatif terjaga setelah kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed (ke 3,75%–4,00%), ECB, dan BoJ.

“Menariknya, meskipun data tenaga kerja AS masih tergolong solid dan menopang penguatan Dolar AS, pelaku pasar mulai mengantisipasi kestabilan imbal hasil (yield) US Treasury jangka panjang,” kata David dalam analisis terbaru yang diterima pagi ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness.

Selanjutnya ada sentimen harga minyak dan geopolitik, dimana risiko geopolitik terkait konflik di Timur Tengah dan gangguan pada East–West Pipeline milik Saudi Aramco masih membayangi pasokan minyak global.

“Meski demikian, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak mentah Brent dan WTI sehingga meredakan tekanan inflasi global secara bertahap,” tandasnya.

Sementara itu dari domestik, ada sentimen keputusan BI Rate dan Rupiah, di mana Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan inflasi. Cadangan devisa yang kuat (US$146,5 miliar) memberikan bantalan yang memadai dalam meredam gejolak eksternal.

Selanjutnya ada sentimen MSCI dan investability. Ia menegaskan isu investability dan tata kelola bursa seperti keterbukaan informasi struktur kepemilikan, porsi free float aktif, serta efektivitas mekanisme perlindungan investor ritel tetap menjadi perhatian institusi global dalam menentukan bobot alokasi portofolio.

BACA JUGA:   Pasar Cermati Saham Wall Street

Proyeksi Market dan Sentimen Pekan Ini

Berbicara tentang proyeksi market dalam sepekan ke depan (26–30 Oktober 2026), David menegaskan bahwa fokus pergerakan IHSG diperkirakan akan tertuju pada kombinasi sentimen eksternal dan katalis fundamental domestik.

Investor global cenderung bersikap wait and see menantikan arah kebijakan moneter The Fed serta perkembangan negosiasi geopolitik yang memengaruhi stabilitas harga energi.

“Sementara itu dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada rilis laporan keuangan kuartal ketiga (Q3-2026) dari emiten-emiten big caps yang diharapkan dapat menopang kredibilitas pasar,” tandasnya.

Di saat yang sama, imbuhnya, komitmen regulator dalam memperkuat tata kelola bursa dan transparansi investability menjadi aspek krusial untuk menjaga kepercayaan investor asing menjelang pengumuman indeks MSCI. “Selain itu, dinamika nilai tukar Rupiah dan respons kebijakan Bank Indonesia tetap dipantau ketat guna meredam dampak volatilitas eksternal.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak mixed dengan peluang menguji kisaran resistance 5.500–5.540 selama ditopang arus transaksi domestik yang solid.”

David merekomendasikan saham dan reksa dana ini.

  1. Buy UNTR (Current Price: 25,300, Entry: 25,300, Target Price: 26,650 (5.34%), Stop Loss: 24,500 (-3.16%) dan Risk to Reward Ratio 1:1.7). Saham PT United Tractors Tbk dengan kode UNTR menarik untuk ditradingkan pekan ini karena dalam pangka pendek berpotensi golden cross MA dan smart money pada emiten ini sudah kembali masuk dalam 5 hari terakhir.
  2. Buy on Breakout BDMN (Current Price: 5,025, Entry: 5,100, Target Price: 5,600 (9.80%), Stop Loss: 4,820 (-5.49%) dan Risk to Reward Ratio 1:1.8). Emiten berkode BDMN (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) dalam jangka pendek bergerak uptrend dan berpotensi breakout dengan dorongan smart money.
  3. Buy PGEO (Current Price: 1,025, Entry: 1,025, Target Price: 1,100 (7.32%), Stop Loss: 990 (-3.41%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.1). Saham PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk) menarik untuk ditradingkan pekan ini karena dalam jangka pendek konsisten bergerak di atas MA5 dan berpotensi breakout minor trendline.
  4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Di tengah market yang masih rentan terhadap fluktuasi IHSG, ETF berbasis dividen tinggi dari rangkaian Power Fund Series (PFS) ini menawarkan daya tarik tersendiri bagi investor yang mengincar pendapatan atau imbal hasil (yield).
Tags: david kurniawaninvestor domestik bursa efek indonesiaipotrekomendasi saham mingguan
Previous Post

Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir di Tapanuli Tengah Terus Dikebut

Next Post

Ternyata, Indeks Literasi Keuangan Warga DKI Cuma 84,01%! OJK dan Pemprov Siap Lakukan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR