Jakarta, BusinessNews Indonesia – Direktur PT Blue Bird Tbk (BIRD) Adrianto Djokosoetono optimistis kinerja bisnis transportasi perseroan tahun ini akan membaik. Sebabnya, persaingan dengan taksi online sedikit berkurang, lantaran tarif taksi online sudah mulai normal walaupun belum sepenuhnya. Dengan demikian, persaingan dengan taksi online tidak terlalu menekan kinerja keuangan perseroan.
Akan tetapi, persaingan dengan taksi online sudah meluas hingga luar wilayah Jabodetabek, seiring dengan tambahan cakupan taksi online. Perseroan sendiri telah mengoperasikan armadanya di 18 kota.
Di sisi lain, perseroan akan mengoptimalkan layanan serta inovasi pada aplikasi My Blue Bird. Salah satunya dengan menambah layanan pembayaran non tunai yang diharapkan dapat memudahkan pelanggan.
Saat ini, perseroan telah bekerjasama dengan layanan uang elektronik dari Telkomsel, TCASH. Ke depan perseroan akan menambah kerjasama dengan pihak layanan pembayaran non tunai lainnya. Namun, perseroan menegaskan belum ada rencana untuk menyediakan dompet elektronik secara mandiri.
“Tahun ini kita optimis bisa lebih baik, yang kita optimis kita akan membaik kondisinya. Intinya quarter by quarter kita targetkan untuk terus bertumbuh,” kata Adrianto di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/5/2018).
Selain upaya tersebut, Blue Bird juga akan meremajakan hingga 3.000-4.000 armada hingga akhir tahun. Mayoritas replacement ini akan dilakukan pada armada taksi.
Menurut Direktur Independen Perseroan Sandy Permadi menjelaskan, hingga April perseroan telah melakukan peremajaan atas kurang lebih 1.000 armada. “Sampai kuartal I April ini, kami sudah investasi Rp250 miliar,” ujarnya di
jumlah armada perseroan hingga akhir tahun 2017 lalu mencapai 29.000 armada. Khusus untuk jenis armada taksi, perseroan akan mengganti armada lama dengan jenis MVP baru, yaitu Avanza Transmover.
